Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 31


__ADS_3

Setelah cukup drama yang tadi mereka lakukan akhirnya ke empat orang itu duduk bersama di kursi masing-masing terdiam dalam pikiran masing-masing juga tak ada dari ketiga anak muda itu yang berani memulai obrolan mereka menunggu orang tertua yang lebih dulu berbicara


" Kenapa kalian malah pada diam apa mendadak mulut kalian sariawan " canda mamah Soraya mencairkan suasana


" Maaf Oma kami menunggu Oma berbicara duluan " jawab Edward polos


" Kalian ini, baiklah Oma tidak mau basa basi lagi apa keputusan kalian sekarang " tanya Oma mereka to the points


Daniel dan Edward tau arah pembicaraan Oman nya pasti soal perusahaan Omanya untuk tadi sepanjang perjalanan mencari Anaya mereka berdua menyadari satu hal dan merundingkan dan keputusannya adalah


" Setelah kami berdua berunding kami memutuskan kalo yang akan menggantikan Oma adalah Ed karna Daniel pikir ed mampu ditambah Ed menguasai pasar bisnis sesuai bidangnya Oma " jawab Daniel mengutarakan hasil rundingannya


" Lalu kamu sendiri kenapa tidak mau membantu Oma Daniel kamu cucu tertua di keluarga ini " tanya Oma ingin mengetahui alasan yang sebenarnya kenapa selama ini Daniel selalu menolak dengan alasan belum siap padahal Omanya sangat tau kalo itu bukanlah alasan yang sejujurnya


" Maaf Oma Daniel bukan tidak mau membantu Oma tapi,Daniel takut bukannya membantu tapi malah akan merusak nya.daniel sudah nyaman dengan pekerjaan Daniel sekarang apa lagi hati daniel merasa nyaman.mohon maaf Oma kalo untuk bekerja di kantor hati daniel tak begitu memberi jalan. alhamdullah hobi Daniel pun menghasilkan bahkan Daniel ada rencana membuka musium seni.daniel percaya kok sama Ed dia pasti bisa di andalkan soal Devan Oma sendir tau alasannya itu alasan dari Daniel dan mohon doanya semoga cita cita daniel di segerakan " ungkap daniel panjang kali lebar menjelaskan


" Baiklah Oma terima keputusan mu kalo kamu sudah mempercayai Ed sebagai penerus oma.oma terima semoga apa yang kau cita citakan segera terwujud dan disegerakan.akhirnya Oma bisa beristirahat dengan tenang " mamah Soraya begitu bahagia akhirnya dia bisa beristirahat tanpa harus memikirkan perusahaan lagi karna kini tanggung jawab itu akan iya pindahkan pada Edward


Edward yang akan menerima beban tanggung jawab besar menghela nafasnya bukan karna beban yang akan ia tanggung namun Edward menghela nafasnya karna kini dia tidak akan bisa bebas lagi bermain wanita karna di pastikan Omanya akan sangat ketat menjauhkannya dari banyaknya wanita penggoda.


' Sepertinya aku harus pensiun dini bay para wanita cantik.entah apakah nanti milikku akan berfungsi lagi atau tidak karna sudah di pastikan aku tidak akan bisa merasakannya lagi ' ucap Edward nelangsa namun hanya dalam hatinya


Menyadari raut wajah nelangsa nya Edward Anaya sangat ingin menertawakannya namun ia tahan karna tidak mau semakin membuatnya nelangsa Anaya pun memilih menghampirinya menepuk sebelah bahunya memberi semangat


" Kak Ed semangat ya.. keputusan tetaplah keputusan apa yang sudah kak Ed putuskan berarti juga kak Ed harus siap dengan konsekuensinya sudah saatnya kakak pensiun tobat itu juga demi kebaikan kakak " dengan terus menepuk bahu Edward bentuk penyemangat darinya


" Iya aku juga tua gak perlu diperjelas lagi.sebaiknya anak kecil cepat masuk kamar terus bobo sudah malam nanti di culik nenek lampir " balas Edward menggoda Anaya karena menurutnya tiada hari tanpa menggoda Anaya selagi ada kesempatan mumpung ada di depan mata

__ADS_1


" Kak Ed aku buka anak kecil " teriak Anaya dan siap menghajarnya namun dengan sigap Edward menghindar dan mengunakan jurus langkah seribu untuk menghindari Anaya


" Kak Ed sini kamu jangan lari " teriak Anaya terus mengejar Edward


Ruangan yang tadinya sepi sunyi dan serius itu berubah seketika oleh tingkah kedua manusia yang memang kalau sudah bersama pasti akan seperti tom and Jerry merusuh dan membuat berisik


Namun meski begitu mamah Soraya justru senang dengan begitu kebersamaan mereka semakin erat." Sudah... sudah.. berhenti Ed Naya sudah malam sebaiknya kalian istirahat besok kalian harus menyambut hari baru dan Daniel,Ed Jang lupakan hukuman dari Oma meski Oma sudah memaafkan kalian hukuman tetap hukum kalian paham.oma mau ke kamar " lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu


" Oma benar sudah malam Ed,kau mau menginap atau pulang.besok yang mau mengantar duluan Naya siap aku tau kau " ucap Daniel bertanya


" Sepertinya aku akan pulang dan sebaiknya yang mengantarkan Naya besok kau saja baru anti yang menjemput aku " balas Edward lalu berpamitan pulang namun sebelum pergi tak lupa edward menarik rambut Anaya sedikit kasar sampai Anaya mengaduh kesakitan namun tidak mau membalas karna percuma orangnya sudah kabur duluan


" Baiklah sudah di putuskan besok yang mengantarkan mu aku dan yang menjemput Ed tapi sepertinya aku juga harus pulang maaf tidak bisa menginap aku ada janji sama kakak mu yang cerewet itu " mengingat ibunya yang cerewet yang akan sangat mengomelinya kalo saja janjinya batal


" husss Kaka gitu-gitu juga dia ibumu "


" Wa'alaikum salam " kedua ponakan gedenya sudah pergi tinggal dia sendiri karna sudah malam Anaya pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat tubuhnya benar-benar lelah.


Anaya naik keatas tempat tidur dan mulai rebahan namun baru saja akan memejamkan matanya suara ponsel menggangu nya mau tak mau Anaya mengambil ponselnya mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari bosnya


***Halo


Anaya putri Chesa darimana saja kamu kenapa panggilan teleponku baru kamu angkat


Maaf dari tadi ponsel ku ada di kamar dan aku tadi di bawah


Aku tak perduli,tadi kamu pergi kemana kenapa aku mencari mu dari sore hingga malam seperti ini

__ADS_1


Maksud mu mencari ku apa


Kau tau aku ikut mencari mu tadi aku melihat mu mengendari motor dengan kencang dan ya siapa kedua laki laki itu berani nya mereka mendekatimu


hahahaha


Kenapa ketawa


lucu saja untuk apa pak bos repot repot mencari ku dan lagi aku singel siapapun boleh mendekatiku


ANAYA PUTRI CESHA


Sudah berapa kali aku bilang kau itu calon istriku jadi wajar kalo aku melarang mu dekat dengan lelaki mana pun dan sebagai calon suami wajar kalo aku menghawatirkan mu .


Seperti itukah... hahahaha


Dan aku juga ingin mengingatkan mu tuan Asad tolong pikirkan baik baik keinginanmu dan tata dengan baik setelah yakin baru kau utarakan dengan baik dan dengan cara yang baik pula***


Setelah mengatakan itu Anaya memutus teleponnya dan menyimpan kembali ponselnya di tempatnya semula. Anaya menarik napas nya berulang untuk menghilangkan emosi yang sempat muncul. Anaya paling tak suka kalo Asad sudah membahas hal yang sangat Anaya hindari


" Asad kau selalu terburu-buru " di akhiri dengan helaan nafas yang begitu berat


.


.


.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2