
Waktu semakin malam Anaya rasa ia harus segera pulang di tambah Anaya sedang meras perutnya berdemo ingin diisi dan menimbulkan rasa perih.anaya pun memutuskan untuk meminta ijin untuk pulang dulu biar besok ia kembali lagi
" Tuan,nyonya saya mau pamit pulang dulu sudah malam " ijin anaya pada ibu dan ayah Asad Karan Asad sudah tertidur mungkin efek obat
" Ya sudah pulang lah biar Daris mengantarkan mu pulang terima kaih sudah menemani Asad maaf sudah merepotkan mu " ucap nyonya Naura berterimakasih pada Anaya Karan sudah membantu merawat Asad
" Sama sama nyonya saya tidak merasa keberatan merawat taun muda itu sudah termasuk tugas saya nyonya " jawab Anaya merasa tidak keberatan
Setelah meminta ijin pulang Anaya pun keluar dari rumah sakit itu Anaya melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan angka sembilan itu artinya dia sudah melewatkan jam makan malamnya juga kembali Anaya merasakan perih di perutnya " Alamat kambuh asam lambung ku ini,sebaiknya aku pulang ke rumah mamah aja lebih dekat dari sini rasanya sudah gak kuat " anaya pun menunggu taksi di pinggir jalan tapi yang berhenti bukan taksi melainkan mobil Daris.daris menurunkan kaca mobilnya
" Ayo masuk,biar ku antar kau pulang " ajak Daris menawarkan mengantarkan Anaya pulang
" emmm,tidak usah sa_" Daris langsung memotong ucapan Anaya " Masuk tuan besar meminta ku untuk mengantarkan mu " pungkas Daris dengan nada datar
" B_baiklah kalo begitu " jawab Anaya menurut lalu masuk kedalam mobil
" Kemana aku mengantarkan mu " tanya Daris membuka keheningan karna sedari tadi hanya keheningan Anaya terus memalingkan wajahnya kearah samping sedang Daris fokus menyetir.
" ke jln xx blok x " jawab Anaya canggung
Di antara mereka masih ada kecanggungan apa lagi Daris yang masih ingat dengan perbuatannya tadi siang yang sempat membentak Anaya di karenakan Daris hawatir dengan keadaan Asad
" Maaf " satu kata itu Daris ucapkan dengan nada datar
Mendengar Daris berucap Anaya pun menoleh kearah Daris karna tak terlalu jelas mendengar ucapan Daris.
" Apa pak Daris tadi berkata sesuatu " tanya Anaya memastikan
" Maafkan aku Anaya " kembali Daris mengulang ucapannya di tambah menjadi tiga kata " untuk apa pak Daris meminta maaf " tanya Anaya heran mengerutkan dahinya
" Tadi siang aku membentak mu " jelas Daris dengan wajah tanpa ekspresi
__ADS_1
Sedang Anaya mendengar penuturan Daris hanya ber oh ria saja.lalu kembali diam seolah cuek tak perduli dengan perkataan daris padanya
' Emang enak aku cuekin ' ucap Anaya dalam hatinya seolah membalas perbuatan Daris padanya Anaya tak mau menanggapi permintaan maaf dari Daris karna menurut Anaya Daris seperti tidak tulus meminta maaf padanya
" Kenapa kau diam saja apa kau tak mau memaafkan ku " tanya Daris Karana merasa tak di tanggapi
" Tidak apa-apa,aku hanya lelah cepatlah sedikit " jawab Anaya tidak mau menangapi Karana Daris masih saja belum tulus meminta maaf padanya dan lagi Anaya sudah tak tahan dengan rasa perih di perutnya akibat asam lambungnya naik.
Akhirnya mobil daris sampai juga karna memang hanya butuh sekitar 15 menit untuk sampai ke ruang mamah Soraya.anaya pun turun dari mobil Daris tak lupa juga mengucapkan terimakasih pada Daris
Setelah mobil Daris pergi Anaya pun memasuki gerbang di sambut oleh penjaga di sana " Malam non Naya " sapa para penjaga " Malam pak supri,pak adi.mamah ada gak " tanya Anaya sambil memasuki gerbang
" Ada non,nyonya ada hari ini gak kemana-mana katanya kurang enak badan " jawab pak supri
Mendengar mamah Soraya sakit dengan cepat Anaya masuk.
" makasih pak aku masuk dulu ya " lalu melanjutkan langkahnya kedalam rumah melupakan rasa perih yang tadi sempat ia rasakan. mengucap salam dan Bi Arum menyambut kedatangan Anaya
" Aku baik bi,mamah mana bi katanya sakit bener itu bi?" tanya Anaya menanyakan mamahnya
" Nyonya di atas non,lagi istirahat kecapean karna baru pulang dari luar kota " mendengar itu Anaya merasa bersalah karna di usianya mamah Soraya masih harus mengurusi perusahaan peninggalan ayahnya.
Dengan langkah cepat Anaya pun naik ke atas menuju kamar mamahnya " Assalamualaikum,mah " ucap salam Anaya membuka pelan pintu kamar mamah Soraya.
Dilihatnya mamah Soraya yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya " Wa' alaikum salam,Naya.." jawab mamah Soraya terkejut sekaligus senang Anaya datang ke rumahnya
" Sayang kenapa kesini gak kabari dulu kalo tau kamu mau datang mamah pasti masakin makanan kesukaan kamu " tanya mamah Soraya
" Sengaja mah,aku pengen kasih kejutan eh taunya malah Naya yang di kejutin " ucap Anaya sendu karna kesehatan mamahnya menurun karna kelelahan.
" Mah kenapa mamah gak berhenti aja ngurusin kantor ayah.mamah kenapa gak nyuruh kak Daniel atau kak Ed untuk membantu mamah biar mamah istirahat aja di rumah " bujuk Anaya merasa kasihan.
__ADS_1
" Mamah juga maunya begitu nay,tapi mereka nya yang terus menolak setiap kali mamah pinta selalu saja ada alasannya.belum siap lah,masih belum pantas lah.mamah gak ngerti jalan pikiran mereka." jawab mamah Soraya lesu kalo sudah mengingat cucu-cucunya itu
" Biar nanti Naya yang bicara pada mereka mah, mereka itu keterlaluan katanya sayang sama Oma nya tapi ngebiarin Oma nya kecapean sendiri keterlaluan " ucap Anaya dengan nada kesal rasanya tangan Anaya ingin sekali mengacak nagacak rambut mereka.
" Dari pada menunggu mereka kenap tidak kamu saja nay yang bantuin mamah " pinta mamah Soraya akhirnya mengutarakan keinginannya
" Aku mah " tunjuk Anya pada dirinya sendiri
" Iya kenapa gak kamu saja yang bantuin mamah " kembali Soraya mengulang permintaannya
" Maaf mah Naya gak bisa alasan nya ada dua.pertama Naya perempuan di keluarga ini sedang masih ada cucu laki-laki yang lebih berhak mengurus perusahaan di banding Naya kedua Naya juga bekerja bahkan Naya tadi pagi baru menandatangi kontrak baru sebagai sekertaris dari tuan muda Asad putra Anggara CEO baru di ALPA GRUP. " pungkas Anaya panjang lebar dengan nada yang lesu
Lesu karna dua hal juga menjadi sekertaris dari Asad sungguh pastinya akan menguras emosi dan yang kedua karna kelaparan.
" Tapi nay_" mamah Soraya menghentikan ucapannya karna tiba tiba saja mendengar Anaya meringis kesakitan memegangi perutnya
Seettttt
" Sakit mah asam lambung Naya naik Naya lupa makan siang tadi " ucap anaya langsung menjelaskan karna melihat tatapan mamahnya yang sudah Anaya tau artinya.
" Naya kamu ya kebiasaan suka sekali menunda-nunda makan " omel Soraya meras gemas dengan kebiasaanya itu
" Ayo sebaiknya kita turun perut kamu harus segera diisi terus minum obat mu " ajak mamah Soraya dengan nada hawatir. kalo sudah mendengar nada bicara seperti itu sudah dipastikan Anaya meras tak enak hati dan ujung-ujung nya dia akan merepotkan mamahnya itu hal yang ingin sekali Anaya hindari tapi untuk saat ini dengan sangat terpaksa Anaya harus merepotkan mamah Soraya.
🍀
🍀
🍀
Bersambung...
__ADS_1