
Masih ditempat yang sama, Silmi masih setia menunggu di ruangannya Faris sendirian. Tidak lama kemudian datanglah Bu Santi masuk.
"Maaf ya Tante agak lama, Faris nya kemana?" tanya Bu Santi.
"Mas Faris lagi miting Tante" jawab Silmi. tiba tiba Faris datang dan masuk ke ruangan itu diikuti Bayu, Yuda pun ikut masuk.
Bu Santi langsung mengernyit melihat penampilan putranya yang habis miting namun menggunakan sarung, baju Koko serta kopeah.
"Faris, kenapa kau menggunakan pakaian itu ketika miting?" tanya Bu Santi heran. Bayu sudah menahan tawanya. Faris hanya tersenyum.
"Tanyakan saja pada calon menantunya mama, dia yang membawakan baju ini untukku" jawab Faris sambil melirik Silmi. Silmi sudah menunduk. Tiba-tiba Bu Santi malah tertawa.
"Ha ha ha, putraku terlihat hansom memakai pakaian begini, udah seperti ustadz Usman" ucap Bu Santi masih dengan tawanya yang renyah. Faris hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tiba tiba Bayu berbisik pada Faris.
"Bos, itu Bu Santi ngetawain penampilannya Bos, apa perlu Bu Santi kita pecat?" tanya Bayu. Faris langsung memicingkan matanya pada sekertaris nya itu.
"Kau mau aku jadi anak durhaka" gerutu Faris.
"Nggak Bos, ampun" Bayu takut.
"Mah, aku mau ngadain miting untuk semua karyawan ku, kuharap mama sama Silmi bisa menemaniku" pinta Faris.
"Tentu saja"
Faris sudah mengadakan miting bersama para karyawan nya. Kini miting diadakan di ruangan besar dan semua karyawan laki laki maupun perempuan sudah berkumpul disana.
Awalnya memang miting di ruangan tertutup dan hanya beberapa karyawan yang ada di ruangan itu, namun kali ini Bayu sudah mengumpulkan semua karyawan. Para karyawan sudah menatap heran dengan penampilannya Faris yang mendadak alim. Tidak sedikit dari mereka yang menahan tawanya.
"Selamat siang semuanya" sapa Faris.
"Siang Bos" semua menjawab dengan kompak.
"Pengumuman yang berlaku untuk semua karyawan baik laki laki maupun perempuan. Mulai saat ini tentunya tanggal 1 September. Saya umumkan peraturan baru di perusahaan ini yaitu mengenai penampilan dan sikap.
Untuk karyawan perempuan diharuskan menggunakan pakaian yang sopan, memakai celana panjang atau rok panjang, tidak boleh menggunakan baju ketat apalagi memperlihatkan buah ****. Untuk karyawan laki laki diharapkan bersikap sopan dan tidak jelalatan apalagi bersikap genit pada karyawan perempuan. Yang melanggar akan dikenai sanksi. Untuk perempuan yang masih kedapatan menggunakan rok diatas lutut, akan diwajibkan untuk menggunakan sarung yang sudah disediakan selama bekerja" tutur Faris.
Silmi sudah tersenyum, merasa senang dengan peraturan baru yang dibuat oleh Faris.
"Ada pertanyaan?" tanya Faris pada semua karyawan.
"Tidak ada Bos, kita mengerti semua" ucap karyawan kompak.
"Bagus kalau kalian sudah mengerti. Sekarang kalian boleh bubar" pinta Faris.
Setelah semua bubar dan hanya menyisakan Faris, Silmi, Bu Santi, Bayu dan Yuda. Faris pun mendekati Silmi.
"Apa kau senang dengan peraturan yang kubuat?" tanya Faris. Silmi sudah mengangguk ngangguk.
"Sangat senang. Terima kasih, kau bukan hanya menjaga pandangan laki laki, tapi kau juga telah menjaga kehormatan perempuan, menjaga aurat mereka dari mata mata yang tidak bertanggung jawab" ucap Silmi.
Faris mengangguk tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara didalam perutnya Yuda.
Kriuk kriuk.
Semua langsung menatap Yuda hingga Yuda tersenyum malu.
"Maaf, aku laper he he" ucap Yuda sambil cengengesan.
"Mama sudah siapkan makan siang romantis untuk kalian berdua, tapi maaf Mama gak bisa ikut makan siang, ada teman Mama dibawah, kita ada perlu sebentar" ucap Bu Santi.
"Iya Mah terima kasih"
Ketika Bu Santi sudah turun ke bawah, kini Faris sudah mengajak Silmi untuk pergi ke sebuah restoran yang masih berada di perusahaan itu.
"Ayo Mimi sayang" ajak Faris.
"Jangan panggil aku Mimi, tapi panggil aku Silmi" gerutu Silmi hingga Faris tertawa kecil.
"Iya Silmi sayang" ulang Faris kembali hingga Silmi langsung menyipitkan matanya.
"Namaku Sholehah Silmi Kaffah, panggil aku Silmi gak pake sayang"
"Iya Silmi, , , , , , , , , sayang"
Silmi sudah gereget pada putranya pak Edi itu. Faris hanya tersenyum senyum saja melihat reaksinya Silmi.
"Pepet terus Bos" (Bayu).
Sesampainya di sebuah restoran yang kini mendadak sepi karena Bu Santi sengaja menyiapkan semuanya disana hanya ada beberapa pelayan. sudah terdapat satu meja yang rapih dan cantik yang dikhususkan untuk Faris dan Silmi, sementara disebelahnya sudah ada satu meja dan dua kursi yang dikhususkan untuk Bayu dan Yuda. Bu Santi tau kalau Silmi pasti tidak mau berduaan bersama Faris dan harus ada Yuda disana untuk menjaganya.
Karena sudah kelewat laper, Yuda langsung duduk duluan, Silmi malah ikut duduk bersama Yuda dimeja yang sama. Faris yang melihat pun langsung mengernyit.
"Kau mau makan siang romantis bersama Om Yuda?" tanya Faris.
Tiba tiba seorang pelayan perempuan mengajak Silmi untuk pindah ke meja sebelah. Dan yang duduk bersama Yuda kini adalah Bayu.
"Sebelah sini mba" pinta pelayan itu. Mau tidak mau Silmi pun pindah kemeja sebelah tentunya kini dia satu meja bersama Faris. Faris sudah tersenyum senang.
Para pelayan sudah membawa menu sepesial dan menaruhnya di meja Faris dan mejanya Yuda. Yuda langsung melahap makanannya.
"Waaah mantap nih makanannya. Sikat, embat gabres, abisin jangan pake malu malu segala" batin Yuda pada dirinya sendiri.
"Ayo makan Silmi"
"Hmmm"
Silmi merasa canggung kalau makan siang bersama laki laki meskipun disana ada Yuda dan juga Bayu.
Setelah selesai makan siang, mereka masih duduk disana sambil menikmati suasana yang mendadak so sweat. Silmi hanya bisa menunduk tiba tiba merasa malu apalagi saat Faris diam diam memperhatikan.
Sementara dengan Yuda dan Bayu yang tiba tiba merasa risih.
__ADS_1
"Duuuh nasib jomblo, meja sebelah lagi romantis romantisnya, sementara diriku duduk romantis bersama Om Yuda. Terlalu" batin Bayu.
"Kenapa berasa aneh begini, ini kalau ada yang lihat bisa salah faham nih. Entar dikira jeruk makan jeruk" batin Yuda.
"Besok aku mau mengenalkan mu dengan seseorang" ucap Faris.
"Siapa?"
"Sepupuku. Adiknya Radit, dia baru mau masuk kuliah. Tentunya dia masih berondong, ketampanan nya 11 12 denganku" ucap Faris. Silmi pun terdiam dan merasa aneh dengan Faris yang mau memperkenalkan dirinya dengan sepupunya yang berondong.
"Apa tujuanmu memperkenalkan ku dengan sepupumu itu, bukankah kau tau kalau aku sangat terobsesi dengan berondong. Apa kau tidak takut aku akan menyukai sepupumu itu" ucap Silmi. Faris malah tersenyum.
"Bukan tanpa tujuan aku ingin memperkenalkan mu dengan sepupuku. Tentu saja aku ingin membuatmu percaya dan bisa membandingkan laki laki dewasa atau laki laki yang lebih muda, mana diantara mereka yang lebih bertanggung jawab dan membuatmu bahagia, serta tulus mencintaimu" tutur Faris. Lagi lagi Silmi terdiam.
Setelah kegiatan di perusahaan nya Faris selesai, Silmi pun meminta untuk pulang.
"Aku mau pulang" ucap Silmi.
Faris pun mengangguk.
"Tante Santi nya mana?"
"Mama masih ada urusan, biar kau aku yang antar pulang" ucap Faris.
"Memangnya kerajaanmu sudah selesai?" tanya Silmi kembali.
"Kerjaan ku sudah selesai, yang belum selesai itu mengikat hatimu dengan hatiku" jawab Faris sambil tersenyum senyum. Silmi hanya diam menunduk, mau tersenyum takut Faris ge'er, mau cemberut takut dibilang judes.
Bayu sudah mengendarai mobilnya, ia duduk didepan bersama Yuda, sementara Silmi duduk dibelakang bersama Faris, tentunya dengan masih menjaga jarak.
Ketika sampai didepan rumahnya Faris dan Silmi. Yuda, Silmi dan Faris pun turun dari mobil, sementara Bayu langsung memarkirkan mobil itu ke rumahnya Faris. Faris sudah mengantarkan Silmi ke depan gerbang.
"Terima kasih sudah mengantarku" ucap Silmi.
"Aku juga mau mengucapkan terima kasih, kehadiranmu membawa perubahan besar dalam hidupku. Aku akan terus berdo'a semoga kita berjodoh hingga terikat satu sama lain" tutur Faris. Silmi pun terdiam tidak lama kemudian ia tersenyum.
"Aku masuk dulu, assalamualaikum" pamit Silmi.
"Waalaikum salam"
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
_