Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 36


__ADS_3

" Siap mereka " ulang Asad kurang yakin


" Mereka ponakan gede ku " jawab Anaya kembali


" Ponakan jadi mereka hanya ponakan mu kenapa bisa " ucap Asad heran


" Asad tolong menjauh lah dari hadapanku aku tidak nyaman " pinta Anaya benar adanya bagai mana tidak nyaman kalo dari tadi jantungnya Anaya berdetak begitu kencang seperti genderang mau perang


Asad pun menjauh dari hadapan Anaya namun sorot matanya masih tertuju pada mata Anaya


" Asad berhenti bersikap seperti itu Mereka itu hanya ponakan gede aku ya karna aku onty kecil mereka aku adik kecil ibu mereka puas.." cerocos Anaya bercampur kesal


" Oohh " jawab Asad sambil manggut-manggut lalu tiba-tiba tersenyum


" ckck hanya begitu aneh " ucap Anya berdecak heran perubahan asad sangat begitu cepat kaya setelah gelap terbitlah terang wajah Asda itu terang banget full senyum setelah tau kebenarannya kalo kedua pria itu hanya ponakannya Anaya saja


" Nay,kita jadian yuk..." ajak Asad pada Anaya tiba-tiba


" APA j_jadian " jawab Anaya terbata karna terkejut ajakan Asad padanya yang begitu mendadak meski Anaya sudah tau kejujuran perasaan Asad tapi tetap saja ajak Asad sangatlah membuat Anaya terkejut apa lagi ajakan Asad kaya orang ngajak jajan tapi yang di ajak gak punya duit pasti sudah terbayang bagaimana perasaannya


" Kenapa, gak mau ya atau kita langsung nikah aja " kembali Anaya dibuat terkejut karna permintaan Asad yang langsung mengajaknya menikah rasanya Anaya mau pingsan aja ' Ya Allah kenapa gini amat ya seneng sih tapikan gak gini juga caranya udah gak ada kesan romantisnya ini mah bukan nya nembak tapi ditembak beneran bukanya ngajakin nikah tapi ngajakin perang ' gerutu Anaya dalam hatinya

__ADS_1


" Asad aku memang suka laki-laki yang apa adanya tapi aku juga gak suka terlalu terburu-buru inget itu Asad realisasikan dengan benar dan cara yang benar paham " setelah mengatakan itu Anaya langsung keluar dari ruangan Asad dengan pipi yang memerah dan menahan sesak Anaya tidak tahan berlama-lama di dalam bersama Asad karna akan di Pastika itu akan berdampak buruk pada jantungnya


Sebenarnya Anaya sangatlah senang perasaanya bahagia hatinya udah kaya taman bunga tapi Anaya pun masih punya rasa takut meski hatinya penuh bunga namun tidak semuanya penuh bunga ada sisi lain hatinya yang masih gelap penuh ketakutan jadi sejak tadi perasaan anya itu galau sebisa mungkin Anaya menutupinya tetap saja rasa takut itu mengalahkan rasa bahagianya ingin Anaya menjawab ya atau mau tapi rasanya mulut anaya itu kelu untuk mengatakan kata itu


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah selesai makan Daris dan Mita kembali bekerja karna waktu istirahat sudah habis waktunya mereka bekerja kembali


" Pak Daris terimakasih ya sudah menemani saya makan siang saya seneng banget lain kali mari kita makan bersama lagi " ucap Mita penuh percaya diri


" Sama-sama tapi aku rasa tidak akan ada lain kali karna ini pertama dan terakhir " dengan nada dingin dan tegasnya dari berucap


Sedang Asad sendiri di ruangannya setelah ditinggalkan Anaya sedang merenungi perbuatanya barusan " Aku rasa tadi itu tidak ada yang salah tapi tunggu dulu_" Asad Kemabli mengingat ucapan Anaya tadi ' Realisasikan dengan benar dan dengan cara yang benar '


" Astoge,kenap aku ceroboh sekali udah tau Anaya itu punya trauma bukanya membujuk Atua melakukan dengan hati-hati ini malah terburu-buru lagi " ucap Asad dengan sedikit mengacak rambutnya frustasi karna kembali telat menyadari kesalahannya tanpa menunggu lama Asad pun keluar dari ruangannya ia menghampiri Anaya di mejanya


" Nya, maafin aku maaf membuatmu takut aku tidak akan terburu-buru lagi kita hadapi bersama aku akan menyembuhkan ketakutanmu.maafkan aku nay " ucap Asad memohon maaf dari Anaya


" Iya aku maafin.kau benar ketakutan itu harus ku hadapi kalo begitu baiklah aku mau mencobanya aku mau jadi pacar mu dan kalo nanti ketakutan ku sembuh ayo kita menikah "


Deg

__ADS_1


Sekarang siap yang akan tidak biak-baik saja jantungnya mendengar ucapan Anaya yang menerima permintaanya sekaligus menerima cintanya Asad dibuat jadi patung terdiam jantungnya seperti mau loncat saking senengnya. ini yang ditunggu-tunggu bertahun-tahun akhirnya kesabarannya membuahkan hasil


" Asad kau baik-baik saja " tanya Anaya hawatir karna dari tadi Asad yang diam mematung


Asad melirik Anaya dan tiba-tiba


" Huuuuu akhirnya kau jadi milikku Anaya putri Chesa " teriak Asad kesenangan dengan cepat Asad memeluk Anaya dan membawanya berputar begitu senangnya dia Anaya pun ikut senang meski awalnya terkejut namun dia sudah bertekad mau melawan ketakutannya bersama Asad


.


.


.


.


🌺🌺🌺🌺🌺


AKHIRNYA MERAK JADIAN JUGAπŸ€—πŸ€— MESKI AGAK BERLAMA-LAMA SENGAJA 🀭🀭


SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA TINGALIN JEJAK NYA😘

__ADS_1


__ADS_2