Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 6


__ADS_3

Anaya merasa mulai jengah dengan tingkah Asad yang sedari tadi ngoceh memaksa dia untuk menerima cintanya yang jelas2 Anaya gak tertarik menjadi pacarnya dari sikap Anaya aja itu seharusnya Asad tau kalo dia gak tertarik tapi Asad kekeh dengan kemauannya


" Nggak.. udah deh jangan ngaco,gue gak tertarik sama tawaran elo lebih baik cari yang lain sonoh jangan gue " pinta Anaya merasa risih


" Tapi Nay,aku maunya kamu gak mau yang lain.mau ya jadi pacar aku." kekeh Asad berusaha meyakinkan Anaya agar mau menerimanya


" Cukup ya sad,gue kan udah bilang enggak ya engga kenapa elo maksa sih " bentak Anaya pada Asad karna Anaya rasa Asad udah gak bisa di bilangin dengan cara halus


Anaya pun bangkit dari duduknya Lalau keluar dari kantin merasa kesal.untuk saat ini bukan saatnya untuk meladeni asad.dia harus fokus pada ujiannya.bukan Anaya tak tertarik pada Asad sebenarnya Anaya merasa sedikit tertarik sama Asad siapa yang gak tertarik coba.asad itu tinggi putih tampan keren lagi buktinya setelah membentak Asad tadi ada sedikit rasa tidak tega atas perlakuannya padahal maksud Anaya bukan untuk itu dia cuma gak mau punya hubungan dulu apa lagi sekarang dia lagi mau ujian jadi Anaya hanya pengen fokus sama belajar aja tapi gak tau kalo nanti setelah dia menerima kelulusan


Mendengar bentakan Anaya.Asad seketika terdiam Asad mulai berpikir.


Apa aku terburu buru ya makanya Anaya menolak ku


gumam Asad pada dirinya sendir.tetapi meski Anaya menolaknya bukan berarti Asad akan berhenti di situ Asda justru semakin tertantang dengan sikap Anaya yang seperti itu.


" Baik cantik,kau boleh menolak ku sekarang tapi tidak untuk nanti " dengan seringan tak terbaca Asad ucapkan


Setelah masuk kelas bahkan sampai pulang sekolah pun benar saja Asad gak gangguin dia malah menjadi pendiam.berpapasan di gerbang pun Asad hanya lewat tak menoleh sedikit pun pada Anaya seperti tak pernah terjadi apa pun.


Namun melihat diamnya Asad kok Anaya ngerasa aneh hatinya merasa gak suka Asad diam begitu.


' Apa aku gak keterlaluan ya tadi.ah bodo amat siapa suruh terlalu kePD an kan kena bentakan ' gumam Anaya dalam hatinya


Anaya pun masuk ke dalam mobil jemputan nya menuju pulang namun di perjalanan Anaya mendapat kabar kalo ayahnya masuk rumah sakit.anaya pun segera menuju ke rumah sakit


Anaya sampai di rumah sakit di susul ke tiga ponakan gedenya


" Kakak,kalian baru tau juga "tanya Anaya pada ke tiganya


" Iya,ayo kita masuk " jawab Daniel mewakili


Merekapun menuju kamar rawat Ali


tokk..tokk...


Suara pintu di ketuk dan di susul empat orang anak manusia masuk ke ruangan itu


" Ayah.. " panggil Anaya menghampiri ayahnya


" Naya,kamu datang " ucap Ali pelan karna memang Ali baru saja sadar di saat Anaya memanggilnya

__ADS_1


" Mas,kamu sadar " kata Soraya meliha Ali sadarkan diri setelah Berjam jam tak sadarkan


" Ayah... bagai mana kabar ayah,kenapa ayah bisa masuk rumah saki,sakit apa ayah " tanya Anaya beruntun bertanya apa ayahnya yang baru sadar itu.


" Ayah gak papa jangan hawatir " jawab Ali singkat


" Ayah bilang jangan hawatir tapi ayah masuk rumah sakit bagian mananya yang harus kita gak hawatirin ayah " ucap Anaya agak ketus.


" Naya.. udah diam " di tariknya Anaya agak menjauh dari hadapan Ali oleh Edward untuk menghindari perdebatan nantinya


" Tenang dulu Naya,Ed tolong kamu panggil dokter buat periksa opa." ucap Ersya memerintahkan pada anaknya dan berusaha menenangkan Anaya


...----------------...


" Ayah sakit parah kak,bagai bisa " Anaya berucap sambil terus menyeka Ari matanya yang sedari tadi tak henti sejak mengetahui keadaan ayahnya


" Udah nay,ini udah takdir opa. kita semua juga sama terkejut sedih liat keadaan opa " ucap Edward menenangkan Anaya


Hari semakin sore Soraya meminta anak dan cucunya untuk pulang


" Ichika,Ersya kalian pulanglah biar ayah bersama mamah " pinta soraya pada mereka


" Gak mah,biar aku aja yang di sini mamah pulanglah sama Anaya istirahat besok mamah bisa kesini lagi " pinta ichika pada mamahnya


" Yasudah ichika temenin disini biar yang lain pulang " ucap ichika menyetujui


" Kalian pulang lah besok kemari lagi " ichika menyuruh mereka pulang


Anaya dan yang lainnya pun pulang sepanjang perjalanan Anaya terdiam memikirkan keadaan ayahnya apa dia sanggup menerima kenyataan pahit nantinya.


Tess


Kembali air matanya menetes meski hubungannya bersama ayahnya kurang baik namun Anaya tetap menyayangi ayahnya Anaya gak mau kehilangan ayahnya mengingat penyakit mematikan yang ayahnya derita saat ini


" Non,yang sabar ya semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk tuan " ucap supir pribadi Anaya mendoakan


" Amiin,makasih pak semoga ayah cepet sembuh yah " jawab Anaya mengaminkan


hari berganti hari Minggu berganti bulan pun berganti tak terasa 3 bulan setelah keluarga Ali mengetahui keadaan nya mereka tak pernah jauh dari Ali.mereka silih berganti menjaga Ali membantu Soraya yang kini sibuk tidak hanya mengurusi suaminya namu perusahan juga karna Wisnu sang asisten tak bisa menghandle nya sendiri.


Saat itu Ali sedang di rawat rumah sakit karna drop Ali tetap kekeh dengan keinginannya yang menolak kemoterapi Ali beralasan dikemo atau enggak tetap akan mati juga jadi Ali hanya menunggu waktu saja

__ADS_1


Keadaan Ali semakin memburuk dokter sudah tak bisa berbuat apa2 lagi dokter menggeleng saat keluarga pasien bertanya.


"Nona tuan memanggil ada masuklah " dokter memberi tau


Anaya yang di panggil langsing melirik Soraya dan kakak nya meraka paham maksud dari tatapan anaya.soraya pun mengangguk tanda setuju


" Masuklah " kata Soraya


Anaya pun masuk menemui ayahnya di lihatnya Ali yang memandang kedatangan nya.dengan tersenyum Ali menyuruhnya kemari


" Naya,kemari lah " pinta Ali dengan mengulurkan tangan lemahnya tanda ingin meraih tangan Anaya


" Ayah... " lirih Anaya menghampiri meraih tangan ayahnya lalu digenggam dan dikecupnya berulang2


" Naya,maafkan ayah selama ini ayah belum bisa jadi ayah yang baik buat kamu.maafkan ayah karna mengabaikan mu ayah banyak salah sama kamu.tapi meski begitu ayah sangat menyayangi mu Naya kamu harta ayah yang paling berharga " dengan deraian air mata Ali mengungkapkan isi hatinya yang selama ini ia pendam


" Ayah jangan berbicara seperti itu,ayah adalah ayah terbaik buat naya.naya yang harus nya mint maaf karna belum bisa jadi banggan ayah,naya sayang sama Ayah.ayah harus sembuh ayah harus kuat biar kita sama2 turus " pinta Anaya merasakan kan sakit dengan ucapan ayahnya


" Na__naya tetaplah bahagia A_ ayah sa_ say_ang ka_kamu.. " dengan nafas tersengal lalu tak lama setelah ucapan terakhir Ali patien monitor pun mengeluarkan suaran panjangnya


Melihat tanda di monitor Anaya pun panik kepalanya menggeleng tak mau percaya akan tanda itu Anaya menjerit memangil nama ayahnya


" AYAH... " jerit Anaya


mendengar jeritan Anaya orang yang di luar pun masuk merasa terkejut dengan terusan itu


" Ada apa na_ ya " ucap Soraya terbata karna melihat dan mendengar suara monitor cepat Soraya menghampiri dokter pun masuk memeriksa Ali


" Ayah.. jangan tingali Naya ayah.. "


" Mas... tidak mas jangan tinggalin aku mas... " jerit Soraya memeluk suaminya


dokter hanya bisa menunduk meminta maaf


" Catat jam kematian pasien " pinta dokter pada perawat


" Opa... " ucap para cucu ikut menangis atas kepergian opa mereka


" Ayahhh... " panggil Anaya lalu setelahnya terkulai tak sadarkan diri


Bersambung.....

__ADS_1


ikut nangis gays... pas ngetik ini🥺🥺


__ADS_2