
Masih dihari yang sama dan ditempat yang sama pula. Satu tiupan Pluit yang menggema hingga membuat telinga mendadak mendengung telah dibuat oleh Dodo, sementara Boim berlari sambil membawa satu buah sarung yang masih baru.
PRIIIIIIIIIIIIT.
Dodo telah meniup Pluitnya dengan keras ketika melihat seorang perempuan berpakaian sexy menerobos masuk ke perusahaannya Faris. Tentu kedua sekuriti itu tidak tinggal diam dan langsung mengambil tindakan sesuai perintah bosnya kalau ada perempuan yang tidak berpakaian sopan atau tidak menutup auratnya alias sexy tidak boleh diizinkan masuk ke kantor itu, apapun alasannya.
Selain Dodo yang meniup Pluit, Boim pun berlari mendekati perempuan sexy itu sambil membawa sebuah sarung yang memang sengaja disiapkan untuk perempuan yang memakai rok mini.
"Permisi mba, maaf sebelumnya ada peraturan baru di perusahaan ini, yaitu tidak boleh ada perempuan berpenampilan sexy, alias mengumbar aurat masuk ke perusahaan ini" tutur Boim.
Perempuan cantik yang berdandan sexy itu langsung mengernyit lalu membuka sedikit kaca mata hitamnya hanya untuk mengintip siapa yang kini sedang bicara dengannya.
"Siapa kau?, berani beraninya kau melarang ku masuk ke kantor ini?" tanya si perempuan.
"Saya sekuriti baru mba. Pak Faris yang menerapkan peraturan baru beberapa hari yang lalu, tidak boleh ada perempuan yang boleh masuk ke kantor ini kecuali dia berpenampilan sopan" tutur Boim kembali.
Si perempuan itu malah menganga.
"Apaaaaa?, apa aku tidak salah dengar?. Kau tidak tau siapa aku?" ucap Si perempuan.
Boim langsung menggeleng.
"Memangnya mba siapa?, pasti mau melamar pekerjaan disini ya. Duuh saya ingatkan ya mba. Disini dilarang berpenampilan sexy apalagi ketiga kancing baju atas kebuka. Itu akan mengotori pandangan para karyawan laki laki disini. Untuk itu saya bawakan sarung untuk mba. Jika mba mau masuk kantor ini mba harus menggunakan sarung dulu baru boleh masuk. Ini peraturan yang dibuat oleh pak Faris"
Lagi lagi perempuan itu menganga.
"Apaaaaa. Apa si Faris sudah gila, masa aku harus pake sarung"
Perempuan itu tidak memperdulikan aturan itu hingga ia nyelonong masuk, namun Dodo dan Boim mengejarnya.
PRIT PRIT PRIIIIIITTT.
"Mba tidak boleh masuk" teriak Dodo.
Perempuan itu berhenti dengan kesalnya lalu menatap Dodo dan Boim dengan tatapan menusuk.
"Namaku Pretty. Aku adalah pacarnya Faris, Bos kalian" tegas perempuan itu yang bernama Pretty.
"Siapapun mba, ini adalah peraturan perusahaan, jadi mba harus mengikutinya. Mba Prett mengerti kan?" tanya Dodo.
"Kalau mau menyebut namaku itu harus komplit, jangan cuma Prett doang, tapi harus Pretty. Karena kalau cuma Prett doang itu adalah suara ken tut" protes Pretty.
"Baik mba Prett"
Pretty kembali memicingkan matanya.
"Maksudnya mba Pretty. Tolong mba Pretty pake dulu sarungnya sebelum terlihat pak Faris" pinta Boim.
"NO"
Pretty langsung bergegas masuk dan menerobos ke ruangannya Faris. Dodo dan Boim pun mengejarnya karena takut dipecat.
Saat Pretty menerobos masuk ke ruangannya Faris, ia terkejut melihat Silmi duduk sendirian di ruangan itu, kebetulan Yuda sedang pergi ke toilet.
"Siapa kau?" tanya Pretty sedikit judes.
Silmi pun terkejut dengan kedatangan Pretty, apalagi melihat penampilan pretty yang memperlihatkan auratnya.
"Astaghfirullah alazim"
__ADS_1
"Aku tanya siapa kau?, kenapa kau berada di ruangannya Faris?" tanya Pretty mengintimidasi.
"Aku Silmi"
Pretty pun menatap penampilannya Silmi dari bawah hingga atas, hingga Pretty mengernyit heran.
"Ko bisa ada perempuan model begini di kantornya Faris. Pasti dia mau melamar pekerjaan, atau dia ini guru ngajinya si Faris?" batin Pretty menebak nebak.
"Sedang apa kau berada disini?, lalu kemana Faris?" tanya Pretty.
"Faris sedang ada miting. Kau sendiri siapa?" tanya balik Silmi. Pretty malah tersenyum sombong.
"Aku Pretty, aku calon istrinya Faris, pemilik perusahaan ini" tegas Pretty. Silmi pun terdiam, ia tak segampang itu percaya dengan ucapan perempuan berpenampilan sexy itu.
"Oh jadi kau calon istrinya Faris?. Bukankah Faris itu lagi jomblo ya sekarang. Apa kau adalah salah satu mantannya dimasa lalu?" tanya Silmi.
"Aku memang mantannya Faris, tpi sebentar lagi aku akan menjadi istrinya" tegas Pretty.
"Faris itu punya 21 mantan pacar, kalau aku boleh tau, kau mantan pacar yang keberapa?" tanya Silmi. Pertanyaan Silmi berhasil membuat Pretty kesal.
"Aku mantan yang ke 19"
"Oh berarti kau bukan cinta pertamanya, bukan pula cinta terakhirnya" ucap Silmi. Pretty semakin kesal.
"Sebenarnya siapa kau?, cepat kau keluar dari sini, aku tidak suka melihatmu" ucap Pretty.
"Aku Sholehah Silmi Kaffah putrinya ustadz Usman" jawab Silmi hingga Pretty langsung mengernyit.
"Siapa ustadz Usman?"
"Ya tentu saja Abi ku" ucap Silmi.
"Maaf mba Prett, tolong sarungnya dipake dulu" pinta Boim.
"Sekali lagi aku peringatkan, jangan panggil aku Prett, tapi panggil aku Pretty" tegas Pretty. Silmi sudah menahan tawanya.
"Im, kau jangan panggil Prett doang, tambahin huruf Y, biar gak disangka manggil kentut. Masa si mba nya yang cantik ini panggilannya suara Prett sih, nanti disangka kentut" tutur Dodo.
"Iya kalau panggil Prett, mendadak pengen pencet hidung, takut bau" ucap Boim. Pretty sudah menggeram kesal.
Sementara Silmi dan Yuda sudah cekikikan tak bersuara. Pretty kembali menatap tajam pada Silmi.
"Ada keperluan apa kau disini?. Tidak sopan sekali kau berada di ruangannya Faris. Sekarang kau keluar" tegas Pretty mengusir.
Tiba tiba Faris datang bersama Bayu, mereka nampak terkejut melihat di ruangannya sedikit ribut ribut, apalagi melihat ada Pretty disana.
"Ada apa ini?" tanya Faris.
Pretty langsung tersenyum lalu berjalan mendekati Faris dan bergelayut manja di lengannya Faris.
"Sayaaang, masa aku disuruh pake sarung sama kedua sekuriti ini. Pecat saja mereka, badan doang yang keker, mukanya pada lembek begitu" Pretty mengadu.
Seketika itu pula Faris langsung menepiskan tangannya Pretty.
"Lepaskan tanganmu. Bersikaplah yang sopan. Aku sudah menerapkan peraturan baru di kantor ini. Tidak boleh ada perempuan yang boleh masuk kantor ini kecuali dia berpenampilan sopan" tutur Faris. Pretty langsung menganga, merasa tidak percaya dengan peraturan yang dibuat Faris.
"Di tutup itu mulutnya, jangan menganga begitu, nanti setan masuk lewat atas bawah" sindir Yuda.
Seketika itu pula Pretty langsung menutup mulutnya lalu membenarkan rok mininya dengan kesal.
__ADS_1
"Sayang"
"Jangan panggil aku sayang, tapi panggil aku Faris" tegas Faris.
"Faris. Siapa perempuan itu?" tunjuk Pretty pada Silmi yang sedang duduk santai namun hatinya sedang cemburu dan mulai bertanya tanya siapa perempuan yang bernama Pretty itu.
"Dia Silmi, calon istriku" jawab Faris.
Lagi lagi Pretty menganga merasa terkejut dengan ucapannya Faris. Dodo pun berbisik pada Boim.
"Itu mba Prett, hobby banget menganga begitu"
"Mungkin itu cara dia buat buang angin" jawab Boim sambil berbisik pula.
"Faris, apa kau tidak salah. Dia calon istrimu, dia memang cantik, tapi lihatlah penampilannya, ikh sungguh gak banget. Dari penampilannya yang tertutup itu, belum tentu badannya bagus dan sexy" gerutu Pretty.
"Aku memang tidak tau badannya bagus atau tidak. Tapi dengan penampilannya yang seperti itu, aku tau dia adalah perempuan yang baik. Untuk itu sekarang kau pergi dari sini. Kantor ini tidak menerima perempuan berpakaian sexy, apalagi mengumbar aurat sepertimu" tutur Faris mengusir.
Lagi dan lagi Pretty menganga membuat Dodo dan Boim menutup hidung, bukan karena bau melainkan takut Pretty buang angin dengan cara seperti itu.
"Kau mengusirku Faris, hanya demi perempuan seperti itu" tunjuk Pretty pada Silmi. Faris mengangguk ngangguk.
"Pulanglah, sebelum aku menyuruh sekuriti ku untuk memakaikan sarung padamu" ucap Faris.
Dengan kesalnya Pretty langsung pergi dari ruangannya Faris.
JEBREEED.
Pretty membanting pintu hingga Yuda, Dodo dan Boim meloncat kaget.
"Astaghfirullah"
Dodo dan Boim pergi dari ruangan itu.
Faris sudah menatap Silmi yang kini duduk sambil menatap kearah lain, ia tau kalau putrinya ustadz Usman itu sedang marah atas kedatangan salah satu mantan pacarnya itu. Faris pun mendekati lalu duduk dihadapannya Silmi.
"Kenapa kau cemberut?" tanya Faris.
"Siapa perempuan itu, katanya kau sudah berubah, lalu kenapa perempuan itu datang kesini mengaku sebagai calon istrimu" tutur Silmi ketus.
"Dia Pretty, dia mantan pacarku yang ke-19. Mungkin dia tidak bisa move on dariku, makanya dia mengaku sebagai calon istriku. Kenapa, apa kau cemburu?" tanya Faris.
"NGGAK"
Faris malah tersenyum melihat reaksi Silmi yang terlihat kesal.
"Padahal aku sangat berharap kau akan cemburu. Karena jika kau cemburu, itu artinya kau suka denganku" ucap Faris sambil tersenyum senyum.
"Mba Silmi cemburu itu, cuma gengsi doang buat ngaku" batin Yuda.
"Bos, itu putrinya ustadz Usman sedang cemburu Bos" batin Bayu.
"Om Yuda, ayo kita pulang" ajak Silmi.
Faris hanya tersenyum ketika melihat Silmi keluar setelah mengucapkan salam dan diikuti oleh Yuda.
"Bos, itu putrinya ustadz Usman cemburu" ucap Bayu.
"Aku tau"
__ADS_1
Faris masih setia tersenyum.