
Untung area itu belum rami oleh para karyawan karna di pastikan semuanya akan mendengar teriakannya kalo seandainya semua karyawan ada. Setelah puas asad pun menurunkan Anaya menatap wajah Anaya dengan penuh kebahagiaan " Terima kasih nay,aku akan senang akhirnya apa yang aku inginkan tercapai juga aku akan berusaha semampuku membahagiakan mu,menjaga mu,membantumu keluar dari ketakutan mu " ucap asad bersungguh-sungguh
" Baiklah aku pegang ucapan mu itu.sekarang kembalilah keruangan mu tuan saatnya bekerja kembali sebentar lagi ada pertemuan dengan tuan Erlangga untuk kerja sama kontrak dengan beliau " balas Anaya lalau mengingatkan kembali akan pekerjaan bosnya
" Cepatlah masuk nanti ada yang melihat aku tidak mau jadi bahan gosip " ucap Anaya pelan karna sudah mendengan karyawan sudah pada datang
" Baiklah persiapkan semuanya dan untuk rapat kali ini kau tidak usah ikut biar aku dan Daris saja dia terkenal play boy " bisik Asad pada Anaya di akhir ucapannya
" Baiklah kalo begitu lagi pula aku juga malas bertemu dengan orang seperti itu " balas Anaya tak suka menemui orang seperti Erlangga itu.
Setelah mengatakan itu Asad pun masuk kembali ke ruangannya dengan hati yang lega dan bahagia pastinya senyum di wajahnya pun tak luntur meski pekerjaaan di mejanya begitu menumpuk seolah pekerjaan itu begitu ringan asad mengerjakan pekerjaannya dengan semangat.
Disaat semu orang bekerja justru ada yang tak begitu minta untuk melanjutkan pekerjaannya.mita dia masih menyimpan sisa kekesalannya atas penolakan Daris padanya karna penolakan itu Mita menjadi tak berminat melanjutkan pekerjaannya
" Awas aja akan aku pastikan kau yang akan meminta bertemu kembali.aku tau kau tampan dan dingin tapi itu tidak berpengaruh padaku sikapmu yang seperti itu justru membuatku bersemangat untuk mendekatimu " ucap Mita berbicara sendiri
" Tapi tunggu tadi Anaya kemana ya kok gak ada di kantin apa terjadi sesuatu dengannya tadi kan dia dipanggil pak bos.akan ku tanyakan nanti pas pulang saja " setelah puasa berbicara sendiri Mita pun melanjutkan pekerjaannya karna tidak mau kena Omelan nantinya.
Orang bilang kalo ada orang yang sedang jatuh cinta maka dunia sekan milik sendiri,bagai mana tidak orang jatuh cinta dunianya di penuhi orang tercinta yang lain tidak di pedulikan.begitu pun dengan yang dirasakan Asad dunianya di penuhi Anaya tadi dia begitu semangat mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk di mejanya tapi tiba-tiba saja wajah Anaya muncul di berkas yang sedang Asad baca
" Anaya " gumamnya
dengan cepat Asad menyambar telepon dan menyambungkannya ke telepon di meja ruang anaya
Treeettt..
Treeettt..
Anaya pun dengan cepat mengangkatnya
" Halo pak "
" Nay "
" Iya "
" Kau sedang apa "
" Saya sedang menyiapkan berkas yang anda butuhkan untuk meeting nanti "
__ADS_1
" Nay "
" Iya Tuan "
" Aku merindukanmu "
" Apa,aaiss jangan bercanda ini di kantor "
" Aku tidak becanda wajah mu menggangguku wajah mu ada dimana-mana nay,ayo tanggung jawab "
" Hey kenapa jadi aku yang harus tanggung jawab aku kan tidak melakukan apapun "
" Nay aku jadi tidak fokus "
" Tau ah " Anaya memutus teleponnya karna kesal dan memilih melanjutkan pekerjaannya namun,kembali telepon itu berdering
" Iya tuan ada apa lagi " jawab Anaya
" Nay,aku minta ku datang keruangan ku "
" Mohon maaf tuan saya tidak bisa saya sedang sibuk " tolak Anaya karna menurut Anaya itu hanya lah akal-akalan nya Asad saja untuk mencari kesempatan dalam pekerjaan
" Baik tuan maaf saya bawa berkasnya kesana "
Anaya pun menuruti perintah Asad datang keruang nya membawakan berkas yang dibutuhkan setelah mengetuk pintu Anaya pun masuk namun Anaya tidak menemukan Asad di ruangannya.sengaja Asad bersembunyi karna ingin mengejutkan Anaya.
Anaya pun berjalan menuju meja Asad untuk meletakan berkas Tapi tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang memeluk pinggangnya sontak saja Anaya menjerit
" AAAAAA..." dengan cepat asad menutup mulut Anaya dengan tangannya karna panik takut ada yang mendengar dan menimbulkan madalah.keterkejut Anaya akibat ulah Asad justru membuat bayangan ketakutannya itu tiba-tiba saja muncul tubuh Anaya serasa lemas lalu bergetar, Anaya berusaha berontak karna takut Asad menyadari hal itu dengan cepat melepaskan Anaya dan membalikan tubuhnya saling berhadapan namun Anaya malah luluh kelantai terduduk dan dengan cepat menekuk kakinya dan dia peluk sambil menutup rapat matanya
" Nay,ini aku tenanglah " ucap Asad menenangkan Anaya
Dengan tubuh yang masih bergetar dalam posisi terduduk memeluk tubuhnya dan mata yang ditutup rapat Anaya enggan membuka maupun mendengarkan Asad bicara Anaya terus menggelengkan kepalanya menepis setiap kali Asad menyentuh tangannya
" Pergi... jangan sentuh aku pergi... " Anaya berucap histeris dengan derai air mata
" Anaya ini aku Asad " bentak Asad menyentuh kedua bahu Anaya untuk menyadarkan nya
Mendengar nama Asad Anaya pun perlahan membuka matanya dengan nafas memburu Anaya menatap Asad
__ADS_1
" A_Asad " panggil Anaya lalu dengan cepat menghambur memeluknya lalu kembali Anaya menumpahkan tangisannya karna takut
" Maafkan aku membuatmu taku aku janji tidak akan melakukan hal ini lagi " ucap Asad merasa bersalah
Asad pun membawa Anaya duduk di sofa dan memberikannya minum agar lebih tenang lagi " Asad aku takut dia ingin__"
" Ssstttt.. tenanglah ada aku jangan takut tenangkan dirimu lihat sekelilingmu ini di kantor diruang ku " ucap Asad memotong ucapan Anaya dengan menyadarkan bahwa ini di kantor
Beberapa saat Anaya masih terdiam dengan posisi yang sama duduk sambil menekuk kedua kakinya
" Nay,lebih baik kau pulang saja aku akan mengantarkan mu pulang " ucap Asad menyuruh Anaya pulang karna yang di butuhkan Anaya saat ini adalah istirahat dan menenangkan pikirannya.
" Asad aku mau pulang " balas Anaya mulai berkaca-kaca kembali matanya
" Iya aku antar ya " bukanya meng iyakan Anaya malah bangkit terburu-buru keluar dari ruangan asad menuju mejanya mencari ponselnya dan mencari kontak salah satu ponakannya.
" Halo, k_ kak Ed "
" Naya kau kenapa,apa yang terjadi " jawab edward panik karna mendengar suara Anaya yang terbata
" K_kak jemput aku,a _ aku mau pulang cepat " lalu Anaya memutus teleponnya dan bergegas mengemasi barangnya bersiap pulang namu baru saja dua langkah Asad menghentikan Anaya dengan menarik tangannya bertujuan menghentikan langkah Anaya namun sayang perbuatan Asad yang tiba-tiba itu dan membuat Anya terkejut dengan sentuhan dari belakang lagi dan lagi kembali Asad membuat Anaya takut dan hampir berteriak kalo tidak buru-buru dia sendiri menutup mulutnya karna takut sekaligus kaget Anaya pun menepis tangan Asad lalu segera berlari menuju lift.
Baru saja anaya berniat ingin melawan rasa takutnya tapi karna sentuhan tak terduga itu malah mengingatkannya pada kejadian itu.
Asad mengejar Anaya sampai ke lobi berniat untuk menenangkannya kembali dan mengantarkannya pulang namun setelah sampai di lobi Asad tidak menemukan Anaya dia pun berlari keluar ternyata Anaya sedang duduk di halte yang tak jauh dari kantornya baru ingin menghampiri sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Anaya dan keluarlah seorang laki-laki yang waktu itu pernah dia lihat.
Edward keluar dari mobilnya dengan buru-buru menghampiri Anaya yang sedang terdiam dengan wajah yang pucat keringat bercucuran matanya kosong " Naya ini aku Edward ayo kita pulang " ucap Edward menyebutkan namanya terlebih dahulu untuk menyadarkan Anaya lalu baru menyentuh tangannya.setelah m mendengar nama orang yang dia kenal Anaya baru akan menoleh melihat orang itu
" K_ kak Ed,aku takut a_aku mau pulang__" tubuh anaya lemas lalu tak sadarkan diri di pelukan Edward ..
.
.
.
.
🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Trauma,satu kata yang membuat orang yang mengalaminya tersiksa