
" Berisik..." seru seseorang di belakang Anaya tepatnya di bawah pohon rindang yang membuat Anaya yang mendengar ada suara tapi tak ada wujudnya seketika berbalik mencari cari asal suara karna tak terdengar lagi suara itu Anaya pun melanjutkan tangisnya kembali karna merasa belum puas
Namun,kembali suara itu terdengar
" Berisik...bisa diem gak sih gak liat apa ada orang lagi tidur " ucap seorang di balik pohon itu
Terdengar jelas itu adalah suara manusia Anaya pun berhenti dari tangisnya seketika berdiri merasa merinding namun kembali suara itu hilang.karna penasaran Anaya pun menghampiri pohon itu mencari asal suara
AAAAAA..
Anaya berteriak terkejut ternyata memang ada orang di bawah pohon sampai Anaya terjungkal ke belakang saking terkejutnya apa lagi melihat penampilan orang itu yang sekilas seperti hantu berambut panjang yang suka nangkring di pohon
" Setannn..." teriak Anaya kembali Karan orang itu bergerak dengan rambut yang menutupi wajahnya.anaya terus berteriak bahkan sekarang Anaya menutupi wajahnya karna tidak mampu bergerak apa lagi lari rasanya kaki Anaya mendadak kaku oleh karna itu yang saat ini Anaya bisa lakukan hanya berteriak berharap setan itu menghilang
" Berisik kenapa si,siapa yang kau bilang setan kenapa dari tadi yang bisa kau lakukan hanya berteriak teriak bikin budeg telinga orang aja " ucap orang itu
Anaya diam mencerna ucapan orang yang di anggap setan itu perlahan Anaya membuka kedua tangannya untuk melihat orang di hadapannya
" Kamu manusia " ucap Anaya sesenggukan dengan sisa tangisnya
" Iya lah gue manusia " jawab orang itu
" Syukurlah ternyata kamu manu_si_" tiba-tiba saja Anaya malah pingsan mungkin karna efek terkejut jadinya Anaya pingsan
" Settttt.. malah pingsan lagi ngerepotin aja "
Anaya pingsan tergeletak di atas rumput dengan sigap orang itu mengangkat Anaya membawanya ke sebuah kursi kayu yang ada disitu
" woyy bangun,kenapa lama amat pingsannya.pingsan apa mati ni cewe " gumam pria itu.ya orang yang Anaya sangka setan itu adalah seorang pria berambut gondrong sedang tidur di bawah pohon Karan rambut si pria gak di ikat jadilah Anaya histeris menyangka orang itu setan.meski Anaya sudah tau kalo orang itu manusia tetap saja Anaya pingsan karna keterkejutannya
__ADS_1
" emmm, aku dimana " gumam Anaya sadar
" Lo di di akhirat " jawab pria itu malah menggoda Anaya
" Di akhirat benarkah,berarti aku sudah mati dong aaaaa hiks hiks.. mamah..." Anaya malah kembali menangis karna percaya pada pria di hadapannya
" Eh eh... ini cewe malah mewek lagi.uadah berhenti berisik kau belum mati liat kita masih di dunia belum di akhirat.kecuali kau pengen cepet ke akhirat baru harus mati dulu " balas pria itu menenangkan tapi dengan ucapan yang kembali membuat tangis Anaya malah semakin kencang
" Mamah aku di suruh mati " teriak Anaya di sela tangisnya
" Ya udah kalo kau mau nangis.nangis aja sepuasnya nanti kalo udah beres kasih tau gue " ucap orang itu lalu kembali ke bawah pohon membiarkan Anaya sendiri menuntaskan tangisnya
Mendengar perkataan orang itu yang menurut Anaya aneh Anaya bukannya melanjutkan menangis malah berhenti berganti heran
Karna tidak ada suara tangis lagi pria itu menghampiri Anaya yang diam menunduk kan kepalanya melamun " Nih " pria itu memberikan saputangannya untuk menyeka sisa air mata di pipi Anaya
Anaya pun mendongakkan kepalanya melihat kearah saputangan lalu berganti melihat pria itu yang sudah mengikat rambutnya membuat Anaya dengan jelas bisa melihat wajah pria itu
" Siap nama Lo " tanya pria itu
" Anaya, panggil saja Naya " jawab Anaya gugup
" oke,gue Marsel " balas Marsel
" Maaf udah bikin Lo kaget sampe pingsan " tambah Marsel merasa kasihan dengan keadaan Anaya
" Gak papa kok,aku hanya terkejut tadi kirain hantu habisnya rambut kamu tadi gak di iket kan horor jadinya " jawab Anaya mengungkapkan keterkejutannya
"Lo bisa aja kirain bisanya nangis sama teriak-teriak ternya bisa juga becanda " tutur Marsel mengejek Anaya
__ADS_1
" Ih nyebelin " pungkas Anaya lalu berdiri berlalu meninggalkan Marsel yang masih memperhatikannya.anaya menghidupkan motornya lalu pergi suasana hati Anaya sudah membaik. meski ada sedikit insiden tapi cukup sedikit membuat hatinya Anaya terhibur dan melupakan kekesalannya pada kedua ponakannya.
...***********...
Sekitar tiga puluh lima menit perjalanan Anaya sampai juga di rumah mamah Soraya untuk menyimpan motor gedenya karna tadi mamah Soraya berpesan untuk mengembalikan motor itu dan kembali Anaya harus mematuhi peraturan mamah Soraya untuk tidak lagi memakai motor itu kalo tidak mau dapat hukuman dari mamahnya.
Waktu menunjukan pukul tujuh malam Anaya baru masuk ke rumah mamah Soraya " Assalamualaikum" ucap salam Anaya sambil melangkah memasuki rumah
" Wa'alaikum salam, kenapa baru pulang kamu habis dari mana dulu Naya ini tidak sesuai perjanjian " tutur mamah Soraya mulai mengintrogasi
Anaya menghela nafasnya sejenak " Maaf mah,tadi Naya abis ada janji sam kak Daniel sama kak Ed terus Naya pergi ke suatu tempat dulu jadi Naya telat maaf ya mah " balas Anaya merasa bersalah karna lupa dengan perjanjiannya sama mamahnya. tadi kalo Anaya akan membawa pulang motornya tepat waktu dan gak akan memakainya lagi tapi karna Anaya lupa dan insiden kekesalannya Anaya jadi terlambat dan pastinya Anaya harus menerima hukuman dari mamah soraya.
" Ya sudah tidak apa-apa tapi,tetap kamu harus di hukum karna melanggar peraturan mamah. sekarang lebih baik kamu keatas mandi sudah malam dan jangan lupa makan.mamah udah masakin makanan kesukaan kamu.soal hukuman nanti setelah kamu selesai makan " pungkas mamah Soraya lalu berlalu menuju dapur
Mendengar dia tetap akan menerima hukuman Anaya mendadak susah menelan ludahnya karna tak mau membuang waktu Anaya pun segera berlari keatas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
" Naya jangan lari-lari di tangga udah berapa kali mamah bilangin bahaya " teriak mamah Soraya dari arah dapur meneriaki Anaya yang ngeyel lari-lari di atas tangga
" Maaf mah iya gak lagi " balas Anaya lalau berjalan menaiki anak tangga dengan pelan
Setelah cukup bersih dan wangi tentunya.Anaya pun dengan berat hati harus keluar dari kamarnya turun untuk makan dan nantinya harus menerima hukuman juga.menghela nafasnya berkali kali untuk menenangkan pikirannya karna Anaya terus memikirkan tentang hukuman yang akan mamah nya berikan padanya.sesampainya dimeja makan Anaya segera makan dengan hati yang was was
Setelah selesai makan Anaya pun menghampiri mamahnya di ruangan tv dengan ragu anaya pun menyapa mamahnya
" Mah,Naya udah selesai makan " ucap Anaya memberi tau dengan gugup
Mamah Soraya mengalihkan pandangannya yang sedang nonton tv ke arah Anaya " Sini duduk deket mamah " perintah mamah Soraya
Anaya pun menurut langsung duduk di samping mamahnya di tatapnya Anaya oleh mamah Soraya dan tiba-tiba saja Anaya dipeluknya dengan erat oleh mamah Soraya " Ini hukuman kamu Naya karna kamu berani melanggar peraturan mamah kamu tau mamah hawatir mamah takut terjadi sesuatu sama kamu bagai mana kalo kamu jatuh lagi dan_ " ucapan mamah Soraya di potong Anaya " Enggak mah jangan terusin Naya baik-baik aja Naya janji gak bakalan bawa motor lagi Naya gak bakalan bikin mamah hawatir lagi "
__ADS_1
πππ
Terhura gak sihπ₯Ίπ₯Ί