SILMI

SILMI
Silmi


__ADS_3

Malam hari pun tiba, setelah mendapatkan omelan dari Fadil bin Usman gara gara cemburunya yang membuat satu keluarga itu ditinggalkan di kantornya Faris. Silmi pun masuk ke kamarnya dengan bibir sedikit cemberut. Fadil bilang kalau dia menyukai Faris, jangan lihat masa lalunya yang buruk itu, yang penting Faris sudah berubah dan baik prilakunya dimasa depan.


Silmi duduk diujung ranjang sambil menatap ke arah luar, kebetulan jendela kamarnya belum ditutup.


"Aku tau manusia itu tempatnya salah, aku juga tau setiap manusia pasti punya masa lalu. Tapi entah kenapa aku semakin penasaran dengan pacar pertama dan pacar terakhirnya Faris" batin Silmi.


Silmi mendekati jendela dan berdiri disana, tiba tiba ia melihat Faris sedang membuka kemejanya kebetulan gorden kamar Faris masih terbuka, dan Faris pun baru pulang dari kantor.


"Astaghfirullah alazim"


Silmi langsung menutup matanya dan menutup gorden kamarnya ketika dia tidak sengaja melihat Faris bertelanjang dada.


Silmi kembali menatap kalender yang ada di kamarnya. Hari liburannya tinggal dua hari lagi. Setelah dua hari itu terlewati pasti semua akan meminta jawaban dari kesepakatan antara Silmi, keluarganya dan juga Faris.


"Dua hari lagi aku akan pulang, tentu juga harus membawa pulang jawaban tentang perjodohan itu. Apa aku menyukai Faris??" batin Silmi yang terus bertanya tanya pada hatinya.


"Tutup mata, coba bayangkan siapa yang kini ada didalam hatimu Silmi" batin Silmi yang kini menutup matanya.


Saat Silmi menutup matanya, terlihat lah ustadz Usman, namun Silmi sendiri terdiam ketika melihat sosok Faris berdiri dibelakang Abi nya itu.


"Faris"


Silmi kembali membuka matanya.


_ _ _


Keesokkan harinya. Fadil sudah mengetuk ngetuk pintu kamarnya Silmi.


"Mimi, jalan jalan yu" ajak Fadil.


Silmi hanya diam sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, merasa malas untuk pergi ke luar.


"Aku mau di rumah saja" jawab Silmi sambil berteriak. Akhirnya Fadil pun membuka pintu bersama Bilkis. Dilihatnya adik perempuannya itu sedang bermalas malasan di kamarnya.


"Aduuuh anak perawan jam segini malah tidur tiduran ayam alias gogoleran gak jelas. Ayo main, sebentar lagi liburan kita berakhir loh" ucap Fadil.


"Aku malas keluar rumah"


"Bu Santi sudah nunggu dibawah, kita mau diajak ke kantornya Faris, abis itu pergi ke pantai" bujuk Fadil.


Mau tidak mau akhirnya Silmi mau pergi bersama Bu Santi, tentunya rame rame bersama Fadil, Syifa dan Bilkis tak lupa juga dengan Yuda yang tidak akan pernah ketinggalan.


Sesampainya di kantornya Faris. Mereka semua masuk ke ruangannya Faris. Disana sudah ada Faris dan Bayu yang sedang mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Faris pun tersenyum lalu menatap Silmi yang hanya diam saja.


"Kenapa diam saja?" tanya Faris.


"Cemburu sama mba Prett" tiba tiba Yuda menjawab hingga Silmi langsung mencubit bodiguard dadakannya itu.


"Om Yuda ngomong apaan sih" gerutu Silmi. Faris hanya tertawa kecil.


"Bagus kalau kau cemburu, itu yang aku mau. Itu kan artinya kau suka padaku" ucap Faris. Silmi hanya diam menunduk. Tiba tiba Bilkis minta keluar dan ingin berjalan jalan, akhirnya Syifa mengajak jalan jalan Bilkis bersama Bu Santi.


Kini tinggallah Silmi, Faris, Fadil, Yuda dan Bayu yang ada di ruangan itu.


"Besok sore kau pulang ke pesantren?" tanya Faris. Silmi pun mengangguk sebagai jawaban.


"Sudah dapat jawaban atas perjodohan kita?" tanya Faris kembali. Silmi kembali mengangguk.


"Apa jawabanmu?"


"Aku akan memberikan jawabannya besok ketika aku akan pulang. Tapi sebelum itu boleh aku tanya sesuatu padamu, mungkin sedikit pribadi"


"Kata Tante Santi, pacar pertama dan pacar terakhirmu adalah orang yang sama, boleh kah aku tau siapa dia?" ucap Silmi penuh harap. Faris hanya tersenyum, sementara Fadil dan Yuda sudah menepuk jidat masing masing.


"Duuuh si Mimi ngapain nanya nanya mantannya si Faris segala. Kemarin saja ketemu salah satu mantannya langsung cemburu hingga melupakanku. Sekarang malah nanya siapa mantan pertama sama yang terakhir, auto tepok jidat" batin Fadil.


"Duuuh mba Silmi kenapa jadi kepo begitu, kalau terserang cemburu lagi aku kan yang repot" gerutu Yuda dalam hatinya.


"Mimi sayang, itu kan cuma masa lalunya Faris, tidak usah diungkit ungkit lagi, nanti yang ada kau sakit hati" ucap Fadil.


"Aku hanya ingin tau kak, cuma itu. Jangan sampai dikemudian hari ada masalah gara gara masa lalunya itu" ucap Silmi.


Fadil pun terdiam lalu menatap Faris.


"Maaf Faris, tiba tiba aku pun mendadak kepo, ingin tau siapa dia. Kenapa sampai kau memilih satu orang yang sama sebagai yang pertama dan terakhirmu?" ucap Fadil. Lagi lagi Faris tersenyum lalu menyodorkan satu buah bingkai Poto yang selalu ada dimeja kerjanya.


"Ini adalah mantan pertama dan terakhirku. Lebih tepatnya cinta pertama Dan terakhir ku"


ucap Faris. Silmi dan Fadil pun menatap Poto itu, disana hanya ada Poto seorang anak lelaki berumur 10 tahun, dan anak perempuan berumur 3 tahun.


"Anak laki laki itu aku, dan yang perempuan adalah cinta pertamaku" ucap Faris.

__ADS_1


Silmi pun menatap Poto itu dalam dalam.


"Ini si Om Faris kaya Fedofil suka sama balita. Tapi ko kaya kenal ya sama Poto anak perempuan ini. Tapi siapa ya" batin Silmi.


Silmi sudah melirik Fadil.


"Kak, ko aku kaya gak asing ya sama Poto anak perempuan ini. Kaya kenal gitu" bisik Silmi. Fadil malah tertawa.


"Ha ha ha, tentu saja kau kenal pada perempuan itu, itu kan kau waktu kecil Mimi" jawab Fadil. Silmi langsung mengernyit sementara Faris sudah tersenyum. Silmi kembali menatap Poto itu lekat lekat.


"Masa sih ini aku, kapan aku Poto sama Faris. Lagi pula aku kan bukan mantan pacarnya" ucap Silmi.


"Poto itu diambil ketika reuni Akbar, lupa tahun berapa, saat itu usiaku 10 tahun dan usiamu 3 tahun. Ayah kita reunian waktu itu. Itu pertama kali kita ketemu. Aku sudah menjadikanmu pacarku waktu itu, aku juga sudah menciummu waktu itu, pertanda kita sudah jadian" tutur Faris sambil menahan tawanya. Silmi langsung menganga, lalu menutup mulutnya dengan tangan.


"Idiiih kapan" Silmi tidak percaya.


"Itu loh Mimi, dulu kita pernah diajak sama Abi, sama pakde Soleh juga ke acara reunian. Disana kita ketemu sama almarhum om Edi, sama Faris juga, kak Fadil masih ingat ko" ucap Fadil.


"Terus soal ciuman itu bohong kan?" tanya Silmi sambil menyipitkan matanya.


"Kalau kau tidak percaya, tanya saja pada kakakmu" ucap Faris. Silmi langsung melirik Fadil.


"Yang dikatakan nya benar, kau pernah dicium sama si Faris waktu itu. Tapi tenang saja, selain kena sentil kak Fadil sama Abi, si Faris ini kena pukulan cantik dari Om Edi" tutur Fadil. Silmi sudah menggeram.


"Ternyata putranya Om Edi ini sudah buaya dari kecil. Lebih tepatnya sudah mata keranjang dari lahir. ME NYE BAL KAN" batin Silmi.


Faris sudah menunduk menahan tawanya melihat reaksinya Silmi.


"Waaah berarti bibirnya mba Silmi sudah gak perawan" Yuda keceplosan. Fadil sudah menyubit pinggangnya Yuda. Sementara Silmi kembali menggeram.


"Awwww, ampun keceplosan"


"Aku juga tidak pernah jadi pacar pertama apalagi pacar terakhirmu" ucap Silmi.


"Bagiku kau adalah mantan pertama dan mudah mudahan jadi pacar yang terakhir. Aamiin.


"Aamiin" (Bayu).


"Aku minta maaf, sedari kecil aku memang sudah nakal. Tapi insyaallah, sekarang aku sudah berubah, untuk itu, aku mau bertanggung jawab atas kelakuanku waktu itu padamu" ucap Faris.


"Maksudnya?"


"Aku mau menikahimu, sebagai bentuk pertanggung jawabanku" ucap Faris.

__ADS_1


__ADS_2