Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 12


__ADS_3

Hari demi hari Anaya jalani dengan lancar namun tidak dengan sikap mamah Soraya yang Anaya pikir semenjak ayahnya tiada Soraya jadi berubah tidak lagi lembut,tidak lagi membebaskan kebiasaan Anaya malah sekarang itu sikap Soraya lebih ke dingin,banyak nuntut ini itu pada Anaya hal kecil di besar2kan,biasanya gak pernah nyuruh ngerjain pekerjaan rumah tapi sekarang pekerjaan rumah Anaya juga harus ikut mengerjakan.seperti saat ini Anaya di suruh bantuin bi Arum yang sedang membereskan pekerjaan rumah.


" Naya,bantuin bibi dia kesulitan mengangkat kursi itu setelah itu kamu beresin dapur.mamah harus pergi ada meeting yang harus mamah hadiri " perintah Soraya pada Anaya


" T__tapi mah,Naya ada janji sama temen mau ngajakin liat lihat kampus__"


" Batalin aja dulu nay, kan bisa besok2 sekarang bantuin bibi dulu " potong Soraya memerintah tak perduli dengan janji Anaya pada temannya.


" T_ tapi mah " baru saja Anaya mau protes kembali Soraya memotong ucapannya


" Mamah gak butuh penolakan pokonya bantuin bibi titik " bentak Soraya karna merasa Anaya tidak mau menurut lalu setelah itu Soraya pun pergi dengan mengabaikan Anaya yang hampir menangis karna bentakannya


" Non,tidak apa apa?"tanya bi Arum


dengan cepat Anaya menggeleng " gak ko bi Naya gak papa "


" jangan pikirin perkataan nyonya non kalo mau pergi.pergi saja gak papa gak usah bantuin bibi " ucap bi Arum merasa kasihan dengan Anaya yang merasa heran dengan majikannya yang banyak berubah pada Anaya semenjak tuan nya meninggal.


Soraya banyak sekali berubah Anaya di perlakukan seperti anak tiri.walau sebenarnya memang kenyataannya seperti itu tapi perubahan Soraya membuat hati Anaya terluka


" Gak apa bi,Naya gak mau melanggar perintah mamah Naya bisa batalin ketemuan sama temennya kok." ucap Naya gak mau melanggar permintaan Soraya


" Ya sudah kalo itu keputusan non " hela nafas bi Arum merasa tak bisa lagi membujuk


" Ayo bi Naya bantuin dari mana dulu " ajak Anaya pada bi Arum dengan berusaha tersenyum seolah tidak terjadi apa apa padahal tadi dia sempat meneteskan air mata karna mengingat perlakuan mamah Soraya padanya


Setelah meninggalkan rumah Soraya melajukan mobilnya ke kantor mendiang suaminya namun di sepanjang jalan air mata Soraya tak hentinya menetes Soraya merasa menyesal dengan tindakannya pada Anaya dia sendiri merasa heran dengan sikapnya yang tak bisa mengontrol emosi setiap kali melihat Anaya Soraya menjadi tak suka setiap kali Anaya muncul di hadapannya dia akan selalu di ingatkan pada suaminya dan ibunya anaya.


" Maafkan mamah Naya " gumam Soraya di sela Isak tangisnya.soraya menghela nafasnya lalu menghembuskan nya ia mencoba menenangkan diri mengusap pipinya yang basah " Aku harus kuat maaf nay mamah harus lakuin ini " ucap Soraya penuh arti


Anaya bolak balik mengerjakan ini itu dia benar benar membantu bi Arum apapun yang di kerjakan bi arum anaya kerjakan meski tak luput dari penolakan yang selalu bi Arum lontarkan tapi Anaya gak mau mendengarkan Anaya selalu menolak bujukan bi Arum karna seringnya membantu bi Arum pekerjaan yang sebelumnya tak pernah sama sekali Anaya sentuh kini semua itu sudah Anaya kuasai berkat ajaran bi Arum.


" Non, ini minumnya " bi Arum menyodorkan jus jeruk kesukaan anaya

__ADS_1


" Makasih bi apa semua sudah beres ? atau masih ada yang harus dikerjakan " tanya Anaya


" Sudah non,semua sudah beres sekarang non istirahatlah saja.nanti kalo udah waktunya makan siang bibi panggil " bi Arum menyuruh Anaya istirahat karna kasihan melihat Anaya kecapean membantunya


" Baiklah bi Naya ke atas dulu mau mandi " Anaya pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat karna memang merasa lelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah meski kebanyakan bi Arum namun tetap saja bagi Anya itu melelahkan


...****************...


Malam pun tiba Anaya turun karna sudah merasa cukup berdiam diri dikamar namun pas Anaya sedang menuruni tangga Anaya mendengan deru mobil yang tak hanya satu karna penasaran Anaya pun membuka pintu ingin melihat siapa yang datang.ternyata yang datang kakak2 nya bersama sumi2nya


" Hey kak... " meraih tangan kakaknya untuk menyalami mereka Anaya heran melihat kakaknya malam begini datang berkunjung karna yang Anaya tau mereka jarang sekali berkumpul di malam hari kecuali ada hal penting


" Assalamualaikum.. Naya " tegur ichika pada Naya bukannya memberi salam.


" Eh iya Assalamualaikum kak apa kabar " ucap salam Anaya dengan cengir kudanya malu karna lupa memberi salam


" Wa'alaikum salam.nah gitu bukan hai doang " tegur Ersya pada Anaya membenarkan kakak satunya


Tumben mereka kumpul semua ada apa ya kok perasaan ku jadi gak enak gini padahal kan itu hal biasa tapi kok aku ngerasa aneh ya.


Bisik Anaya dalam hatinya namun Anaya coba mengabaikan dan buru buru mengubah dengan senyuman bahagia


" Kalian juga datang " tanya Anaya pada ketiga ponakan gedenya lalu dengan cepat menghampiri mamah Soraya dan menyalaminya


" Gak tau Oma yang nyuruh kita kumpul katanya ada yang mau di omongin " ucap Daniel mewakili yang lain


" Ohhh " ucap Anaya mangut mangut seolah memperjelas dugaannya bahwa pasti ada hal penting yang akan mereka bahas


" Apa kalian mau terus di situ " bukan Devan yang berbicara datar seperti itu melainkan Soraya


Mendengan Oma mereka berbicara data seperti itu para cucu mengerutkan alis mereka hampir secara bersamaan terkecuali Anaya yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Soraya yang seperti itu


" Iya Oma kita masuk " jawab Devan tak kalah datar sambil memberi kode pada yang lain agar ikut masuk dengannya.

__ADS_1


" Assalamualaikum " serempak mereka ucapkan salam


" wa' alaikum salam " jawab ichika dan ersya dan suami mereka tentunya.buru buru mereka menghampiri Soraya lalu memeluknya.


" Mah,apa kabar? maaf Chika baru bisa datang kesini belakangan ini mas Agung sibuk di kantor aku juga sibuk di butik " ucap ichika merasa gak enak baru bisa berkunjung itu pun karna di telepon mamahnya


" Iya mah,Ersya juga sama minta maaf baru bisa datang sama mas Erik karna kami sedang sibuk di yayasan " ucap ersya merasa bersalah kurang memperhatikan mamahnya


ichika dan suaminya memanglah sibuk.ichika yang mengelola butik bahkan memiliki beberapa cabang di ibu kota dan suaminya agung sibuk di perusahaan nya bersama Devan sedang Daniel memiliki kesibukan sendiri di galerinya karna Daniel penyuka seni lukis dan miniatur.sedang Ersya dan Erik memiliki yayasan sekaligus pesantren mereka sibuk membangun pesantren yang makin banyak muridnya


" Tidak apa apa mamah juga ngerti dengan kesibukan kalian.mamah juga sedang sibuk sama seperti kalian di kantor sedang banyak pekerjaan " ucap Soraya memahami keadaan mereka yang sibuk.


Soraya melirik Anaya alalu menyuruh Anaya


" Anaya,buatkan minum untuk kakak2 mu " perintah Soraya pada Anaya.


lagi mendengar itu hampir bersamaan mereka mengerutkan alis merasa heran dengan sikap Soraya karna menyuruh Anaya membuatkan minum bukankah biasanya pasti akan memanggil bi Arum Anaya tidak pernah dibiarkan masuk dapur karna Anya hanya akan merecoki ini malah di suruh


" B__baik mah," jawab Anaya lalu pergi menuju dapur untuk membuatkan minum


" Mah,apa gak salah mamah menyuruh Naya untuk membuatkan minum.yang ada Naya itu bakalan ngerecokin di dapur " tanya ichika yang sudah hapal kebiasaan adiknya itu.


" Biarkan saja,biarkan Naya belajar selama ini mamah terlalu memanjakan dia sampai sampai dia gak bisa melakukan apapun " jawab Soraya tegas


" Oma,sebenarnya ada apa kenap Oma menyuruh kita berkumpul disini " tanya Devan to the point


Soraya menghela napas panjang sebelumnya lalu mulai berbicara " Sebenarnya Oma mengumpulkan kalian kemari karena ingin meminta pendapat kalian soal Anaya apa sebaiknya mamah ungkapkan yang sebenarnya sekarang pada Anaya kalo sebenarnya dia bukan anak mamah atu__ "


prang..


Semua orang seketika menoleh pada asal suara yang ternyata itu suara nampa gelas yang di bawa Anaya pecah.pecah karna terkejut mendengar pernyataan Soraya yang tak sengaja Anaya dengar


" Anaya..."

__ADS_1


__ADS_2