Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 5


__ADS_3

Mendengar penuturan dokter,Soraya merasa terkejut kenapa suaminya memiliki penyakit seperti itu padahal selama ini Ali sehat sehat saja


" Kenapa bisa begitu dok,kenapa suami saya memiliki penyakit itu " tanya Soraya apa dokter merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar


" Oleh karna itu nyonya lebih baik kita bawa tuan ke rumah sakit untuk memastikan agar semuanya tidak keliru " jawab dokter itu kembali meminta membawa Ali ke rumah sakit untuk memastikan semuanya


Soraya pun menyetujui membawa Ali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.sesampainya di rumah sakit Soraya menyerahkan yang terbaik pada dokter ahli


" Dok,lakukan yang terbaik untuk suami saya " pinta Soraya pada dokter


" Baik nyonya " dengan dibarengi anggukan dokter itu menjawab lalu masuk kedalam ruang IGD


Setelah dokter masuk Soraya merogok handphone di tas nya lalu menghubungi ke dua anaknya


Tak lama kemudian ichika dan ersya datang ke rumah sakit mencari keberadaan Soraya


" Mah,bagaimana keadaan ayah mah? " tanya mereka berdua


merasa hawatir setelah mendengar kabar dari soraya kalo ayah mereka masuk rumah sakit


" Kita tunggu,dokter sedang memeriksa ayah " jawab Soraya berusaha tegar di depan anak anak nya namun,di dasar hatinya istriq mana yang tak hawatir melihat keadaan suaminya sendiri apa lagi dokter mengatakan Ali di diagnosis ada kangker di otaknya


Penyakit mematikan itu ada di dalam otak suaminya Soraya hanya mampu menghela nafasnya untuk meredakan kekhawatiran nya


Tak lama dokter pun keluar


" Dok bagi mana ayah saya " tanya Ersya dan ichika


Dokter terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan keluarga pasien. " Keadaan tuan Ali saat ini kurang baik beliau harus segera menjalani operasi untuk mengangkat sel kangker yang ada di otak agar tidak menyebar ke organ yang lain " jawab dokter Adam menuturkan


" Apa dokter bilang? ayah saya mengidap penyakit kangker otak " tanya ichika dengan terkejut


" Iya Nona,tuan Ali mengidap kangker otak stadium akhir." jelas dokter Adam kembali menuturkan


Mendengar penjelasan dokter kalo ayah mereka mengidap penyakit mematikan Ersya dan ichika merasa lemas tubuh mereka seakan tak bertenaga seketika mendengar penjelasan dokter membuat hati dan Bandan terasa lemas.


" Apa saya bisa melihat suami saya " pinta Soraya pada dokter Adam

__ADS_1


" Bisa,silahkan nyonya tuan Ali sudah di pindahkan ke ruang rawat." jawab dokter Adam


Soraya lalu pergi menemui suaminya dengan air mata yang tak hentinya mengalir menghawatirkan suaminya.


Di hampiri nya Ali yang terbaring lemah dengan banyaknya alat medis yang menempel di tubuhnya. diraihnya sebelah tangan Ali di genggamnya lalu kecup punggung tangan itu dengan tangis yang sudah tak bisa di bendung.


" Mas,kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari ku mas ? kenapa " tanya Soraya pada Ali yang tak sadarkan diri


" Ayah yang kuat yah,ada kami disini ayah harus sembuh " ucap Ersya memberi kekuatan pada ayahnya


...****************...


Di tempat lain di sekolah anaya.anaya sedang mendengarkan penjelaskan guru namun merasa jadi tidak fokus akibat terus terusan di ganggu oleh cowo gak jelas apa maunya dari tadi Anaya di jailin terus.karna merasa kesabarannya sudah di ujung tanduk Anaya pun menoleh ke belakang lalu menggebrak meja cowok gak jelas itu


" Mau elo apa sih " bentak Anya pada cowo itu


mendengar ada keributan di kelasnya guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran langsung memanggil mereka berdua.


" Anaya... Asad... keluar dari kelas saya.kalian di hukum tidak mengikuti jam pelajaran saya.kaean berbuat keributan di jam pelajar " dengan tegas pak Bagas guru yang terkenal killer dan dingin itu


" Gara2 elo,gue di huhum gue gak bisa ngikutin pelajaran pak Bagas.mau elo apa sih gangguin gue terus dari tadi " Anaya meluapkan kekesalannya pada Asad


" Galak bener sih,nanti cantiknya ilang loh " bukannya menjawab dengan santai Asad malah menggoda Anaya


kembali Anaya di buat kesal karna bukanya menjawab Asad malah menggodanya.anaya pun memilih pergi meninggalkan Asad yang malah mengikutinya


" Tungguin dong nay.. mau kemana sih " tanya Asad mengikuti langkah Anaya


" ke kantin laper gue " jawab Anaya tampa menoleh kebelakang


Mendengar itu Asad malah mengikuti Anaya ke kantin


Anaya memilih tempat duduk di pojokan Deket jendela jauh dari kebisingan. " Nay kamu mau makan apa biar aku pesenin" tanya Asad pada Anaya


" Apa aja yang penting berkuah " pinta Anaya merasa sudah sangat lapar karna tadi pagi gak sempet sarapan karna kesiangan


" Oke,aku pesanin mie goreng " jawab Asad mulai memesan

__ADS_1


mendengar jawaban Asad Anaya melototkan matanya " gue kan pesenya yang berkuah Asad bukan mie goreng.paham gak sih " dengan sedikit nyolot Anaya memberi tau


" Yang berkuah, salah ya sorry.oke aku pesan soto dua ya Bu.. " pesan Asad pada ibu kantin


" Jangan cemberut gitu dong nay.iya maaf aku salah. siapa suruh kamu cuekin aku terus dari kemarin" tutur Asad meminta maaf karna kesal di cuekin terus sama Anaya dari kemarin


" Siap yang nyuekin elo emang elo siapanya gue perasan biasa biasa aja " jawab Anaya dengan cuek.


" Iya kamu kan calon pacar aku jadi aku gak mau kamu cuekin.aku mau kamu melihat dan merespon apa yang aku lakuin ke kamu " jawab Asad dengan percaya dirinya mengakui Anaya sebagai calon pacarnya


" What, apa elo bilang tadi gue calo pacar elo jangan mimpi bangun wooyy..ini udah siang " ketus Anaya meras heran dengan Asad cowok aneh di depannya itu


Asad adalah murid pindahan yang baru satu Minggu ini Anaya kenal.namun baru juga kenal satu Minggu Asad sudah mengaku ngaku kalo dia adalah calon pacarnya.


" Jangan gitu dong nay emang beneran kok kamu itu calon pacar aku karna aku suka sama kamu dari pertama kita ketemu " dengan santainya Asad malah mengutarakan perasaannya


Merasa jengah dengan ocehan Asad Anaya lebih memilih makan soto pesanannya karna ia harus fokus untuk menghadapi pelajaran selanjutnya dari pada meladeni ocehan Asad yang menurutnya aneh itu.ya memang tak ada yang salah dengan ungkapan Asad itu hak dia perasaannya namun bagi Anaya itu terlalu cepat dan aneh karna Anaya belum mengenal betul Asad cowok yang baru satu Minggu ia kenal.


" Nay,jangan diem terus dong jawab kenapa " rengek Asad seperti anak kecil minta permen


" Apa sih sad gue lagi makan nih gak liat apa " jawab Anaya merasa kesal


diganguin terus dengan pertanyaan Asad


" Jawab dulu mau ga kamu jadi pacar aku " kembali Asad mengungkapkan perasannya..


Bersambung....


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


__ADS_2