
" Anaya... " ucap mereka bersamaan mereka terkejut karna ternyata yang memecahkan gelas adalah anaya.mereka terkejut bukan karna gelas itu pecah tapi karna mereka terkejut pasti Anaya mendengar ucapan Soraya.mereka menduga Anaya pasti mendengar semuanya
Buru buru mereka menghampiri Anaya " Anaya kamu tidak apa apa " tanya ichika dan yang lain
Sedang Soraya sendiri bukan tidak terkejut ada Anaya di situ namun dia berusaha biasa saja Seolah di sengaja agar Anaya mendengarkannya berbicara padahal hatinya ikut was was kasihan pasti Anaya sedih mendengar itu tapi Soraya berusaha mengabaikan itu semua memang seharusnya semua itu terungkap sekarang.
Sambil memunguti pecahan gelas anaya berucap dengan terus menunduk " A__apa benar Naya bukan a_ anak nya mamah Soraya " dengan bibir bergetar menahan agar tangisnya tidak pecah
Sreettt
" Auwww__ " ringis anaya.
diraihnya tangan Anya oleh Devan karna tangan anaya terkena pecahan gelas " Apa kau bodoh lihat tangan mu berdarah gara gara pecahan gelas itu " ucap Devan hawatir lalu membawa Anaya duduk di sofa dan mengambil kotak P3K lalu mulai mengobatinya namun di luar dugaan Anaya menepis tangan Devan yang mau mengobati lukanya
" Aku tanya apa benar aku bukan anak mamah " dengan sorot mata yang tak henti melihat Soraya
" Naya apa maksudmu kamu__" ucapan Ersya tepotong
" Kamu memang bukan anak mamah mamah bukan ibu kandungmu " ucap Soraya jelas sudah tidak ada lagi yang harus Soraya sembunyikan karna Soraya rasa sudah saatnya Anaya mengetahui siap dirinya yang sebenarnya.
" Benarkan itu mah,benarkan aku bukan anak mamah hiks..hiks.." dengan tangis yang kini sudah tak bisa Anaya bendung lagi tangis itu pecah setelah mendengar ucapan dari Soraya.
" Jadi aku anak siap mah,siap aku sebenernya hiks..hiks.." dengan tangisnya Anaya terus bertanya
Mendengar pernyataan mamahnya ichika,Ersya dan yang lain mendadak bisu mereka tak bisa berkata apa pun melihat keadaan Anaya yang menangis.mendengar tangisan Anaya siap yang tak ikut tersayat hati.mereka ikut merasakan apa yang dirasakan Anaya namu mereka tak bisa berbuat apa apa karna memang seharusnya Anya tau semuanya
" Kamu anak suamiku tapi bukan aku yang melahirkan mu." Soraya menjeda ucapannya meredam gejolak hati yang mulai sakit karna akan membuka luka luka lama.
" Maksud mamah apa " tanya Anaya
Soraya menarik napasnya sebelum melanjutkan ceritanya " Anaya kamu lahir dari perempuan lain yang ayah kamu nikahi secara diam diam dari ku kamu anak wanita yang telah merebut suamiku.selama ini aku berusaha menyembunyikan semua ini darimu karna aku terpaksa aku ingin mengubur luka lama itu dengan menjauhkan mu dari ibu mu aku ingin memberikan pelajaran pada ibu mu bagi mana rasanya orang yang kita cintai sayangi di rebut aku tak bisa membencinya tapi aku juga tak bisa menerimanya.hanya kamu Anaya yang bisa aku terima aku berusaha menerima mu memberikanmu kasih sayang yang sama seperti kakak2 mu.karna itu adalah satu syarat ya harus aku terima agar dia mau meninggalkan wanita itu.
__ADS_1
" Benarkah itu mah,jadi selama ini mamah baik dan sayang padaku itu semua terpaksa hanya pura pura "
Deg
Mendengar ucapan Anaya hati Soraya seakan tercabik bagai mana bisa Anaya berkata seperti itu bagai mana bisa dia memberi kasih sayang palsu padannya.memang awalnya Soraya terpaksa melakukan itu karna permintaan suaminya namu seiring berjalannya waktu rasa sayang itu tumbuh di hati Soraya.soraya menjadi benar benar menyayangi Anaya seperti anaknya sendiri semua yang Soraya tampa kan semuanya itu murni tidak ada kepalsuan atau pun terpaksa
" Mamah diam berati itu benar__"
plak
Soraya menampar Anaya dengan begitu keras sampai sudut bibir Anaya mengeluarkan darah
" Mamah "
" Anaya "
Bersamaan mereka berteriak ichika dan ersya memanggil mamahnya sedang para anak mereka memangil anaya
" Mah.." ucap Anaya menatap Soraya.sakit,sesak hati Anaya menerima tamparan dari soraya.ini adalah tamparan pertama yang Anaya terima setelah sebelumnya Soraya tak pernah menampar apalagi memperlakukannya tak baik namun kini Soraya mampu melakukan itu.
kok nyesek ya🥺
sedang Soraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.tubuhnya bergetar setelah menampar Anaya
" Anaya maafkan mamah sayang " melihat Anaya terluka karna ulahnya Soraya menghampiri Anaya untuk menyentuh pipi Anaya.namun,Soraya menghentikan langkahnya karna Anaya justru malah mundur tak ingin Soraya sentuh
" Naya maafkan mamah.mamah gak bermaksud menampar kamu nak " kembali Soraya meminta maaf.
" Cukup mah,sekarang katakan siap ibu kandung Naya? dimana dia sekarang? KATAKAN MAH " teriak Anaya di akhir ucapannya karna sudah tak sanggup menahan sesak di dada
" Sudah Naya,mah.kita bicarakan baik baik " bujuk ichika pada keduanya
__ADS_1
" Apa kalian sudah tau semua.kalian juga tau " Anaya mengedarkan matanya pada kakaknya dan pada ponakannya
Tampa mampu berbicara mereka mengangguk " Jadi di sini hanya aku yang tidak tau apa apa.kalian juga sama terpaksa baik dan sayang padaku selama ini " dengan nafas menggebu Anaya bertanya pada mereka
" Tidak seperti itu Naya, tolong kamu tenang dulu dengarkan penjelasan kami " Ersya mencoba membujuk Anaya namun,Anaya rasa semua itu sudah jelas Anaya sudah tak butuh penjelasan mereka.satu hal yang Anaya tau mereka semua membohongi nya dan semua yang mereka berikan kasih sayang,ke baikan dan yang lainnya semua itu palsu dan satu hal yang Anaya sadari sekarang tentang sikap ayahnya bahwa selama ini juga pasti Anaya sangka ayahnya pun Sama seperti yang lain semuanya palsu.
" Cukup kak aku tak butuh penjelasan karna semuanya sudah jelas "
" Apa yang kamu mengerti Naya dengan penjelasan kami dulu nay " sekarang giliran Daniel yang mencoba membujuk Anaya
" CUKUP..." jerit anaya dengan menutup kedua tangannya dan berlari menuju keluar
" Anaya tunggu..Anaya.." mereka semua ikut berlari mengejar Anaya namun sayang Anaya dengan cepat keluar gerbang dan berlari sekuat tenaga Samapi taksi lewat dengan cepat Anaya menyetopnya lalu masuk ingin cepat pergi.
semua penjaga yang di luar membiarkan anaya pergi karna mereka tidak tau kalo Anaya pergi karna ada masalah jadi mereka membiarkan saja.
" Kalian,kenapa kalian membiarkan anaya pergi " bentak Edward murka pada para penjaga
" Maafkan kami tuan kami tidak tau "
" Sudahlah jangan buang buang waktu kita kejar Anaya sekarang " ucap Devan mengingatkan Edward
Mereka para laki laki menaiki mobil mereka masing masing untuk mengejar taksi yang ditumpangi Anaya.
Sedang ichika dan ersya berusaha menenangkan Soraya yang histeris karna kepergian Anaya dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya sekarang Soraya menyesali perbuatannya yang mengungkap jati diri Anaya dia menyesal kenapa dia melakukan itu apa lagi dia mengingat kata kata yang tadi dia ucapakan pada Anaya yang Soraya tau itu sangat melukai perasaan Anaya
" Anaya__ " jerit Soraya lalu semua menjadi gelap dan Soraya tak sadarkan diri
Bersambung...
Nyesek gak sih 🥺
__ADS_1