
Seharian Anaya mengurung diri di kamar karna kram perut yang di alaminya. setelah dirasa perutnya membaik Anaya pun bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesain Anaya pun keluar dan membuka lemari baju saat sedang memilih baju ponsel Anaya berdering
Derrr..
Derrr...
Anaya pun mengambil ponselnya melihat siapa yang memanggil ternyata itu dari Edward.anaya pun mau tidak mau mengangkatnya karna Anaya pikir sudah saatnya Anya menghadapi masalahnya dengan keluarga itu.
" Halo.. assalamualaikum.." Anaya mengangkat telepon dari Edward yang semenjak dia pergi dari rumah mamah Soraya Anaya selalu menghiraukan panggilan dari siapapun.Namun, sekarang Anaya sudah mau menghadapi mereka dan akan belajar menerima kenyataan dengan perbedaan itu
" Naya,akhirnya kau angkat juga teleponku.katakan sekarang Lo dimana Naya? Lo gak kasihan sama Oma,sama kakak2 Lo sama kita juga udah dong marahannya kita hawatir sama Lo kita tiap hari ngubek ngubek ni kota tapi hasilnya nihil selama ini Lo sembunyi dimana nay,Lo pulang ya gue jemput Lo bilang sekarang Lo dimana" Edward memberondong Anya dengan pertanyaan dan keluhan nya yang setiap hari muter muter nyariin dia sedang yang di cari sebenarnya gak jauh apa lagi keluar kota.anaya memang sengaja minta tolong orang tuanya Tia untuk tidak memberi tahu keberadaannya dimana bahkan tempat kuliah pun sama tidak mengijinkan memberi tahu siapa pun kalo Anaya kuliah di situ berkat akses orang tua Tia yang sebagai donatur tetap kampus tempat kuliah Tia dan Anaya.terbukti sampai saat ini pun tidak ada yang tau Anya dimana dan kuliah dimana
" Udah ngocehnya.." tanya Anaya lembut namun masih dengan sedikit mengejek Edward
" NAYA.. " pekik Edward karna bukan jawaban yang di dapat tapi malah ejekan yang di lontarkan Anaya
" Apa sih berisik tau " jawab Anaya sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya karna Edward meneriakinya
" Rasain emang enak gue teriakin.siapa suruh bukanya jawab malah ngeledek,ayolah nay,kasihanilah kami yang lelah ini karna mencari tiada henti " bujuk Edward dengan tiada henti
" Lebayy... kak Ed.uadh ah Naya tutup ya bilang sama mamah Naya baik baik aja beri Naya waktu nenangin diri nanti setelah Naya siap Naya pasti pulang " setelah itu Naya pun mematikan sambungan telepon dengan sepihak karna ingin menghindari pertanyaan Edward dan lagi sudah tak tahan ada yang ingin meluncur bebas dari matanya
__ADS_1
" Hiks..hiks.. maaf kan aku mah,Kak aku butuh waktu aku belum siap ketemu kalian " Anaya menangis karna tak sanggup jika harus bertemu mereka sekarang.bukan Anaya tak memaafkan mereka Anaya sudah melupakan itu namu bertemu mereka sekarang dengan status anak yang berbeda,adik yang berbeda Anaya belum siap Anaya butuh waktu dan jika waktu itu sudah tiba Anaya akan pulang menemui mereka dengan hati yang siap.
Setelah Anaya menutup telepon secara sepihak Edward hanya menatap ponselnya melongo bukan terkejut atupun kesal karna di tutup secara sepihak tapi lebih kepada " Apa yang barusan itu Anaya bukan sih ! kok kaya bukan si Anaya deh.eh tunggu tadi dia bilang apa nanti juga pulang tapi sekarang dia butuh menenangkan diri dulu." ucap Edward berbicara sendiri menerka nerka yang barusan itu Anaya atau bukan Karana cara bicaranya itu kok lembut sandang Naya yang dia kenal barbar ceplas ceplos.
" Ah entahlah nanti saja soal itu dipikirinnya. sekarang yang terpenting gue harus kasih tau Oma kalo Anya baik baik saja " Edward merasa aneh dengan sikap Anaya dia jadi merasa bodoh memikirkan itu dan setelah connect barulah dia ingat kalo dia harus memberi tau Oma nya." Efek dari terlalu lelah Jadi kurang connect padahal harusnya gue ngerti dengan semua ucapan Naya barusan.wajar dia bersikap seperti itu Naya pasti sekarang merasa aneh dan canggung setelah apa yang dia ketahui.
Edward pun melajukan mobilnya dengan kecepatan agak cepat karna ingin mempercepat secepatnya memberi tau pada Oma secara cepat dan tepat agar Oma mereka senang meski harus sedikit kecewa karna tidak membawa orangnya langsung.
Tak lama Edward pun sampai di rumah Oma nya dengan langkah lebar Edward pun masuk mencari Omanya
" Oma.. Oma.. Ed datang bawa kabar baik " teriak Edward karna tak sabar memberi tau kabar baik itu pada Omanya sampai lupa memberi salam
" Ed jangan teriak teriak bukan di hutan ini rumah. terus lagi bukannya ngucapin salam dulu mah teriak teriak " gerutu Oma Soraya kesal dengan tingkah Edward yang teriak teriak seenaknya
" Maaf Oma, Assalamualaikum " Edward meminta maaf dan mengucapkan salam " Kamu kenap teriak teriak Ed " Tanya Oma Soraya akhirnya penasaran
" Benarkah Ed,terus dimana Naya sekarang bagai mana keadaanya,apa Anaya mau pulang ed.ed jangan diam terus jawab Oma " sekarang giliran Edward di bikin melongo karnadi berondong pertanyaan dari Oma Soraya
" Iya Oma maaf,lebih baik kita duduk dulu Oma Ed akan jawab pertanyaan Oma " ajak Edward pada Omanya duduk agar lebih tenang untuk bercerita.
" Begini Oma,tadi Ed berhasil hubungi naya.naya baik baik saja tapi Oma naya tidak memberi tau dia dimana sekarang Naya Cuba bilang berpesan buat Oma katanya Naya baik baik saja dai hanya ingin menenangkan diri nanti setelah siap Naya akan pulang " ucap Edward menceritakan apa yang tadi Anaya sampaikan.
" Ed,apa Naya membenci Oma,apa dia sudah tak mau pulang kesini lagi.ini rumah dia juga Ed kenap Naya gak mau pulang " kembali Oma Soraya menangis karna mengingat perbuatanya pada Anaya
__ADS_1
" Tenang Oma,Oma tenang dulu Naya akan pulang lagi ke rumah oma tapi nanti.kita kasih waktu dulu dia Oma,biarkan Naya menenangkan diri tunggu Naya siap oma.percaya pasti Naya akan kembali " Edward berusaha membujuk menenangkan Omanya yang mulai kena serangan panik berlebihan
" Tarik nafas Oma pelan hembuskan.oma tenang ya yuk,Ed antar Oma ke kamar lebih baik Oma istirahat jangan khawatirin Naya dia baik baik saja dan akan pulang " kembali Edward menenangkan Oma nya.kalu ini Edward lebih menghawatirkan keadaan Omanya yang kembali kambuh dengan serangan panik nya panik yang berlebih dan mengakibatkan sesak nafas tiba tiba karna cemas.
Setelah mengantarkan Oma Soraya ke kamar untuk istirahat Edwar pun keluar merogok saku celananya mengambil ponsel ingin menghubungi kakak sepupunya untuk memberitahu kabar Anaya dan kabar Oma nya.
Sore harinya Devan dan Daniel pun datang ke rumah Oma Soraya Edward pun menyambut mereka dan menceritakan semuanya termasuk keadaan Oma mereka yang kembali mengalami kecemasan berlebih seperti dulu lagi
" Sekarang bagai mana keadaan Oma ed." tanya Devan
" Oma sedang istirahat di kamarnya tadi setelah minum obat Oma tertidur " jawab Edward menjelaskan
" Terus apa naya kasih tau lo dia dimana " tanya Daniel masih penasaran padahal tadi Edward sudah menceritakannya.
" Kak,aku kan sudah bilang tadi Naya gak mau keberadaanya di ketahui kita karna dia bilang ingin menenangkan diri kita beri waktu Naya dia pasti merasa aneh dengan situasi ini apa lagi dengan perbedaan nya sekarang " jawab Edward panjang lebar
" Aku masih belum tenang Ed,kalo belum bisa liat dia langsung bagai mana pun caranya aku harus menemukan keberadaan Naya baru aku akan tenang bila aku berhasil menemukannya " tambah Devan mengungkapkan kekhawatirannya
.
.
.
__ADS_1
.
. Bersambung....