Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 21


__ADS_3

"Asad jangan bikin aku hawatir cepatlah sadar " ucap Anaya di sela Isak tangisnya yang tak hentinya dari tadi Daris yang sedang menyetir pun dari fokusnya terbelah dua di satu sisi hawatir dengan keadaan Asad kedua mendengar Anaya yang terus menangis dan dengan sikap beraninya Anaya pada bosnya seakan mereka pasangan.membuat Daris pikiran Daris bercabang ' ada apa ini sebenarnya siapa Anaya sebenarnya ' ucapan itu terlontar hanya di dalam hatinya saja karna sekarang yang terpenting Daris harus segera sampai rumah sakit.


Mereka pun sampai di rumah sakit keluarga Asad Dengan sigap perawat membawa brangkar dan membawa Asad ke UGD


" Tolong tangani tuan muda secepatnya dokter " pinta Daris pada dokter tersebut


Asad pun di bawa kedalam ruangan untuk di beri pertolongan.sedang Daris dan Anaya menunggu diruang tunggu " Kau tunggu di sini aku harus menghubungi keluarga tuan " pinta Daris pada Anaya agar tetap disitu.tnpa di pinta pun Anaya pasti akan menunggu karna dia sangat menghawatirkan keadaan Asad. Setelah mengatakan itu Daris pun pergi untuk menghubungi kelurga Asad


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu Anaya dan Daris menghampiri dokter


" Bagai mana dok " tanya keduanya


" Tuan muda sudah melewati masa sulitnya tinggal menunggu tuan sadar.tuan akan kami pindahkan keruang rawat " ucap dokter menjelaskan


" Apa saya bisa melihatnya dok " tanya Anaya


" Tentu saja bisa nona tapi jangan sampai menganggu pasien " jawab dokter memperbolehkan


Asad pun sekarang sudah di pindahkan ke ruang inap VVIP dengan Anaya dan sang asisten Daris menunggu Asad yang belum juga sadar.tak beberapa lama Asad pun sadar


Seettt


Ringis Asad setelah sadar membuka mata mengedarkan pandangan nya mencium bau menyengat Asad pun tersadar kalo dia sedang di rumah sakit


" Daris " panggil Asad lirih

__ADS_1


mendengar namanya di panggil Daris pun menghampiri Asad dengan hati yang lega karna akhirnya bosnya sadar juga


Anaya juga ikut menghampiri Asad ikut merasa lega Asad sudah kembali sadar


" Tuan sudah sadar " bersamaan mereka berdua menanyakan hal itu


" Daris aku haus " ucapnya


Dengan sigap Daris pun mengambilkan minum untuk Asad Asad pun meminum minuman yang di berikan Daris


Selang berapa lama orang tua Asad pun datang " Asad sayang kamu kenapa bisa kaya gini " ucap seorang perempuan yang sudah tak lagi mudah namun tetap cantik di usianya cinta pertamanya Asad siap lagi kalo bukan ibu nya nyonya Naura dan di dampingi sang suami tuan Albi


" Aku gak papa ko Bu " jawab Asad bohong padahal kenyataannya sedang menahan denyutan di kepalanya." Gak papa apanya Asad kalo gak papa gak bakalan kamu di sini sekarang " ucap ibunya Asad gemas dengan sikap anaknya yang berbohong menyembunyikan rasa sakitnya


Karna tidak ingin menganggu karna ada kedua orang tua Asad Anaya pun memilih menunggu diluar


menyadari Anaya akan keluar Asad pun menghentikan Anaya


" Nay, kamu mau kemana " cegah Asad menghentikan Anaya yang mau membuka pintu


" Eh T_ tuan saya mau tunggu di luar saja tidak mau mengganggu " jawab Anaya hati hati


" Sudah tidak papa kamu di sini saja " bukan Asad yang melarang melainkan ibunya nyonya Naura


" Tapi nyonya "

__ADS_1


" Sudah kamu di sini saja biar saya yang keluar " potong Daris dan di susul dengan tuan Albi " benar kamu di sini saja temani istri saya dan Asad " tuan Albi dan Daris pun keluar karna memang ada yang ingin albi tanyakan soal perusahaan di hari pertama Asad bekerja


" Sini nak " panggil nyonya Naura pada Anaya.anaya pun menghampiri ibunya Asad " siap nama mu " tanya nya mengawali perkenalan


" Nama saya Anaya nyonya,saya sekertaris tuan muda " jawab Anaya lengkap


Sambil melirik Asad Naura paham melihat anak nya menatap Anaya dengan tatapan yang berbeda oleh karna itu Naura menahan Anaya agar tetap menemani Asad.


" Asad makan dulu ya terus minum obat " ucap Naura sang ibu


" Nanti saja Bu aku belum mau " tolak Asad dengan lembuttidak mau makan karna harus minum obat nantinya karna asad paling tak suka dengan obat bukan apa Asad kalo di suruh minum obat akan susah karna dia gak bisa menelan obat apa lagi tablet


" Sedikit aja ya sayang " bujuk Naura


" Bu aku gak mau nanti saja " kembali Asad menolak bujukan Naura


Naura pun pasrah karna Naura paham penolakan Asad yang menunda untuk makan karna ingin menghindari meminum obat sifatnya itu persis sepertinya yang tidak menyukai obat.naura pun meletakan piring berisi makanan itu di atas meja lalu dia pun beranjak ijin mau keluar sebentar karna ada yang mau di beli


" Ibu keluar dulu sebentar ya sayang.anaya tolong teman anak saya ya " ucapnya pada Anaya dan Asad


" Iya nyonya " setelah nyonya Naura keluar Anaya pun menghampiri Asad yang dari tadi hanya diam seperti memikirkan sesuatu


" Tuan saya minta maaf karna ketidak tau an saya karna tuan masuk rumah sakit " Anaya memberanikan diri membuka suara meminta maaf


" Itu bukan salah mu nay,tidak apa apa jangan terlalu dipikirkan kamu juga jadi sekertaris ku belum ada satu hari jadi wajar kamu belum tau apa yang aku suka dan tak suka " jawab Asad menenangkan Anaya yang Asad tau dari raut wajah kekhawatiran dan rasa sesal karna insiden ini

__ADS_1


__ADS_2