
Anaya merasa sedikit terkejut Asad tau semua tentangnya Anaya pikir Asad hanya mencintainya karna dia mempunyai kemiripan dengan ibunya.anaya jadi menyadari kalo asad ternyata benar benar mencintainya dia tau segala hal tentang dirinya bahkan trauma yang ia alami pun Asad tau padahal tidak ada yang tau akan hal itu hanya keluarganya lah yang tahu kondisi Anaya sebenarnya.
" Nay,jangan kau tatap aku seperti itu aku tau aku tampan " ucap Asad mulai keluar narsisnya
" Jangan kepedean,aku harus pergi Mita menungguku " balas Anaya dengan mengalihkan pembicaraan
" Nay jangan pergi dulu kita makan siang bersama saja aku masih ingin berduaan dengan mu " pinta Asad apa adanya karna memang Asad pun masih ada yang ingin ia ungkap tentang dua pria yang berani mendekati Anaya.
" Tapi sad,kasian Mita nungguin " balas Anaya merasa tak enak karna pasti Mita menunggunya
" Tenang aja minta pasti ada yang nemenin " jawab Asad
" Siapa yang nemenin Mita orang janjiannya sama aku gak adalah pastinya "
" Ada aku udah nyuruh Daris buat gantiin kamu makan bareng sama Mita "
" Waht, kok bisa jangan bercanda Asad " ucap Anaya tak percaya
" Beneran nay aku udah nyuruh Daris ke kantin "
" Dan dia mau, tapikan dia dingin datar kaya gitu mana mungkin mau makan bareng sama cewe " tanya Anaya belum percaya
" Karna aku yang memerintahkan ku pikir pasti dia bersedia " jawab Asad meyakinkan
__ADS_1
" Jangan pikirkan soal Mita lagi biar Daris yang urus.aku sudah memesan makanan untuk kita berdua tinggal tunggu saja " jawab Asad memberi jalan tengah.asad sengaja menyuruh Daris menggantikan Anaya makan siang di kantin bersama Mita karna Asad tidak ingin anaya pergi darinya meski hanya makan bersama teman nya
Bukankah itu sangat berlebihan belum jadi saja udah oper protektif begitu...
Sedang di tempat lain lebih tepatnya di kantin orang yang di bahas Anaya dan Asda Meraka terlihat memang sedang berdua di meja yang sama berhadapan dengan makanan dan minuman yang sama hanya tampang mereka yang berbeda.daris dan Mita memasang raut wajah yang begitu ketara yang satu datar tanpa ekspresi dan yang satu memasang wajah terkejut dengan sumringah suasana makan siang kali ini sangatlah luar biasa bagi mita karna dia satu meja dengan orang kedua paling penting di perusahan ALPA Grup dan orang yang pastinya juga Mita sukai.ya,Mita memang mempunyai rasa pada Daris bagai mana tidak punya rasa Daris itu punya karisma tidak beda jauh dari bosnya tinggi tampan tapi dingin dan datarnya melebihi dari bosnya Asad.
Tapi meski begitu tidak menyurutkan Mita untuk berhenti berusaha mendekati Daris karna pikirnya tidak bisa dapatkan bosnya masih ada asistennya.
" Apa kau akan kenyang dengan terus menatapku " ucap Daris berkata dengan dingin tanpa menatap pada orangnya
" Emmm,a_ aku " Mita gelagapan tak bisa berkata karna ketauan dari tadi terus menatap Daris dan mengabaikan makanannya
" Cepatlah habiskan makananmu sebentar lagi waktu istirahat berakhir " kembali Daris berkata tanpa melihat pada Mita dan masih fokus dengan makanannya
Di ruangan Asad terlihat dua orang itu juga sedang menikmati makan siangnya dengan sambil sesekali tertawa karna ulah Asad yang membuat kelucuan
" Asad apa aku boleh bertanya " tanya Anaya
" Tetu boleh dong nay siapa yang melarang mau tanya apa "
" Kamu tadi bilang sama aku kalo aku bersikap manis dan tersenyum pada laki-laki lain apa maksudmu " tanya Anaya penasaran
" Sebenarnya itu juga yang ingin aku tanyakan dari tadi.tadi pagi aku melihat kau di antar pria dan kemarin aku juga melihat kau juga bersama dua pria sikapmu pada mereka begitu manis aku jadi berpikir apa trauma mu sudah sembuh tapi kenapa padaku kau masih cuek tidak semanis pada mereka " jawab Asad mengutarakan kembali kekesalannya karna merasa cemburu pada kedua pria itu
__ADS_1
" Jadi ceritanya kau sedang cemburu saat ini hahaha.." akhirnya tawa Anaya pecah juga kena sudah tak tahan sedari tadi menahan sejak asad cerita Anaya sudah bisa menebak siap yang di maksud
" kenap kau tertawa apa ada lucu " tanya Asad dengan raut wajah heran karna dia tidak merasa sedang bercanda apa lagi melucu.yang sedang ia lakukan saat ini dia sedang protes karna cemburu
" Kau memang lucu Asad " kembali Anaya tertawa
" Aku sedang cemburu nay apanya yang lucu" ucap Asad lalu mendekatkan wajahnya pada Anaya yang sedang menertawainya seketika tawa Anaya berhenti karna melihat wajah nya dan Asad dalam jarak yang begitu dekat beberapa centi lagi mungkin hidung mereka menempel
" A_apa yang kau lakukan Asad " ucap Anya gugup
" Aku ulang siap mereka Nay " tanya Asad kembali
" Tapi jangan begini tolong menjauh sedikit "
" Anaya Putri Chesa " geram Asad
kalo Asad sudah menyebut namanya dengan lengkap berarti sudah tidak ada bantah lagi.
" iya..iya..mereka ponakan gede ku " jawab Anaya cepat dengan memalingkan wajahnya kesamping menghindari tatapan mata Asad
πππππ
Jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1
selamat membaca βΊοΈβΊοΈ