Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 30


__ADS_3

Kedua wanita beda usia itu saling berpelukan mereka tak terpisahkan bagai ibu dan anak kandung perbedaan di antara mereka tak menghalangi ikatan yang sudah di bangun penuh ke tulisan cinta kasih sayang yang murni jadi tidak ada kata anak tiri maupun ibu tiri seratus itu tertutup oleh ketulusan mereka masing-masing.


Interaksi yang Anaya dan mamanya lakukan ternyata tak luput dari penglihatan Dua orang lelaki yang sejak tadi hanya diam melihat mereka berpelukan melihat ibu dan anak dalam situasi seperti itu siapa yang berani dan tega menganggu pasti lah tidak akan ada yang berani


Tetapi meski mereka diam tetap saja mama Soraya tau ada orang di belakangnya." Kalian mau tetap di situ tidak mau bergabung bersama kami.merasa terciduk kedua orang itu terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya menghampiri sang Oma tercinta


" Maaf Oma kami hanya tidak mau menganggu saja jadi kami diam " jawab Daniel memberi alasan

__ADS_1


" Iya Oma maaf " timpal Edward


Melihat raut wajah gugup tidak enak hati dari kedua cucunya mamah Soraya pun tersenyum samar merasa gemas melihat kedua cucu nakal nya itu ingin rasanya mencubit gemas pipi mereka namun tiba saja muncul ide jail dari benak mama Soraya,


" Baiklah Oma maafkan tapi ada syaratnya..." mana Soraya menjeda ucapannya sengaja ingin tau ekspresi mereka ternyata sesuai ekspektasi raut wajah itu yang Oma mereka inginkan


" Nungguin ya..." celetuk mana Soraya datar menggoda dua cucunya mendengar mananya menggoda ponakannya Anaya sekuat tenaga menahan tawa ingin rasanya tertawa keras mengejek kedua ponakannya tetapi Anaya urungkan lebih baik ia tahan karna mengingat tadi sore kekesalannya yang mereka buat belum hilang jadi alangkah baiknya biar mananya yang mewakili mengerjai dan memberi sedikit pelajaran buat mereka Anaya tau namanya pasti mau sedikit memberi pelajaran karna kedua cucunya ini sangat lah nakal gak kasihan pada Omanya jadilah Anaya mendukung memilih diam menikmati apa yang akan mamanya perbuat

__ADS_1


" Baiklah syaratnya dalam satu Minggu ini kalian berdua bergantian antar jemput Anaya kerja itu hukumannya. kalian pikir Oma gak tau apa yang kalian perbuat seharian ini jangan harap kalian bisa menolak karna itu termasuk hukuman sebenarnya kenap kalian membuat onty kalian menangis dan membuat naya membawa motor sampai sekencang itu " ucap mamah Soraya tegas namun dalam hari ingin sekali tertawa Kana melihat kembali ekspresi kedua cucunya yang kaget plus tegang karna ketauan


'" B_baik Oma kami terima hukumannya.maafkan kami ya Naya Oma kami tidak bermaksud seperti itu beneran sumpah " jawab keduanya dan dilengkapi dengan kedua jari mereka di bentuk huruf v


Karna sudah tak tahan lagi menahan tawanya Anaya pun tertawa ngakak raut wajah melas mereka itu bikin gak nahan rasanya puas terbayar sudah rasa kesalnya dengan kegemasan mereka


" Hahaaa hahaha..."Anaya terus tertawa sampai meneteskan air mata dan sakit di perutnya

__ADS_1


" Terus aja tertawa dasar gak punya hati tertawa di atas penderitaan orang lain gak berprikemanusiaan " ucap Edward ketus karna kesal onty satunya itu menertawakannya padahal jelas sekali tadi sore ontynya itu marah pada mereka sampai menghilang dan membuat kalung kabut mereka berdua tapi lihat sekarang dia malah sedang tertawa di atas penderitaan nya


" Seneng kamu Naya gak marah lagi kan sama kita.biarin deh di hukum antar jemput kamu asal jangan harus nyari-nyari kamu yang hilang gak jelas " timpal Daniel menambahkan awal ya Daniel ingin menolak hukuman dari Omanya tapi setelah di pikir dan apa lagi melihat Anaya yang sudah kembali semula Daniel rela melakukannya


__ADS_2