
Karna kelaparan Anaya makan dengan sangat lahap di temani sang mamah di sampingnya
" Pelan-pelan makanya naya, gak bakalan mamah pinta kok " mamah Soraya mengingatkan sekaligus sedikit menggoda Anaya untuk menghilangkan perasaan gak enak hati yang Anaya rasakan.
Mamah Soraya tau persis kebiasaan anaknya yang satu ini dia paling anti merepotkan dan membuatnya tak enak hati.anaya selain anaknya yang gak enakan di juga paling tidak suka dikasihani.dia selalu ngertiin semua orang.anaya selalu menghibur orang lain,jadi anak yang ceria namun, di balik semua itu tak satu pun tau kalo dia tak sekuat itu hatinya sangatlah rapuh Anaya menyembunyikan kerapuhannya dengan senyuman sempat mengalami depresi di tahun pertama ia meninggalkan rumah karna kejadian waktu itu dan tak ada satu pun keluarga yang Anaya beri tau tentang keadaannya namun untungnya ada sahabat nya Tia yang setia menemani sampai Anaya sembuh dan setelah sembuh barulah Anaya sadar kalo dia mau sembuh yang sesungguhnya dia harus mau berdamai dengan hatinya menerima kenyataan dan menerima keluarganya kembali dan benar saja setelah Anaya berdamai dengan dirinya sendiri dengan keluarganya juga Allah mudahkan Anaya sembuh dari depresinya meski sesekali masih ada sedikit namun Anaya masih bisa mengatasinya
Di tatapnya mamah Soraya dengan penuh kasih sayang oleh Anaya
' Aku menyayangimu mah bahkan setelah aku tau siapa ibu kandung ku rasa sayangku padamu tidak berkurang sedikit pun ' bisik Anaya dalam hatinya mengungkapkan rasa sayangnya
" Iya mah maaf namanya juga kelaparan " celetuk Anaya di sela makannya
" Ya sudah habiskan makanan mu setelah itu istirahat.mamah mau ke atas duluan sudah mulai ngantuk " ucap mamah Soraya mengusap rambut Anaya lalu pergi dari dapur.
Anaya mengangguk kan kepalanya " Iya mah duluan saja " jawabnya
Setelah selesai dengan aksi nya yang lumayan menguras banyak makanan karna kelaparan Anaya pun membereskan bekas makannya lalu mencucinya.lalu karna naik keatas untuk membersihkan diri untuk menuju ke alam mimpi
Keesokan harinya Anaya bangun biasa kalo di rumah mamah Soraya Anaya berasa keenakan lupa diri jadinya sedikit bangun kesiangan efek kekenyangan jadi terlalu nyenyak " Mah... Anaya telat ya ampun " dengan terburu buru Anaya menuruni anak tangga sambil memanggil mamahnya
" Naya jangan lari-lari bahaya " teriak mamah Soraya melihat Anaya yang terburu buru
" Kenapa mamah gak bangunin Naya sih " tanya Anaya
" Maaf mamah lupa kan ingatnya kamu bukan anak sekolah lagi nay" ucap mamah Soraya lupa
" Lagian ini juga masih pagi nay mamah juga masih di rumah " kembali mamah Soraya berucap
" Naya harus ke rumah sakit dulu soalnya mah sebelum ke kantor " jawab Anaya sambil menyuap roti ke mulutnya lalu meraih tangan mamahnya untuk berpamitan" Udah mah aku takut telat Anaya duluan ya " namun mamah Soraya menahan langkah Anaya " Siap yang sakit Naya " tanya nya " Itu mah bos baru Naya masuk rumah sakit kemarin.nanti Naya cerita deh sekarang Naya harus pergi dulu " jawab Naya
" Assalamualaikum "
__ADS_1
" Wa'alaikum salam "
Anaya pun menghidupkan motornya karna sudah di rasa telat nunggu taksi pasti akan sangat lama apa lagi ojol jadi yang ada saja pergunakan meski akan kena amukan mamah Soraya nantinya sengaja Anaya gak minta ijin dulu bawa motor karna pasti mamahnya akan melarang keras Anaya bawa motornya lagi karna takut insiden waktu itu terulang lagi.
ya Anaya pernah juga mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera tulang di bagian kakinya berbulan bulan Naya gak bisa jalan karna cedera itu jadilah mamah Soraya melarang keras Anaya mengendarai kendaraan roda dua itu
" Pak cepet buka gerbangnya nanti ketahuan mamah " pinta Anya pada pak supri meski penjaga pun sudah melarang namun apakah daya Anaya ya Anaya yang keras kepala kalo soal naik motor dilarang mana nurut dia
Gerbang pun dibuka Anaya dengan cepat menghidupkan mesin motornya lalu pergi dengan agak kencang takut ketauan mamahnya.
" Pak supri tadi saya dengar suara motor " ucap Soraya sambil melirik ke arah garasi tempat biasa motor Anaya terparkir dan betapa terkejutnya Soraya melihat motor itu tidak ada di sana
" M_maaf nyah,ta_tadi non Naya yang bawa " jawab pak supri terbata karna takut kena marah karna membiarkan Naya membawa motornya.
" Anak itu " desis mamah Soraya tak bisa berbuat apa kalo sudah begitu padahal sudah diperingatkan karna tidak mau ambil pusing mamah Soraya pun membiarkan biar nanti hukuman yang berbicara.
" Ya sudah pak gak papa " menghela napasnya lalu Soraya pun masuk kedalam mobilnya karna ia pun harus segera kekantor
Anaya sampai di rumah sakit dengan segera memarkirkan motornya dan segera masuk menuju kamarnya Asad dan tak lupa Anaya menenteng sarapan yang ia bawa sengaja untuk bosnya itu.
Tok
Tok
Anaya mengetuk pintu terlebih dahulu setelah ada jawaban dari dalam Anaya pun masuk
" Pagi tuan muda " sapa Anaya pada bosnya
" Emmm, " jawab Asad berdehem
" Anaya karna kamu sudah disini kamu temani saja tuan biar saya yang ke kantor " ucap Daris datar
__ADS_1
" Tapi pak_" Anaya ingin menolak namun belum juga selesai ucapannya sudah di potong sang bos
" Daris benar kamu di sini saja biar di kantor Daris yang handle pekerjaan kamu pun nanti dia yang urus." pungkas Asad karna memang sengaja Asad membiarkan Daris yang pergi biar dia bisa berduaan dengan Anaya mumpung gak ada ibunya nyonya Naura
" Baiklah " Anaya pun pasrah meski menolak pun percuma sebenarnya Anaya tau maksud dari kemauan Asad tapi apalah daya Anaya hanyalah bawahannya
Daris pun pergi dan tinggallah Dua insan yang tersisa " Nay kamu bawa itu " tanya Asad basa basi karna Anaya masih mendiaminya
" Ini sarapan untuk kamu " jawab Anaya ketus.
" Aku mau dong.toling kamu bukain dan suapi aku ya " pinta Asad sambil mengangkat tangannya yang diinfus
Dengan malas Anaya pun menuruti kemauan asad.sebenarnya Anaya masih kesal pada asad karna kelakuannya semalam yang terus saja menggangunya dengan pesan pesan gak penting apa lagi mengingat bualannya semalam
" Nay kamu kenapa sih?" tanya Asad sok polos padahal tau sebenarnya Anaya kaya gitu
Namun yang ditanya sedang fokus pada ponselnya karna sedang berbalas pesan.
Anaya sedang membalas pesan dari mamah Soraya yang mengomelinya lewat pesan karna sudah melanggar larangan nya soal motor.anaya pun meletakan ponselnya lalu fokus kembali pada Asad
" Ayo buka mulutnya " masih dengan nada ketus
" Nay kamu kenapa sih kok ketus gitu Sam aku " rengek Asad sok manja pada Anaya
" Asad kamu jangan sok polos gitu nanya kamu kenap padahal udah tua penyebabnya kenap " sindir Anaya
tambah kesal
🍁
🍁
__ADS_1
🍁