
Mendengar suara dari arah belakang membuat Tia dan Anaya menoleh ke belakang
" Elo,ngapain kesini "tanya Anaya ketus
" Ini kan tempat umum bebas dong aku ke sini juga." jawab Asad datar
" Nay,Lo ada masalah sama dia.gitu banget sih " bisik Tia pada Ayana
" Ceritanya panjang nanti gue ceritain" jawab Anaya berbisik juga
" Kenapa kalian bisik bisik ada orangnya loh disini " sindir Asad seolah tau apa yang mereka bahas
" Kepedean " jawab mereka berdua
" Nay,aku kesini cuma mau pamitan sama kamu karna aku akan melanjutkan studi ku ke luar negri aku mau ke Amerika." kata Asad lalu melangkah mendekati Anaya di raihnya tangan Anaya lalu ia genggam.
Anaya sendiri hanya bisa diam seolah terhipnotis dia menurut mendengarkan apa selanjutnya yang akan Asad katakan
" Nay,meski kamu sekarang belum mau membuka hatimu untuk ku tidak apa tapi tunggulah aku sampai aku kembali dan aku di sana akan menjaga hatiku hanya untukmu percayalah " pinta Asad pada anaya.sedang Anaya sendiri mendengar perkataan Asad hatinya seakan luluh dan tampa sadar menganggukkan kepalanya
melihat anggukan Anaya.asad seolah mendapat lampu hijau dari Anaya kedua sudut bibirnya mengembang lalu Asad pun membawa Anaya dalam pelukannya
" Aku janji akan cepat kembali dan menyelesaikan studiku.aku akan cepat menemui mu dan meminta mu langsung pada keluarga mu " janji Asad ia ucapkan dan semakin mengeratkan pelukannya
" L_lo mau bunuh gue Asad gue gak bisa nafas " ucap Anaya sambil terus memukul punggung asad Karana merasa sesak
" Maaf aku kelewatan ya " ucap Asad
" Sesek tau dan yah Lo jangan kegeeran.emmm.. kalo mau pergi ya pergi aja gue gak perduli Lo mau kemana juga." ketus Anaya memalingkan wajahnya dari tatapan Asad.
Sedang Asad sendiri gak mendengar ucapan Anaya yang sedari tadi ngoceh yang Asad perhatikan justru wajah Anaya yang semakin cantik kalo sedang jutek kaya gitu dan dia mau puas puasin liat Anaya karna akan lama tidak akan ketemu
" Udah dramanya " ucap Tia yang sejak tadi menyaksikan drama Romains sepasang insan yang akan berpisah oleh jarak dan waktu
__ADS_1
Seketika dua insan itu baru tersadar kalo ada Tia dari tadi tapi Asad berekspresi biasa aja dia gak peduli banyak yang liat atau enggak.yang terpenting apa yang mau ia sampaikan sudah ia sampaikan
" Kalian itu romantis banget sih kapan kalian jadian__" pertanyaan dari Tia belum selesai keduanya sudah memotong nya
" enggak "
" belum "
Jawab mereka berdua jelas berbeda
" Mana yang bener sih.belum atau enggak " Tia merasa bingung
" Belum,aku akan memintanya kembali setelah aku pulang dari amerika.kamu tunggu aku ya nay" kembali Asad meminta itu pada Anaya.
" Terserah.tia gue balik duluan Bayu " Anaya lebih baik pergi meninggalkan mereka dari pada nantinya ia di tanya tanya terus lebih baik menghindar
Anaya memilih langsung pulang kerumahnya ingin menunjukan hasil kelulusannya yang menurutnya ini adalah peningkatan besar karna berhasil jadi peringkat ke dua karna sebelumnya Anaya tidak pernah masuk peringkat itu
" Iya Naya,bisa gak sih kamu itu gak harus teriak teriak gitu emang ini di hutan " jawab Soraya sedikit ketus
" Maaf mah aku dari tadi cariin mamah karna pengen nunjukin ini hasil kelulusan aku_ " belum selesai ngejelasin Soraya udah motong duluan ucapan Anaya
" Palingan juga kamu peringkat sepuluh lagi kaya biasanya iya kan " cibir Soraya Tampa membuka dulu isi amplop di tangan Anaya yang sedari tadi ia tunjukan pada soraya
" emmm.. mah kenapa gak di buka dulu hasilnya Anaya gak peringkat ke sepuluh lagi " pinta Anaya pada Soraya karna merasa di abaikan
" Jadi kesembilan palingan juga dari dulu kamu itu gak pernah bisa banggain keluarga kita dengan hasil nilai kamu " ucap Soraya sambil mengambil amplop yang di pegang Anaya dengan malas
" Kamu__" ucapan Soraya tergantung karna melihat hasil kelulusan Anaya yang ternyata peringkat kedua bukan kah itu hebat
" Iya mah Naya peringkat ke dua Naya selama ini sering telat bangun karna Naya belajar sungguh2 karna mau nunjukin ke ayah dan mamah Naya bisa punya nilai bagus " ucap Anaya lalu setelah itu Naya pergi ke atas berlari menahan tangis yang ingin segera di tumpahkan di kamarnya.
" Nay... Anaya tunggu " Soraya mengejar Anaya ke kamarnya namun sampai kamar Anaya kamar itu sudah terkunci
__ADS_1
Anaya mengunci kamarnya lalu bersandar pada pintu mengabaikan Soraya yang terus mengetuk pintu memanggil namanya.
" Naya,maafin mamah bukan maksud mamah begitu nay.buka pintunya sebentar anaya " pinta Soraya terus mengetuk pintu kamar Anaya namun tak ada jawaban sedikit pun dari dalam.soraya pun pergi mungkin akan iya coba bicara lagi nanti saat makan malam
Setelah tak terdengar lagi suara Soraya memanggilnya Anaya pun akhirnya menumpahkan apa yang sejak tadi iya tahan tangis yang sedari tadi iya tahan Tampa suara akhirnya pecah
" Ayah... Naya lulus yah Naya bisa yah Naya udah dapet nilai tinggi.tapi kenap disaat Naya udah dapatin itu mamah malah berubah yah mamah berubah yah..? ucap Anaya di dalam Isak tangisnya
Anaya terus menangis sampai ia lelah lalu anaya pun tertidur
sampai tiba waktunya makan malam Anaya tidak ikut makan karna masih tertidur.soraya sendiri lelah menunggu akhirnya menyuruh ART untuk mengantarkan makan malam ke kamar Anaya
Sedang di tempat lain setelah pertemuannya di sekolah tadi Asad bersandar di sofa kamarnya dengan senyum yang tak hilang sejak tadi mengingat pelukan nya tadi seketika membuat pipi dan telinganya memerah
Melihat ada yang berbeda di wajah anaknya Naura Rasyd sang ibu mendekatinya lalu duduk di samping Asad
" Kayanya ada yang lagi jatuh cinta nih " goda Naura pada anaknya
Mendengar suara ibu nya seketika membuat Asad terkejut dengan kehadiran Naura
" Astagfirullah ibu ngagetin aja.sejak kapan ibu masuk kamar Asad gak ketuk pintu dulu " tanya Asad kaget
" Kamu ini yah,siap bilang ibu gak ketuk pintu dulu dari tadi ibu panggilin tapi kamu nya yang gak denger eh tenyata gimana mau denger kalo orangnya lagi senyum senyum gak jelas gitu." jawab Naura panjang lebar
" Hehehe maaf Bu,Asad gak denger tadi " balas Asad dengan cengir kuada nya mengaruk tengkuk nya yang tak gatal karna malu ketauan ngelamun sambil aenyum2 sendiri
" Kamu sehat kan atau beneran kamu lagi jatuh cinta ya ayo ngaku sama ibu siap cewe itu ?" paksa Naura Karan penasaran dengan menggelitik anaknya
" Ibu udah geli hahah geli bu.iya Asad ngaku tapi udah dulu jangan di klitik terus " pinta Asad menyerah dengan pertahanannya kalo ibu nya udah Mede seperti ini itu artinya udah gak ada cara lain lagi kecuali jujur
" Cewe itu__ "
bersambung......
__ADS_1