
Lama mereka terdiam akhirnya salah satu dari mereka membuka suara
" Mau sampai kapan kita diem begin perasaan bukan lagi mengheningkan cipta deh " celetuk Edward sok polos niatnya buat cairkan suasana malah
" Awwww sakit woy," ringis Edward karna kena cubitan cantik dari Anaya di pahanya karna kebetulan Edward sedang duduk di samping Anaya jadilah paha Edward kena sasaran empuk cubitan kepiting dari anaya.
" Lagian siap suruh pada diem apa lagi mengheningkan cipta di kata gue udah metong gitu " ceplos Anaya merasa kesal karna ulah Edward
" Udah udah kenapa jadi pada ribut sih " ucap Daniel mencoba menenangkan
" Nay,kayanya kamu udah sembuh jadi gak perlu lagi di jagain aku harus pergi masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan " potong Devan dengan suara datarnya mengalihkan perdebatan non faedah mereka karna dirasa memang Anaya sudah terlihat membaik terlihat dari sudah bisa berdebat lagi dengan Edward.
" Ah elah Lo tuh gak asik Dev,apa gak ada alasan lain gitu buat pergi dari sini selain alasan kerjaan " ketus Edward yang sudah hapal kebiasaan Devan yang gak suka keributan karna dia lebih suka ketenangan sepi kaya kuburan.devan akan selalu menghindar dari hal yang non faedah menurutnya padahal menurut yang lain asik asik aja
Emang dasar satu orang ini berbeda dari pada lain orang lebih asik ngumpul ngumpul sedang dia enggak suka lebih milih mojok sibuk dengan dunia nya
" Gue juga hera sebagai kakak nya gue punya Ade tapi rasa gak punya ade.van rubah kebiasaan Lo dikit napa, sering seringlah ngumpul bareng kita biar batu es lo cair " ejek Daniel pada adiknya
" Terserah " jawab Devan acuh lalu pergi keluar Tampa memperdulikan mereka yang terus mengejeknya
__ADS_1
sebenarnya Devan itu dulu gak kaya gitu tapi sejak kejadian dulu waktu dia kehilangan kepercayaan pada seseorang jadi lah dia menjadi seperti itu jadi lebih pendiam dan pemilih dalam segala hal sekali pun itu sama keluarganya sendiri.
" Sorry ya nay,kita jadi ngingetin Lo sama__" ucap Daniel terpotong oleh karna Anaya memotong ucapannya
" Udahlah kak gak papa lupain aja Naya gak papa ko jangan ungkit ataupun bahas soal itu lagi " pungkas Anaya tak mau mendengar hal itu lagi
" Baiklah kita minta maaf ya nay.ya sudah gue juga harus pergi ada janji jadi maaf gak bisa nemenin Lo lama lama " ucap Daniel kembali meminta maaf dan segera pergi tak lupa mengacak rambut Anaya lalu pergi
" Jadi tinggal kita berdua sekarang " lirik Edward pada Anaya
" Sepertinya,memangnya kenapa " Anaya balik bertanya
" kenapa kak Ed tanya soal dia " jawab Anaya dengan pertanyaan kembali" Ya soalnya kayanya lo suka sama tu cowo " tebak edward
" Apaan sih,biasa aja Naya itu belum kenal lama sama tu cowo " jawab Anaya jujur karna memang benar adanya
" Benarkah,tapi kayanya tu cowo beneran suka sama Lo deh " kembali edward menebak karna merasa Asad berbeda dari yang lain
kenapa jadi kaya lirik lagu
__ADS_1
" Asad itu emang aneh dia nyatain cinta kaya emak emak nawar sayuran " menggeleng heran sambil tersenyum membayangkan kejadian Asad waktu pertama nyatain dengan cara terus memaksa. maksain keinginan dia meski itu memang gak salah karna perasaan cinta adalah anugrah.
" Itu hak dia mau seperti apapun perasaan gak gampang dirubah.hanya saja waktu yang kurang tepat " tutur Anaya panjang bener
"Jadi ?" tanya edward
" Ya jadi gimana apa nya " ucap Anaya tak mengerti
" Ya seratus li lah masa seratus gue kalo gue mah udah ada banyak " ucap edward enteng
" Idiihhh pede bener apa katanya tadi banyak.mau cari pacar apa mau bikin grup sih perasaan gampang bener ngucapinnya dasar play boy capa karet " ketus Anaya tak suka
" Jawab dulu kenapa si nay,gue kan serius " rengek Edward tak derima
" Ya gak ada seratus apa2 kami lebih tepatnya aku gak mau dulu mikirin pasangan lulus sekolah juga baru, universitas yang mau di tuju juga belum dapet boro boro mikirin pacar kak " jawab Anya apa adanya
" Bener nih mau ngejomlo dulu " goda Edward merasa tak yakin dengan ucapan Anaya.
" Untuk sekarang ya, gak selama ya " jabab Anaya menekankan
__ADS_1