
" Cewe itu adalah.. nanti juga ibu tau " jawab Asad menggantung sekaligus mengerjai ibunya.lalu Asad pun berlari meninggalkan Naura yang di kerjain olehnya
" Asad yang benar saja kamu,tunggu ibu jawab yang bener." teriak Naura ikut keluar menyusul Asad yang turun menuju dapur.
Sesampainya di meja makan Naura pun menjewer telinga Asad pelan " kamu ya ngerjain ibu.ibu gak mau tau kamu harus kasih tau ibu jangan bikin penasaran " ucap Naura disela jeweran nya tak mau lepas sebelum Asad mengatakan apa yang ingin ia tau
" Kalian ini ada apa sih,sayang ada apa ini lepasin dulu itu tangan kamu Asad kesakitan " sela sang ayah Albi putra Anggara menengahi
" Sakit Bu,telinga Asad bisa patah "rengek Asad memelas
" Alah lebay kamu,orang ibu jewer kamu pelan " ucap Naura melepas jewerannya yang katanya pelan namun berhasil membuat telinga Asda memerah karna ulahnya
" Sayang sudah dong kita mau makan tapi malah debat gini ada apa sih sebenarnya?" tanya Albi tak mengerti
" itu loh yah anak kamu ketauan punya cewe tapi gak mau ngaku " jawab Naura
lalu Albi pun menoleh melirik Asad memastikan perkataan Naura " Benar itu sad kamu udah punya pacar " tanya Albi memastikan
" Enggak yah,Asad belum punya pacar baru akan.tapi nanti gak sekarang " jawab Asad jujur karna memang kenyataannya
" Kenap belum,kenapa juga gak sekarang " tanya Naura bingung
" Ibu,Asad itu kan mau kuliah Asad gak mau LDR an lagi pula itu cewek belum mau sama Asad." jawab Asad namun memelankan pas setelah LDR namun masih terdengar oleh kedua orangtuanya
seketika mereka tertawa bersama
" Hahahaha... jadi kamu di tolak sad " ucap Albi sambil terus tertawa karna ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.
" Ayah,ga_ gak gitu ceritanya.anaya bukan nolak asad dia cuma belum siap aja nerima Asda yang ganteng maksimal ini " jawab Asad panjang lebar karna kesal di ejek ayah ibunya.
" Jadi namanya Anaya,tapi itu sama aja Asad di tolak " kembali sang ibu menertawakan anaknya
" Terserah kalian saja emang gitu kenyataannya kok.udah ah Asad mau makan laper " jawab Asad ketus lalu buru buru mengambil piring Lalau mengisinya
Melihat reaksi anaknya seperti itu kedua orang tua Asad pun berhenti tertawa lalu menetralkan semuanya
" Iya sudah kami minta maaf apa pun pilihanmu sayang asal kamu bahagia ibu juga ikut bahagia " ucap Naura memberi semangat pada anaknya
Mendengar perkataan ibunya Asad seketika mengembangkan senyumnya " Makasih Bu,aku janji akan belajar lebih giat lagi agar cepat lulus lalu menemuinya Bu aku akan langsung memintanya pada orangtuanya " janji Asad dengan sungguh sungguh
__ADS_1
" Anak ayah udah mulai gede Bu udah kepengen menghalalkan anak orang ternyata. " ucap Albi pada istrinya
" Apapun itu mau kamu kami akan mendukung mu tapi ingat jangan asal janji saja harus kamu tepati " jawab Naura memperingatkan
Mendapat dukungan dari orang tuanya Asad tak henti hentinya berterimakasih dan pastinya senyum yang terus mengembang persis kaya bunga yang lagi mekar mekarnyağŸ¤
Setelah bahasan tentan cinta cinta itu selesai mereka pun mulai makan dengan tenang terdengar hanya dentingan sendok ke piring karna Albi menerapkan saat makan tidak ada yang boleh berbicara.
...****************...
Kembali ke kamar Anaya
Anaya merasa terganggu tidurnya karna dari tadi pintu kamarnya terus di ketuk oleh bibi ART rumahnya
tok..
tok..
" Iya sebentar " sahut Anaya
ceekllkk..
" Astagfirullah non,nona baik baik saja kenapa seperti ini " ucap bi Arum kaget melihat keadaan anak majikannya
" Naya gak papa kok bi " jawab Anaya bohong
" non ini,gak papa gimana liat ini wajah non sembab gini terus pucat lagi." kembali bibi Arum bertanya keadaan anaya.bi Arum adalah bibi yang mengasuh Anaya dari pertama Anaya di bawa ke rumah itu Anaya udah bi Arum anggap seperti anak kandungnya sendiri Karana bi Arum tidak memiliki seorang anak.
" Tidak bi,Naya beneran gak papa Naya hanya kecapean dikit "jawab Anaya apa adanya karna gak mau bi Arum hawatir walau sebenarnya Anaya merasakan sedikit pusing tapi anaya berusaha menyembunyikannya itu dai bi arum
" Ya sudah kalo begitu makan lah ini bibi bawakan makan malam buat non " kata bi Arum menyodorkan makanan di nampan pada Anaya
" Makasih bi,Naya tadi ketiduran jadi gak turun ikut makan malam.mamah pasti nungguin ya Bi " ucap Anaya bertanya tentang mamahnya
" Iyah,tadi nyonya nungguin non tapi karna non gak turun2 nyonya makan sendiri Lalau setelahnya masuk kamar dan menyuruh bibi nganterin makanan kesini " jawab bibi menjelaskan
" Ya sudah kalo begitu bibi ke bawah lagi ya non.habiskan makanannya dan bersih bersih jangan bergadang terus " tutur bi Arum mengingat kan
" Ya bi,makasih " jawab Anaya
__ADS_1
Setelah bi Arum keluar kamar Anaya pun bergegas ke kamar mandi untuk bersih2.barulah setelah selesai Anaya akan makan malam.
Dikamar Soraya duduk di samping ranjang menatap dua foto ditangannya suaminya dan ibu kandungnya Anaya
Deg
" Mas,apa sudah saatnya Anaya tau semuanya.apa kamu senang Maryam, sekarang aku sendiri aku benar benar ditinggalkan mas Ali bahkan untuk selamanya anak mu Anaya sekarang sudah tumbuh besar cantik persis sepertimu Maryam. " ucap soraya berkata sendiri di tunjukan ke foto Ali dan Maryam yang sedang tersenyum seolah itu adalah senyuman mengejek nya
" Hahhhh.. " teriak Soraya meluapkan emosinya.untung kamar Soraya kedap suara jadi teriakan nya tidak akan terdengar keluar gak kebayang paniknya seisi rumah kalo denger teriak Soraya yang gaje( gak jelas ) itu pasti mengira Soraya diapa apa in.
Pagi pun tiba namun Anaya masih betah di balik selimut bukan betah tetapi memang sengaja menutup badanya dengan selimut tebal karna merasa kedinginan tubuhnya mengigil kedinginan namun suhu badannya panas.anaya demam sejak semalam setelah mandi Anaya makan hanya sedikit karna merasa pusing di kepalanya gak kunjung hilang alhasil Anaya merebahkan diri sampai tengah malam suhu badan Anaya bertambah panas dan sekarang malah mengigil dengan demam tinggi
derrr..
derrr..
Suara getar ponsel Anaya menandakan ada telepon namun Anaya abaikan karna tak sanggup bangun
tak lama suar pesan masuk lagi dan lagi suara pesan masuk namun kembali Anya mengabaikan ponselnya.anaya merasa kehausan Anaya pun memaksakan diri untuk bangun untuk meraih gelas berisi air di atas nakas namun Karan tubuh yang lemas dan bergetar gelas itu lepas dari tangan Anaya lalu pecah dan di susul dengan hilangnya kesadaran Anaya
preeenggg...
Suara gelas pecah.sontak suara yang terdengar oleh Soraya yang kebetulan keluar kamar buru buru menghampiri asal suara yang ternyata dari arah kamar Anaya.
" Naya,Anaya buka pintunya sayang Anaya.. " panggil Soraya mengetuk pintu.karna tidak ada jawaban Soraya pun masuk dan alangkah terkejutnya Soraya melihat keadaan didalam
" Anaya__
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1