
Mendengar Anaya bertanya kenapa dirinya marah membuat Asad semakin mengerucutkan bibirnya kesal merajuk persis seperti anak kecil yang tak di kasih jajan.
" Kau bertanya kenapa aku marah,kenapa kamu itu gak peka nay kamu selalu cuek bahkan untuk tersenyum padaku pun kau jarang melakukannya.sedang disaat kau bersama orang lain sikapmu berbeda kau sangat manis dan selalu mengumbar senyum terutama pada laki-laki lain." ungkap Asad mengutarakan kekesalannya
Mendengar apa yang Asad katakan padanya Anaya mengerutkan keningnya tak paham " Apa maksudmu Asad,aku tidak mengerti arah bicaramu " ucap Anaya tak paham karna memang Anaya tak seperti apa yang Asad tuduhkan padanya
" Nay... berhenti berpura-pura lihat aku nay,buka mata mu aku sangat mencintaimu aku serius sama kamu " bala Asad dengan menggebu-gebu
" Asad berapa kali aku harus mengulang nya pikirkan biak-baik perasaanmu "
" lalu setelah tau jawabannya barulah kau realisasikan dengan benar dan cara yang benar " lanjut asad memotong ucapan Anaya dan ia lanjutan sendiri
Haafffff
Mereka menghela nafas bersamaan
" Nay "
" Asad "
Panggil mereka bersamaan " Nay kau tau setiap kali kau berkata seperti itu aku akan susah tidur semalaman aku akan mencari jawabannya namun aku tak menemukannya.beri aku jawaban dari arti perkataan mu nay " mohon Asad karna sudah tak tau harus berkata apa lagi.
Asad tau Anaya meragukan perasaannya tapi sungguh sedikitpun dia tidak ragu terhadap perasaannya pada anaya selama ini Asad bukanlah tipe laki-laki pemain perempuan dia bercita-cita ingin seperti ayah ibunya Asad sangat mencintai bahkan ingin memiliki pendamping seperti ibunya Asad diajarkan oleh ibunya untuk menghargai perempuan dan jangan melukai perasaan perempuan.jadi di saat Asad bertemu Anaya untuk pertama kalinya Asad langsung menemukan sosok seperti ibunya di diri Anaya oleh karna itulah kenap dia begitu kekeh ingin mendapatkan Anaya bahkan menjaga dirinya agar tidak ada wanita yang mendekatinya Asad benar benar menjaga hati dan perasaan Anaya meski dia tau Anaya tidak melihatnya
" Yang harusnya buka mata itu kamu Asad cinta yang selalu kau umbar itu apa benar itu cinta atau jangan-jangan itu hanya cinta sesaat bahkan mungkin itu hanya rasa kagum saja " jawab Anaya menyadarkan Asad yang menurutnya Asad hanya mengalami cinta sesaat saja atau kagum
" NAY.." Bentak Asad tak terima dengan perkataan Anaya barusan
__ADS_1
Mendengar Asad meninggikan suara padanya dan itu untuk pertama kalinya Asad melakukan itu pada Anaya
" Kau membentak ku Asad " ucapa Anaya merasa tak terima hatinya terasa tercubit dengan bentakan Asad padanya yang tak pernah Asad lakukan sebelumnya
Menyadari itu Asad mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya merasa bersalah " Maafkan aku nay aku tidak bermaksud membentak mu " Asad meraih kedua tangan Anaya di genggamnya Asad baru paham dan ternyata jawab yang ingin ia tau ternya diluar dugaan
" Nay liat aku tatap mata ku cari apa ada sesuatu yang kau ragukan itu.aku sangat mencintaimu aku tidak merasa cinta ini hanya sesaat atau pun hanya kagum saja apa yang aku rasakan ini lebih dari itu nay dari pertama aku melihatmu cinta itu tumbuh dan kau tau cinta itu semakin tumbuh.jauh dari mu cinta itu bukanya mati tapi justru semakin subur karna aku menjaganya " tutur Asad menjelaskan berharap Anaya mau mengerti dan sadar akan perasaan nya selama ini
Anaya terus menatap mata biru Asad setiap kata yang Asad keluarkan didengar kannya dan pada akhirnya Anaya begitu terkejut Anaya melepaskan genggaman tangan Asad berganti kedua tangannya menutup mulutnya dan tanpa di sadari air mata menetes begitu saja perasaannya tiba-tiba bercampur aduk Anaya menemukan kejujuran di mata asad entah Anaya harus senang atau apa
" Aku tidak berbohong kan nay " tanya Asad
Anaya tak mampu menjawab pertanyaan mudah yang Asad tanyakan padanya.ai justru malah menangis dengan sigap Asad menghapus air mata yang jatuh di pipi Anaya dengan kedua ibu jarinya
" Aku tau kau takut aku berbohong kan dan pasti ini tangis bahagia " tebak Asad dan langsung membawa Anaya masuk dalam pelukannya
" Kau itu,apa kau ingin mendengar jawabanku " balik Asad bertanya
Mendengar Asad bukannya menjawab pertanyaannya malah justru menjawab dengan pertanyaan lagi reflek Anaya memukul dada bidangnya Asad dengan kesal
"Sakit nay, maaf ayo ikut aku kita duduk dengan tenang dan akan aku jawab pertanyaanmu itu " ajak Asad pada Anaya lalu membawanya duduk di sofa
" Dulu aku sudah mengatakannya padamu nay waktu di kantin sekolah itu " ucap Asad mengingatkan Anaya waktu di kantin
" Tapi aku belum puas aku masih tidak percaya " jawab Anaya memotong cerita Asad
" Heyyy aku belum selesai jangan kau potong dulu.memang benar aku menyukaimu dari pertama kita bertemu dan selam satu Minggu itu rasa suka itu berubah menjadi cinta.nay kau tau kau seperti bunda ku kau cinta kedua ku "
__ADS_1
" Jadi aku yang kedua " gumam Anaya namun masih bisa Asad dengar
" Iya kau yang kedua karna yang pertama itu ibuku. "
Blus...
Pipi Anaya merah merona mendengar pengakuan Asad barusan " hey kenapa pipi mu memerah " tanya Asad tambah menggoda Anaya sengaja dia lakukan karna gemas dengan tingkah Anaya yang seperti itu.
" Siapa bilang memerah enggak kok " jawab Anaya asal padahal kenyataanya ia justru ingin rasanya berlari dan sembunyi karna malu
" Baiklah aku lanjut,aku berkeinginan memiliki pasangan hidup seperti ibu.ayah ku sangat mencintainya mereka pasangan yang saling mencintai,melengkapi,menghargai dan hal baik lainnya.setiap kali mereka berdua aku selalu di buat iri dengan keromantisan ayah dan ibu. semakin tua yang aku lihat ayah dan ibu makin lengket harmonis aku ingin mencontoh mereka jadi tidak ada sedikit pun terbesit di dalam pikiranku untuk mempermainkan mu apa lagi hanya cinta sesaat aku ingin mengajak dan memiliki pasangan yang sehidup sesurga dengan ku. " tutur Asad sangat panjang menjelaskan namun meski agak panjang rasanya membuat hati Asad lega karna sudah mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya dan alasannya juga.
" Maaf " satu kata terucap dari bibir mungil nya anaya terdengar ada penyesalan didalamnya
Diraihnya kembali tangan Anaya oleh Asad mendengan kekasih hati meminta maaf padanya dengan suara seperti itu membuat Asad tak tega " Jangan meminta maaf pada ku seperti itu nay,aku yang harusnya minta maaf karna aku terlambat memahami apa yang kau maksud seharusnya aku bersikap seperti pria yang tidak mengumbar rasa yang membuat ragu wanita " ucap Asad agar Anaya tidak merasa tidak enak hati padanya
" Asad bukan seperti itu aku melakukan itu juga karna ada sebabnya.aku selalu menjaga jarak dengan semua laki-laki aku menghindari sebuah hubungan karna ada alasannya maaf kalo membuatmu tersinggung dan marah " jawab Anaya benar-benar merasa tidak enak hati karna sikapnya selama ini pada Asad
" Aku tau itu,tapi aku tidak mengira akan sejauh itu " balas Asad mengetahui alasan Anaya kenapa menjaga jarak dengannya dan laki-laki lainnya
Mendengar Asad mengetahui alasannya Anaya terkejut " Benarkah kau tau Asad kalo aku memiliki__"
Ucapan Anaya langsung Asad potong " Trauma iya kan yang membuatmu menjauhi banyak pria termasuk aku " ungkapnya Asad mengetahui segalanya karna memang Asad sengaja mencari tau semua tentang Anaya dari dulu.
πΊπΊπΊπΊ
Maaf baru bisa up lagi karna baru sembuh dari sakit sempat suara pun hilang.tapi alhamdulillah sekarang sudah agak membaik dan insya Allah akan melanjutkan cerita Anaya Asad lagi dan cerita lainnya
__ADS_1
Selamat membaca π€π€