
Pagi pun datang Anaya terbangun dari tidur nyenyak nya badan terasa enteng pikiran pun jadi fres dia pun bergegas turun dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri.
Tak berselang lama mamah Soraya memanggilnya dari balik pintu " Naya udah bangun belum itu daniel udah datang " panggil mamahnya
" Udah mah lagi siap-siap sebentar lagi turun " sahut Anya dari dalam karna nanggung sedang bersiap memakai bajunya
" Baiklah cepat turun kalo sudah ya "
" Ya mah "
Setelah mamahnya pergi Anaya pun melanjutkan bersiap lalu memoles wajahnya tipis karna Anaya tidak suka ber make up terlalu tebal apa lagi menor Anaya lebih suka natural saja.
" Naya buruan udah siang nih aku mau ada janji " teriak Daniel dari atas tangga karna merasa sudah terlalu lama anaya bersiap sejak tadi Oma nya turun mengatakan Anaya sedang bersiap.
" Gak sabaran banget ih kakak " jawab Anaya sambil turun tergesa karna panggilan Daniel
" Masalahnya aku ada janji Naya,lagian kamu lama banget dadanya " jawab Daniel sedikit kesal
" Kaka ini, namanya juga perempuan wajarlah kalo agak lama kan harus sempurna biar ada yang lirik " tambah Anaya membela diri
" Harus sempurna biar ada yang lirik " tiru daniel mengulang ucapan Anaya sambil meledek
" Jang harap ya kamu sembarangan di deketin cowo.awas aja itu cowo kalo berani deketin kamu sudah pasti_" daniel tidak meneruskan ucapannya karna kini dia ditatap begitu tajam oleh sang empu yang membuat daniel menelan salivnya
" Kenap gak di lanjutin pasti apa Hem " tanya Anaya maju mendekat pada Daniel dengan kedua tangan dilipat di dada nya.menyadari ucapannya Daniel menutup mulutnya rapat dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Anaya
" Awas aja kalo kakak berani mengulang hal aneh lagi bersama kedua adik kakak jangan salahkan aku bila nanti kalian akan sulit mencari ku " ancam Anaya jengah dengan tingkah ponakan gedenya dengan ke posesif pan mereka yang selalu mengerjai cowo mana saja yang berani deketin onty kecilnya itu mereka selalu punya cara untuk menjauhkan para cowo dari Anaya makanya dulu di sekolah cowo tidak ada yang berani deketin Anaya setelah kejadian yang membuat Anaya troma.meskin di awal Anaya suka dengan perlakuan ponakan gedenya yang melindunginya dari para cowo tapi semakin kesini semakin dibiarin mereka semakin aneh dan tentunya kasian pada para cowo korban mereka bertiga.
Emang parah ya mereka...
" Naya,itu kan buat kebaikan kamu biar kamu aman "
" Aman apanya yang ada aku di jauhi dan gak punya temen di anggap aneh lagi lagian aku udah dewasa kalian gak perlu lagi buat yang aneh-aneh aku bisa jaga diri dan lagian aku juga pengen kaya yang lain punya pacar ada yang mengencani gak sama kalian terus " ungkap Anaya menggebu gebu meluapkan unek-uneknya
__ADS_1
" Kalian ini pagi-pagi sudah ribut ada apa sih " tanya mamah Soraya menghampiri mereka karna mendengar keributan.
" Kak Daniel tuh mah,yang duluan " adu Anaya sambil meledek daniel dengan menjulurkan lidahnya terkiki pelan lalu pergi menuju meja makan
" Kok aku sih Naya,enggak kok Oma kami hanya bercanda " elak Daniel berbohong
" Ayo Oma kita sarapan Daniel ada janji nanti telat " ajak Daniel pada Omanya mengalihkan perhatian
Mereka pun sarapan dengan tenang karna mamah Soraya menerapkan ketenangan tidak ada yang berbicara kalo sedang dimeja makan
" Mah aku sudah selesai,oh yah mah nanti aku gak pulang kesini mau pulang ke apartemen ada bekas yang aku tinggal di sana jadi sekalian kerjain di sana juga " ijin Anaya pada mamahnya
" Yah rumah mamah sepi lagi dong,padagal mamah itu lebih tenang kalo kamu disini saja nemenin mamah.mama itu hawatir kamu sendirian di sana."
" Mah namanya nya juga mandiri ya sendirilah kalo banyakan itu namanya jadi bukan mandiri dong jadinya membanyak hehe" balas Anaya dengan candaan agar mamahnya gak sedih
" Kamu itu bisa aja jawabnya,iya udah gak papa tapi kabari mamah kalo sudah di apartemen dan inget jaga diri kamu hati hati pokonya "
" Iya mah ku sayang yang cantik yang bawel cup " Anaya menciumi mamahnya dalam pelukannya
...**********...
Anaya pun sampai di depan perusahaan ALPA Grup dengan gedung menjulang tinggi dua puluh lantai.anaya pun turun dari mobil Daniel tak lupa melambaikan tangan tanda perpisahan pada Daniel namun Tampa di sadari Anaya interaksi yang Anaya lalukan tak luput dari perhatian dua pasang mata siap lagi kalo buka mata Asad putra Anggara.
" Beraninya dia mendekati Anaya ku " geram Asad melihat Anaya di dekati pria lain
Bagai mana tidak geram dia semalaman tidak bisa tidur karna terus memikirkan ucapan anaya yang tidak bisa ia temukan jawabnya setelah sampai di kantor berharap menemukan jawabnya malah dapat jawab melihat pemandangan yang tak bisa Asad terima.
Anaya pun sampai di meja kerjanya mulai mengerjakan pekerjaan semua berjalan seperi mestinya sampai jam makan siang tiba.karna Asad sudah tidak tahan lagi mencoba mendiami Anaya sebagai bentuk protesnya dia malah tidak ada respon sedikitpun dari Anaya dengan tak sabaran Asad pun keluar dari ruangannya menuju meja Anaya yang kebetulan Anaya beranjak ingin makan siang bersama Mita
" Anaya keruangan saya " Asad berucap dengan nada dingin nya lalu kembali masuk ke ruangannya
Anaya melihat raut keseriusan Asad mengurungkan niatnya " Naya kamu di panggil bos,apa kamu bikin kesalahan nay " tanya Mita heran bosnya memanggil di jam istirahat begini
__ADS_1
" Perasaan enggak deh aku mengerjakan semuanya dengan baik kok " jawab Anaya ikut heran
" Terus ada apa ya si bos manggil kamu Naya "
" Aku juga gak tau,lebih baik kamu duluan ke kantin nanti aku nyusul aku mau nemuin bos dulu " ucap Anaya menyuruh Mita pergi duluan
Tok
Tok
" Masuk " Anaya pun masuk langsung menghadap pada bosnya
"Ada apa ya tuan apa ada yang bisa saya bantu apa tuan butuh sesuatu " tanya Anaya langsung pada bosnya.
" Berhenti nay jangan terlalu formal kita sekarang berdua lagian ini jam istirahat " balas Asad mengingatkan
" Ada apa Asad kamu memanggilku,udah tau jam istirahat aku lapar mau makan Asad " jawab Anaya ketus karna Asad malah memangilnya disaat ia mau ke kantin membuat Anaya kesal karn pasti harus menahan laparnya kalo sudah asad panggil begini
Melihat raut wajah Anaya Yang Sedang kesal membuat kekesalan yang tadi sempat ingin ia lupakan seketika hilang berganti gemas melihat tingkah Anaya di depannya Asad pun berdiri melangkah mendekati Anaya yang berdiri di depan mejanya di tatapnya wajah kesal itu dengan teliti
" Kamu semakin manis kalo sedang marah begini nay " sambil menoel sedikit dagu belah nya Anaya
" Asad apa sih " ketus Anaya tak suka dengan perlakuan Asad padanya
" Jangan marah gitu dong yang seharusnya marah itu aku bukan kamu " balas Asad mengingat kembali kekesalannya
Anaya mendengar itu mengerutkan dahinya " Emang kenapa kamu marah " tanya Anaya polos
.
.
.
__ADS_1
.
🍁🍁🍁