
kenapa mereka memanggil Anaya onty kecil karna kenyataannya yang biasanya onty2 yang mengasuh keponakan disini kebalikannya nyatanya ponakan yang mengasuh onty.
Disaat ichka dan ersya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, di saat itu pula mereka malah memiliki adik.adik satu ayah
Daniel yang baru berusia 25 th,Devan yang baru 22 th dan si narsis Edward yang dua tahun lebih tua dari anaya.itu sebabnya Anaya lebih nyaman memanggil mereka dengan sebutan kakak karna kalo di lihat sekilas mereka kalo berkumpul kaya gitu orang pasti mengira Anaya adik mereka.
Namun meski begitu apa pun status mereka yang paling penting adalah ke kompakan,saling menyayangi,melindungi satu sama lain itu lebih baik dari mengatas namakan status namun didalamnya penuh ke pura pura an kenal di hadapan umum namun di belakang Umum penuh drama kerenggangan,kecanggungan,saling tak perduli.
ah sudahlah nanti jadi panjang😅
" Iya deh iya yang sudah merasa gede " jawab mereka serempak namun sedikit mengejek
" Ihhh kakak emang iya kan aku udah gede "
" masa sih,itu buktinya kamu masih manja sama onty " kembali Edward mengejek Anaya
" Iya itu beda lagi aku kan adiknya ia kan kak ?" ucap Anaya membela diri
" Kalo masih suka manja2 an gak usah ngaku2 udah gede segala anak kecil ya anak kecil aja.dasar Anaya Anaya " timpal Daniel ikut menggoda Anaya sambil mengacak acak rambut Anaya
mendengar ejekan ejekan ponakan gede nya itu Anaya merasa kesal ia mengerucutkan bibir nya tanda protes.namu di hati kecil nya sungguh ia merasa senang meski sering di ejek,di kerjain oleh ponakan gede nya itu Anaya anggap perlakuan mereka itu adalah bentuk kasih sayang merak meski menunjukkan dengan cara yang menyebalkan sih..
Sedang Devan sendiri dia adalah ponakan yang sedikit berbeda.dia tidak terlalu ikut ikutan dengan kebiasaan kakak dan adik sepupunya itu yang hobi nya kalo ada di rumah kumpul kaya gini suakanya ngisengin Anaya
Berbeda sekali dengan kebiasaannya ia akan lebih sering dengan gadgetnya,dari pada nimrung Devan itu terlalu dingin dan pendiam namu meski begitu kalo udah urusan Anaya luar dari rumah dia akan lebih posesif Devan tidak akan membiarkan ada sembarang pria mendekatinya.
Begitu pun dengan Daniel dan Edward meski mereka tukang iseng mereka pun sama posesifnya dengan Devan.
" Sudah sudah cukup kalian pasti cape mending sekarang kita makan " ucap ichika menengahi
" Ayo kalian kemari kita makan apa kalian tidak merasa lapar " suara wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya sekarang yang menginjak kepala lima lebih itu
" Iya kami datang... " seru merak semua
__ADS_1
Semenjak perubahan suaminya itu Soraya berhenti dari pekerjaannya sebagai sekertaris ayahnya dan lebih fokus ke keluarganya dan rumah tangganya
" Mah, mana ayah ?" tanya Ersya menanyakan ayahnya yang tak ada meski tau kebiasaan ayah nya yang tak pernah mau hadir kumpul seperti ini.namun Ersya tetap menanyakannya
" Kamu seperti tidak tau saja ayah sya " bukan Soraya yang menjawab melainkan ichika
Mendengar jawan ichika seketika membuat Soraya menatap mereka semua terutama Anaya bahkan di hari sepesial anaknya saja Ali tetap tak pernah mau meluangkan waktunya
" Maafkan ayah mu ya Naya ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karna rapat penting di kantornya " bohong Soraya pada Anaya dan semuanya
" Tidak apa apa mah,aku ngerti kok ayah pasti sedang sibuk." jawab Anaya dibuat senatural mungkin menjawab meski tidak di pungkiri ada rasa kecewa di hatinya ayahnya tidak pernah sekalipun ada di saat hari ulang tahunnya cukup hadiah yang selalu ayahnya berikan Tampa ada orangnya.
...****************...
ke esokan harinya setiap pagi pasti sudah biasa mereka mendengar kehebohan Anaya yang bangun kesiangan anak itu selain masih suka manja namun juga ceroboh susah di bangunin dan pada akhirnya setiap Sora sudah lelah membangunkan selanjutnya ya akan terjadi kehebohan Anaya yang terburu buru bangun kesiangan pergi ke sekolah.
" Mah... sepatuku sebelah lagi di mana " teriak anak merasa sepatunya hilang sebelah
" Iya mah aku tau nanti aku coba kalo bisa " jawab Anaya sambil mencium pipi Soraya lalu cepat berlari karna pasti Soraya akan menambah ocehannya
" Anaya... awas kamu ya " teriak Soraya kesal dengan jawaban Anaya barusan
" Dah mah I love you... " sahut Anaya lalu buru buru masuk mobil menuju sekolah
Anak itu selalu seperti itu
Anaya pergi ke sekolah menuntut ilmu anaya yang akan sebentar lagi menuju kelulusan sangat giat belajar setiap malamnya Anaya habiskan untuk belajar karna ia ingin menunjukan pada ayahnya kalo dia bisa lulus dengan nilai memuaskan oleh karna itu Anaya suka kesiangan susah di bangunin karna nyatanya Anaya baru bisa tidur menjelang subuh.
Soraya masuk ke kamarnya di lihatnya suami tercinta masih tertidur lelap di ranjang mereka.
merasa heran Soraya pun menghampiri Ali yang sedang tidur karna dia pikir harus membangunkannya melihat hari yang sudah mulai siang namun Ali masih tidur
" Mas... mas bangun apa kamu gak ke kantor ini sudah siang " Soraya membangunkan Ali mengguncang pundaknya
__ADS_1
Namun alangkah terkejutnya Soraya di saat ia bersentuhan kulit dengan Ali badan suaminya itu terasa panas di lihatnya juga wajah suaminya yang begitu pucat Soraya meletakan tangannya di kening Ali yang ternyata begitu panas tinggi ali demam
buru buru Soraya mengambil handphonenya mencari kontak dokter keluarga nya untuk memanggilnya ke sini
" Mas kamu sakit badan mu pasan " ucap Soraya pada suaminya merasa khawatir.
mendengar ada Soraya di sampingnya Ali pun membuka matanya di tatapnya Soraya samar karna kina Ali merasakan denyutan yang sangat kuat di kepalanya yang menimbulkan matanya berkurang kunang.
" Soraya..." gunanya pelan memanggil Soraya
" Mas kamu bangun "
" Kepalaku pusing sakit sekali " jawab Ali meringis memegangi kepalanya dengan sedikit jambakan di rambutnya
" Mas jangan di tarik, tunggu sebentar lagi dokter datang " larang Soraya karna Ali terus menjabat kepalanya menahan sakit
Tak lama dokter pun datang menghampiri Ali untuk memeriksanya.setelah selesai memeriksa dokter menghela napasnya sejenak sebelum mengatakan kondisi Ali
" Bagai mana dok keadaan suami saya " tanya Soraya pada dokter tak sabar
" Sebelumnya mari kita bicara di luar nyonya " pinta dokter pada Soraya
Merekapun akhirnya keluar kamar menuju ruangan Alain.
" Ada apa dok,kenapa dengan suami saya.apa dia baik baik saja suami saya hanya demam biasakan dok " tanya Soraya pada dokter dengan banyak pertanyaan.
Hawatir itu yang di rasakan Soraya saat ini melihat dokter dari tadi hanya diam saja
" Begini nyonya,saya menemuka gejala tumor di kepala taun tapi lebih pastinya kita harus membawa tuan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi " jawab sang dokter
" Apa... tu__ tumor " menutup mulutnya dengan ke dua tangannya merasa syok dengan penuturan dokter
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1