
Naya benar benar kesal dengan tingkah Asad dia benar-benar mencari kesempatan dalam kesempitan memanfaatkan Anaya dengan alasan sakitnya.setelah menyuruhnya menyuapi Asad kembali menyuruhnya dengan banyak hal lainnya yang gak penting dan itu membuat Anaya merasa kesal bagaimana tidak kesal seperti saat ini Asad menyuruhnya mencari uban di kepalanya sedang kan mana ada uban boro-boro uban ketombe aja gak ada.
" Asad cukup aku sudah tidak tahan lagi " teriak Anaya jengkel dengan menghela nafasnya dengan sorot mata tajam menunjukan protes dan muak dengan tingkah lakunya Asad
" Nay,kamu kenapa teriak-teriak emang ada yang salah ya " jawab Asad sok polos menanggapi kekesalan Anaya padanya.
" Kamu nanya kamu bertanya-tanya " balas Anaya dengan membalikan pertanyaan memutar matanya jengah dan tak lupa melipat kedua tangannya di dada
" Apa lagi itu nay " jawab Asad dengan raut wajah heran apa lagi dengan nada seperti itu Asad baru mendengar hal seperti itu
Menghela nafas kasar Anaya memejamkan matanya untuk meredakan emosinya sesaat." Asad sebenarnya apa mau mu kenapa dari tadi kamu_" Anaya tidak mampu meneruskan ucapannya karna merasa percuma ia lanjutkan juga toh pada akhirnya ia juga yang akan di salahkan.
Melihat tingkah dan kekesalan Anaya yang seperti itu justru di mata Asad Anaya semakin mengemaskan
Mengemaskan katanya guys..
orang lagi naik darah di bilang mengemaskan di bagian mananya coba guys, menggemaskannya..
Asad jangan ngadi-ngadi
" Nay kamu tau,dengan tingkah mu yang seperti itu membuatmu semakin mengemaskan " ceplos Asad membuat Anaya yang mendengar itu membulatkan matanya tak percaya dengan jawan Asad barusan
' Jawaban macam apa itu orang lagi kesal begini di bilang mengemaskan apa mata Asad katarak gak bisa bedain marah sama ngelucu ' ucap Anaya hanya dalam hatinya
" Ter serah " jawab Anaya dengan mengeja ucapannya lalu melengos menghindari Asad menjauh dan memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
" Beneran nih terserah " ucap Asad kembali menggoda Anaya
mendengar ucapan Asad Anaya melemparkan tatapan tajamnya pada Asad dan hal tek terduga terjadi bukanya takut Asad malah tersenyum lebar menanggapi tatapan tajam Anaya.
Karna Anaya tak mau pusing ia pun memilih mengabaikan Asad dengan memainkan ponselnya
Asad yang merasa di cuekin tak habis akal ia turun dari tempat tidurnya lalu menghampiri Anaya di sofa.sebenarnya Asad itu sudah di perbolehkan pulang dari tadi pagi namun Asad bukannya pulang justru memanfaatkan momen itu untuk berduaan Asad melakukan itu hanya ingin menebus kerinduannya selam bertahun tahun jauh dari Anaya ia selalu menahan diri untuk tidak menemui Anaya meski ada kesempatan.Asad Hanya ingin memenuhi janjinya ia akan kembali dan akan menemui Anaya kalo dia sudah bisa meraih cita citanya kelulusan dan sukses dan itu terbukti sekaranglah waktunya Asad tidak akan membuang buang waktu sudah saatnya meraih cintanya
Sadar ada yang duduk di sampingnya Anaya pun menoleh melihat ke arah di sampingnya dan benar saja dugaan nya Asad pasti akan menyusul ikut duduk di sofa
" Sayang kenapa aku di cuekin sih " pertanyaan itu lolos dari mulut manis Asad apa lagi dengan embel-embel kata sayang di awalnya dan itu sudah pasti membuat Anaya langsung menatap Asad tak percaya Asad memanggilnya dengan sebutan itu
" Apa barusan kamu bilang " tanya Anaya memastikan
" Aku tanya kenapa aku di cuekin aku ini lagi sakit Anaya aku butuh perhatian bukan di cuekin " balas Asad gemas dengan tingkah nya Anaya
'" Oh yang itu,sayang kenap_"
" Cukup,kenapa kamu memanggilku seperti itu Asad bagai mana kalo ada yang dengar mereka akan salah paham " ucap Anya di potong oleh Asad " Biarkan saja mereka salah paham justru itu bagus " ucap Asad santai menangapi ucapannya barusan
" Asad kita itu tidak ada hubungan apa-apa selain antara sekertaris dan bos.jadi jangan membuat gosip yang aneh aneh " pungkas Anaya menekankan
" Kata siapa tidak ada hubungan apa-apa Karan mulai saat ini detik ini juga kamu resmi menjadi calon istriku " balas Asad dengan penuh percaya diri
Blus
__ADS_1
Mendengar hal seperti itu perempuan mana sih yang gak tersipu di klaim menjadi calon istri dari Asad pria tampan,tajir,penuh pesona baik hati dan tidak sombong
Nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang engkau dusta kan
Namun Anaya dengan cepat menyembunyikan rasa itu karna akan sangat malu kalo ketauan.anaya tidak akan mau menangapi pengakuan Asad barusan Karana kembali seperti dulu Anaya tidak mau kembali menerima hal yang bersifat instan dalam hal cinta menurut Anaya Asad masih terlalu cepat mengungkapkan perasannya karna mengingat pertemuannya yang kembali lagi baru saja dua hari itu memperjelas keraguan Anaya pada perasaan Asad menurutnya lagi Asad termasuk pria yang gampang mengumbar cinta.bagi Anaya cinta itu butuh proses tidak instan seperti ini Anaya bukan juga perempuan yang percaya pada cinta pandang pertama karna menurutnya itu bukan cinta.cinta pada pandangan pertama itu dipenuhi satu hal yaitu ga*rah.
Cukup Anaya di bohongi dan hampir di lecehkan oleh kebodohannya dulu percaya akan bualan pria dengan embel-embel cinta pandangan pertama dan bulan lainnya.cukup Anaya mengambil pelajaran dari masalalu yang membuatnya waspada agar jangan percaya dulu dengan laki-laki yang mengumbar cinta.
Dan jangan lupakan tiga ponakan gedenya dengan ada mereka yang ikut menjaga dan mendukungnya semakin menambah yakin kalo dia memang harus berhati hati pada laki-laki kalo tidak ada mereka yang mengawasi dan mengingatkan nya sudah pasti Anaya bisa-bisa masuk lubang yang sama lagi Karan bualan laki laki itu tajam setajam silet kalo tidak hati hati maka akan terluka, luka yang di hasilkan dari termakan bualan itu hasil lukanya tak berdarah.terluka tapi tak berdarah...
Anaya tertawa sinis jika sudah mengingat kebodohannya percaya pada bulan cinta pria pengumbar cinta.
" Asad dengerin aku ya, jangan mengumbar hal yang belum pasti lebih baik kamu tata dulu,pastikan dulu apa yang kamu rasakan dan setelah yakin dan itu benar barulah kamu realisasikan tapi dengan cara yang benar " tutur Anaya memberi penerangan pada Asad
Nay,berasa kaya lampu aja kamu ngasih penerangan
Asad tertegun mendengar penuturan Anaya ia terdiam tak mengerti maksud ucapan Anaya namun Asad berusaha mencerna ucapan itu
waktu menjelang siang Asad memutuskan untuk pulang dari rumah sakit dia mengurungkan niatnya untuk berlama lama di rumah sakit bersama Anaya akhirnya Asad pun pulang tapi tidak ke rumah orang tuanya melainkan ke apartemen pribadinya. sungguh setelah mendengar perkataan Anaya tadi Asad merasa tak tenang di dalam mobil Asad selalu memikirkan ucapan Anaya ia harus mencari jawaban dari maksud ucapan Anaya tadi.
' Apa maksud ucapan Anaya tadi kenapa aku tidak bisa berpikir dengan jernih ayolah berpikir ' gerutu Asad dalam hatinya sambil melirik Anaya yang duduk di samping nya.
🍀
🍀
__ADS_1
🍀