
Asad memperhatikan Anaya didepannya yang ternya Anaya di temani dua laki laki dewasa.geram ingin rasanya Asad menghampiri Anaya dan membuat kedua laki laki itu pergi dari miliknya
Sementara orang yang di perhatikan dengan santainya malah merangkul laki laki satunya dan bergelayut manja di tangan lelaki itu.
Asad melihat itu mengepalkan kedua tangannya menahan amarah cemburu lebih tepatnya. jelas Asad cemburu karna yang seharusnya anaya lakukan itu Anaya lakukan padanya bukan pada laki laki itu
" Naya kamu ini malu dong udah gede juga " ucap Daniel karna tingkah Anaya yang manja padanya
" Biarin aja kenapa,aku kan kangen udah lama gak kaya gini sama kakak " balas Anaya acuh
" Eh Naya,sama gue juga kali kita udah lama gak ketemu tapi Lo gak manja-manja an sama gue " ucap Edward merasa di Anaya pilih kasih padanya.namun sebenarnya itu hanya gurauan saja ingin tau reaksi Anaya padanya
" Oh ceritanya kak Ed itu iri, sini biar adil Naya peluk juga " ucap Anaya langsung memeluk Edward jadilah sekarang kedua tangan Anaya bergelayut manja pada keduanya.tampa Anaya sadari kelakuan Anaya seperti itu membuat orang di belakangnya semakin kesal ingin rasanya Asad memisahkan ketiganya tapi Asad tidak mau membuat kerusuhan di tempat itu akan sangat memalukan nantinya yang dilakukan Asad hanya diam melihat kelanjutannya seperti apa meski harus menahan emosi
Setelah puas bermanja Anaya pun melepaskan gandengannya dan mulai bertanya tentang hal penting yang akan mereka bahas
" Kak,sebenarnya kalian mau ngomongin apa sama aku " celetuk Anya memulai pembicaraan
" Begini nay,soal perusahan Oma kita pengen kamu berhenti bekerja dan mengurus perusahaan Oma kita gak tega liat Oma kerja di usianya kamu emang gak tega nay " balas Edward mengungkapkan keinginannya.mendengar itu Anaya terdiam meletakan minuman yang ia pegang lalu menghela nafas nya sejenak sebelum membalas ucapan edward barusan.
__ADS_1
" Kak Ed kak Daniel ini juga sebenarnya yang ingin Anaya bahas sama kalian seharusnya yang ngomong kaya gitu itu aku kalian para lelaki emang gak kasian liat oma kalian kelelahan bekerja keras mempertahankan perusahan demi kalian tapi kalian malah acuh.kenapa harus aku kak,sedang kalian yang berhak sebagai cucu laki -laki di keluarga kita apa kalian lupa aku ini siapa selain itu aku sebagai anak perempuan merasa tak berhak atas perusahaan kak.apa yang membuat kalian enggan untuk membantu Oma coba beri satu alas kak " bala Anaya meluapkan unek-unek nya rasanya gemas melihat kedua ponakan gedenya yang seenaknya memberi tangung jawab padanya sedang mereka yang mempunyai hak.
" Naya bukanya kakak gak mau membantu Oma tapi kakak punya kesibukan sendiri karir sendiri kamu tau kan Kaka itu dari dulu kurang minat kalo di kantor hati kakak kurang minta di bidang itu kakak udah nyaman dengan pekerjaan Kakak.kaka takut kalo seandainya Kaka memaksakan diri yang ada nantinya gak baik dan menghancurkan apa yang selama ini Oma bangun dan pertahankan." ucap Daniel memberi tau alasannya
" Oke lasan kak Daniel masuk akal tapi bagi mana dengan kak Ed apa alasan kakak " Anaya meminta alasan dari edward
" Sebenarnya aku bias aja bantuin Oma tapi aku cuma berpikir masih ada kak Daniel sama Devan dan juga kamu Naya.aku juga ada kerjaan aku membantu ayah ku di kantor " balas Edward apa adanya
" Hanya itu kak alasannya Kaka itu bener bener ya.denger ya kak Ed alasan kakak itu gak bisa aku terima kak, itu sama aja gak kasihan sama mamah Soraya.di kantor kak Erik dia masih bisa handel sendiri apa lagi kak Erik itu laki-laki sedang di perusahaan mamah.Oma kalian itu perempuan tua yang sudah waktunya diam menikmati hari tua kak " jawab Anaya mulai emosi gemas dengan pemikiran ponakannya itu
Melihat Anaya yang mulai merubah nada bicaranya seperti itu Edward mau pun Daniel sama sama menelan salivanya kalo Anaya sudah tegas seperti itu akan sangat patal nantinya mereka sudah hapal akan seperti apa nasibnya nanti kalo seandainya mereka menolak keinginannya Anaya
' kita melupakan hal ini onty kita kalo udah begini maka habislah kita ' lalu mereka mengusap wajah masing masing merasa prustasi.menyadari hal itu Anaya diam mengerti kode apa yang barusan ponakan gedenya lakukan
" Kalian ya bener bener,ya udah terserah kalian kalo masih sayang sama Oma kalian bantu tapi kalo kalian gak sayang lagi kalian jadi cucu durhaka " Anaya pun berdiri dari posisinya dan bergegas meninggalkan kedua ponakan gedenya kesal itu yang sekarang Anaya rasakan karena tidak mau terjadi hal yang Anaya inginkan terjadi dia lebih memilih pergi dan akan melampiaskan kekesalannya pada hal lain.anaya menaiki motor gedenya dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi melihat itu ke tiga laki laki yang masih terdiam di posisi masing masing langsung berlari keluar cafe tak lupa mereka menyimpan uang tagihan di atas meja.
Mereka akan mengejar Anaya merak tidak mau terjadi sesuatu pada Anaya penyesalan mulai kedua laki laki itu rasakan Edward dan Daniel menyesal kenapa mereka tidak memikirkan matang matang keputusan mereka " Anaya benar Kak, gak seharusnya aku bersikap seperti ini seharusnya kita bisa bersikap dewasa bukan malah membuat onty kita marah begini " ucap edward menyadari sikapnya selama ini
Dua mobil mengejar kemana Anaya pergi namun nihil mereka tidak berhasil mengejar Anaya mereka kehilangan jejak.asad menepikan mobilnya mencoba menghubungi Anaya tapi tak di angkat begitu pun hal yang sama kedua ponakan gedenya juga menghubungi Anaya namun nihil Anaya tak kunjung mengangkat teleponnya
__ADS_1
" Bagai mana ini Kak habislah kita kalo Oma sampai tau " keluh edward mulai resah
" Aku juga tidak tau Ed,pokonya kita harus temukan Naya bagai manapun kamu tidak mau kan kena amukan oma juga " balas Daniel tak kalah resah
Anaya terus mengendarai motornya tanpa mengurangi kecepatan emosinya benar benar harus tersalurkan karna Anaya tidak bisa menghajar kedua ponakannya karna tidak mau sampai mereka terluka jadilah motor sebagai pelampiasannya.anaya melajukan motornya menuju ke sebuah danau buatan tempat dimana biasan Anaya menenangkan diri di sana anaya akan meluapkan semua kekesalannya.
Sampailah di Danu Anaya menepikan motornya segera turun menuju danau Anaya menarik napasnya dalam dalam dan mulailah berteriak sekencang kencangnya
AAAAAAAA.... AAAAAAAA....
" GUE KESEL SAMA KALIAN GUE BENCI SITUASI KAYA GINI AAAAAAAA "
Sudah puas meluapkan emosinya Anaya meluluhkan tubuhnya ke tanah terduduk dan mulai menangis menumpahkan bebannya lewat tangis Anaya paling tidak suka kalo sudah berada di situasi kaya gini
" Berisik.... "
🍁
🍁
__ADS_1
🍁