Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 26


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Asad mengajak Anaya masuk ke dalam unitnya ia ingin menunjukan sesuatu pada Anaya tanpa tahu anaya pun masuk dia mau mengikuti kemauan Asad tidak lain karna itu hanya karena pekerjaan saja.selagi ia bekerja sebagai sekertaris Anaya hanya ingin melakukannya dengan baik memenuhi tanggung jawabnya sebagai pegawai.


" Asad apa yang harus aku kerjakan disini apa kamu menginginkan sesuatu " tanya Anaya pada Asad karna bingung apa yang harus ia lakukan.


" Mulai saat ini sebelum ke kantor kamu harus melayaniku di sini ak_ " ucapan Asad ambigu Anaya yang mendengar ucapannya Asad langsung memotongnya.


" what,maksud kamu aku harus melayani mu sebelum kekantor apa itu"


" Ka_mu jangan salah paham dulu maksud aku bukan melayani seperti yang kau pikirkan.maksud ku layani aku dalam artian persiapkan kebutuhanku sebelum pergi ke kantor seperti menyiapkan pakaian dan yang lainnya " ucap Asad jelas


" Oh.., kirain kalo itu sih aku gak keberatan baiklah akan aku lakukan " jawab Anaya baru paham


" Kalo begitu lakukan mulai sekarang,aku akan pergi kekantor persiapkan perlengkapan kebutuhanku aku mau mandi dulu " perintah Asad pada Anaya dengan nada datarnya lalu segera masuk


Anaya hanya melihat kepergian Asad dengan melongo Anaya tak percaya " Kenapa cepet banget berubahnya Asad beneran kembali ke mode awal " dengan menghela nafasnya Anaya mau tidak mau harus mengerjakan tugasnya.


Anaya masuk ke ruang ganti nya Asad di lihatnya banyak sekali perlengkapan Asad yang sangat komplit.mulailah Anaya memilih dan memadupadankan pakaian mana yang akan Asad pakai nantinya dan pilihan jatuh pada setelan jas berwarna biru nave begitu juga dasi,jam tangan sepatu semuanya Anaya pilih dan siapkan.


Setelah di rasa semu sudah beres Anaya pun keluar dan bertepatan dengan keluarnya juga Asad dari kamar mandi dan


Aaaaaaaaa


Anaya menjerit dengan cepat langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya bagai mana tidak menjerit Anaya melihat Asad yang hanya menggunakan handuk yang di lilit sebatas lututnya sedang roti sobeknya terpampang jelas yang membuat Anaya yang melihat itu malu tidak hanya Anaya yang terkejut Asad pun sama dia juga terkejut namun dengan cepat Asad bisa menyembunyikannya


"Asad cepat pakai baju mu " jerit Anaya menyuruh Asad cepat memakai bajunya.

__ADS_1


Tampa menjawab Asad pun dengan cepat masuki ruang ganti melewati Anaya yang masih diam di tempat dengan masih menutupi wajahnya


mendengar ada suara pintu di tutup Anaya pun membuka tangannya perlahan untuk meyakinkan Asad sudah tidak ada." Apa itu tadi,oh tidak mataku ternodai mata ku sudah tidak perawan lagi " gerutu Anaya merasa kesal sekaligus malu karna kejadian barusan.


Karna tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan lagi Anaya pun memilih keluar dari ruangan itu Anaya mengedarkan matanya ke seluruh ruang dengan interior yang mewah Anaya pun mengedarkan pandangannya lagi sekarang tertuju ke arah dapur.Anaya memasuki area dapur melihat-lihat isi kulkas yang ternyata isinya komplit Anaya pun berpikir akan memasak makanan untuk makan siang Asad karna Asad mau pun Anaya belum sempat makan siang Anaya pun memutuskan untuk memasak makanan simpel agar cepat karna setelah ini Anaya dan Asad harus segera ke kantor.


Setelah semua terpasang Asad pun keluar dari kamar namun ia mencium bau masakan yang membuat perut Asad lapar.asad pun menelusuri bau masakan itu yang ternyata dari arah dapur yang di buat oleh Anaya


" Nay,kamu masak " tanya Asad terkejut ternyata Anaya bisa memasak


" Eh iya,kamu sudah siap sebentar ya kamu tunggu dulu sebentar lagi selesai " jawab Anaya lalau menyuruh Asad menunggunya menyelesaikan masakannya


" Sudah siap,ayo kita makan " ucap Anaya sambil menaruh makanan itu ke meja makan dan mengajak Asad makan.


" Iya, maaf hanya itu makanan cepat yang bisa aku buat " jawab Anaya


" Bukan itu aku kira kamu gak bisa masak ternyata aku salah " jawab Asad menangapi yang Asad kira Anaya tidak bisa masak mengingat dulu Anaya yang sangat dimanjakan jangankan memasak ke dapur pun Anaya tidak di ijinkan.jadi bagiamana anaya bisa masak.mengingat tingkah Anaya yang juga bar bar suka balapan motor yang membuat Anaya tak luput dari pantauan ke tiga bodyguard yang Asad tau ketiga bodyguard itu adalah ponakan Anaya sendiri yang memperjelas mana bisa Anaya masak


" Iya sedikit,pas aku memutuskan tinggal sendiri aku pun sedikit-sedikit belajar memasak.belajar yang lainya pertama sih susah tapi seiring berjalannya waktu aku jadi terbiasa " jawab Anaya menjelaskan karna melihat keraguan yang sangat jelas di wajah Asad.


" Kenapa, kamu gak percaya" tanya Anaya pada Asad


" Bukan begitu,aku cuma kaget aja ternyata wanita sepertimu bisa masak " Asad malah menjawab dengan ejekan


" Apa " Anaya membulatkan matanya tak percaya mendengar jawaban Asad.anaya merasa jengah ternyata jawaban Asad malah mengejeknya.

__ADS_1


Mereka memulai makan Tampa ada obrolan lanjutan karna akan segera pergi ke kantor.


Dua puluh menit kemudian Asad dan Anaya pun sampai di kantor Asad memasuki lobi di susul Anaya di belakangnya semua karyawan menyapa bos mereka dan dibalas hanya dengan anggukan oleh asad.


Bisik bisik karyawan yang membicarakan dan memuji bos mereka yang tampan penuh pesona banyak dari mereka berharap menjadi kekasihnya bahkan menjadi istri nya


" Kau sangat populer sekarang banyak sekali yang memuji mu bahkan menginginkanmu " oceh Anaya setelah masuk lift bersama Asad " Kenapa kamu tidak suka mereka memujiku.yang mereka katakan memang benar kan aku tampan dan penuh karisma " jawab Asad menuju dirinya sendiri.


" Aku bukan tidak suka mereka memuja mu tapi aku hanya kasihan pada mereka karna memiliki bos yang aneh seperti mu " pungkas Anaya mengejek Asad


" Apa maksudmu aneh.aku tidak aneh jangan bilang kau bicara seperti itu karna kamu cemburu pada mereka " tuduh Asad


" Apa.. siap yang cemburu a_aku tidak cemburu " jawab Anaya lalu keluar menghindari Asad yang mengikutinya


" Ngaku aja nay, kalo kamu itu cemburu " desak Asad terus menggoda Anaya


" Tuan lebih baik anda masuk karna sebentar lagi akan ada rapat penting dengan Tuan Erlangga " pungkas Anaya mengalihkan pembicaraan .


" Baiklah siapkan berkas yang harus ku pelajari "


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


__ADS_2