
Menarik nafas Anaya meletakan barang barang nya di atas meja tempat barunya.
" Kenapa lama sekali " ucap Asad mengejutkan Anaya
" Tuan mengagetkan saja " Anaya sampai mengelus dadanya beberapa kali karna terkejut
" Aku tanya kenapa lama sekali datangnya kau tau ada banyak pekerjaan yang harus kau kerjakan.cepat masuk keruangan ku " ucap Asad datar lalu kembali ke ruangannya
" Tu orang kesabet apa ya aneh banget tadi aja peluk peluk gak jelas sekarang dingin ketus lagi " gerutu Anaya merasa heran dengan sikap bosnya.
Dengan cepat Anaya pun menyusul bosnya untuk mendapatkan pekerjaan yang pasti ya sudah menumpuk.
Tok..
Tok..
Anaya terlebih dulu mengetuk pintu setelah ada sahutan dari dalam barulah Anaya masuk
" Sini kamu" Anaya pun menghampiri Asad yang sedang mengecek berkas berkas di hadapannya " Tolong kamu salin laporan ini semua dan aku ingin laporan itu selesai hari ini juga " perintah Asad memerintahkan Anaya menyalin laporan yang menumpuk di atas meja Asad
" Baik tuan saya kerjakan " Anaya pun mengambil tumpukan berkas itu untuk iya bawa kemejanya dan menyalin semuanya
" Tunggu nay,ini aku ada sesuatu untuk mu " Asad menyodorkan paper bag ke hadapan Anaya
" Apa ini tuan " tanya Anaya heran
__ADS_1
" Buka saja dan pakai " jawab Asad Tampa melihat Anaya karna matanya sedang fokus pada layar
" kalo begitu terima kasih tuan " anaya pun keluar dari ruang Asad sedang Asda sendiri mengulas senyum setelah kepergian Anaya di dalam paper bag itu ada sepatu untuk Anaya menggantikan sepatu yang rusak
" Apa isinya ya " karna penasaran Anaya pun membuka isi paper bag itu dan ternyata isinya adalah sepatu bahkan itu adalah sepatu yang sudah Anaya Icar namun karna uangnya belum terkumpul Anaya belum bisa memilikinya.tapi sekarang sepatu yang Anaya incar sudah ada di depan mata
" Kenapa Asad tau kalo aku lagi kepengen sepatu ini ya " menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil berpikir
" Akh bodo amat yang penting sekarang aku punya sepatu baru " ucap Anaya kegirangan dan langsung mencoba sepatu itu dan ternyata pas " kok Asad juga tau ukuran sepatuku " kembali Anya heran dengan bosnya yang dia rasa serba tau tentang nya.namun kembali Anaya tak mau memusingkannya. Anaya harus fokus pada pekerjaan yang sangat menumpuk di hadapnya
Jam menunjukan jam waktunya makan siang Anaya ingin sekali pergi ke kantin kantor untuk makan siang tapi melihat pekerjaan yang sangat menumpuk dan harus selesai hari ini juga Anaya pun mengurungkan niatnya dan akan menggantinya nanti saat sore saja Anaya akan makan sore nanti dengan puas.
kembali Anaya fokus pada layar komputer nya namun harus terhenti setelah mendengar jeritan dari ruangan bosnya
" Tuan ada apa? apa yang terjadi " tanya Anaya bingung karna melihat Asad yang seperti ketakutan
" Siapa yang memasang kabel ties itu disitu hah " teriak asad dengan nada bergetar
" Saya tidak tau tuan " jawab Anaya
" Cepat kamu buang jangan ada benda seperti itu di ruangan saya " perintah Asad dengan cepat karna Asad benar benar muak dan trauma dengan benda itu
Anaya pun segera menyingkirkan benda itu dan membuangnya.setelah itu Anaya menghampiri Asad dan memberikannya air minum untuk menenangkannya
" Tuan tidak apa apa " tanya Anaya pada Asad karna melihat Asad berkeringat dengan wajah yang pucat.denagn cepat Asad menggelengkan kepalanya tanda jawan dari Asad Anaya memberanikan diri mengelap keringat di dahi Asad dengan tisu yang sejak tadi ia pegang
__ADS_1
" Maaf " Anaya mengelap keringat di dahi Asad dengan hati hati. Asad pun melihat perlakuan Anaya padanya " Nay.. " panggil Asad lemah Asad terbayang akan penyebab trauma itu tiba tiba tubuh Asad bergetar Asad kesulitan bernafas lalu tak sadarkan diri di pelukan Anaya " Tuan.. tuan bangun tuan Tuan kenapa " anaya menepuk pipi Asad pelan untuk membangunkannya namun nihil Asad tak bangun juga.denag pelan Anaya membaringkan Asad di sofa lalu dengan sigap keluar memanggil darin meminta pertolongan
" Tolong.. pak dari tolong .." teriak Anaya pada Darin .mendengar namanya di panggil Darin pun keluar dari ruangannya " Ada apa Anaya teriak teriak " tanya Darin
" I _tu T_ tuan tuan pingsan " jawab Anaya gagu
Dengan sigap Darin masuk kedalam ruang bosnya dan ternyata asad tak sadarkan diri " Anaya apa yang terjadi pada tuan kenapa bisa seperti ini " tanya Darin membentak karna melihat tuanya tak sadarkan diri.dengan menangis Anaya menjelaskan kejadian awal mula kenapa sampai Asad pingsan
" Siapa yang meletakan tali ties di ruangan ini tuan punya trauma dengan benda itu " kembali Darin membentak Anaya. mendengar penuturan dari Darin Anaya meras bersalah Anaya baru tau kalo Asad memiliki trauma dengan benda itu.
Darin berusaha membangunkan tuannya dengan minyak angin namun tak kunjung sadar juga
" pak kita bawa aja tuan ke rumah sakit biar cepat di tangani " usul Anya pada Darin " Cepat kamu cari bantuan kita bawa tuan ke rumah sakit.
Anaya dan Darin membawa Asad ke rumah sakit.darin mengendari mobil dengan cepat Anaya menjadikan pahanya sebagai menyanggah kepala Asad karna panik dengan keadaan Asad Anaya tak hentinya menangis anaya menggenggam tangan Asad memanggil namanya agar cepat sadar " Tuan sadar lah tuan, Asad bangun kamu jangan bikin aku hawatir dong Asad bangun " mohon Anaya di sela Isak tangisnya ...
🍁
🍁
🍁
🍁
Bersambung....
__ADS_1