SILMI

SILMI
Lupa


__ADS_3

Masih dengan Silmi yang kini pulang bersama Yuda. Di mobil Silmi hanya diam cemberut, ia sendiri bingung kenapa bisa seperti itu.


"Apa benar yang dikatakan Faris kalau aku cemburu?" batin Silmi yang masih gengsi untuk mengakui kalau dirinya cemburu.


Yuda sudah melirik kaca sepion untuk melihat putrinya ustadz Usman itu, kebetulan Silmi duduk dibelakang.


"Duh mba Silmi kalau cemburu itu ya bilang bilang dong mba, jangan diem diem bae. Aku kan jadinya bingung sendiri" batin Yuda.


Sesampainya di rumah sewaan, Silmi sudah keluar dari mobil sebelum Yuda membukakan pintu.


"Duuuh mba Silmi beneran lagi ngambek nih. Jangan sampai dia ngadu sama ustadz Usman, bisa berabe urusannya" batin Yuda.


"Mba Silmi baik baik saja?" tanya Yuda khawatir.


"Aku baik" jawab Silmi sambil berjalan untuk masuk ke rumah itu, tiba tiba langkahnya terhenti saat dirinya teringat Fadil, Syifa dan Bilkis yang masih berada di kantornya Faris.


"Astaghfirullah alazim. Om Yuda, kak Fadil sama kak Syifa masih ada di kantornya Faris, mereka pasti marah banget kalau kita tinggal" ucap Silmi yang merasa bersalah karena cemburu ia telah melupakan kakak dan kakak iparnya, terutama si gemoy keponakannya.


"Oh iya, mas Fadil sama mba Semok ketinggalan. Sebentar ya mba, Om Yuda mau jemput mereka dulu" ucap Yuda yang bergegas masuk mobil, namun tiba tiba ia terdiam lalu menatap Silmi.


"Kalau aku pergi untuk menjemput mas Fadil sama mba Syifa, nanti mba Silmi sendirian disini. Waah itu sih gak boleh pake banget, kalau ada orang jahat terus nyulik mba Silmi gimana, ini sih lebih bahaya" batin Yuda.


Yuda pun mendekati Silmi hingga Silmi terdiam heran.


"Ko balik lagi, ayo sana jemput kak Fadil sama kak Syifa sebelum mereka sadar kalau mereka kita tinggal" ucap Silmi.


"Om Yuda gak mungkin ninggalin mba Silmi sendirian disini, takutnya nanti ada orang jahat. Gini aja mba Silmi ikut lagi ke kantornya Faris untuk menjemput mas Fadil" pinta Yuda. Lagi lagi Silmi mengernyit.


"Ikh Om Yuda apaan sih, masa aku harus kembali ke kantornya Faris. Aku lagi males ketemu Faris sama si Pretty" gerutu Silmi.


"Mba Silmi yang sabar ya. Masa lalunya Faris memang buaya darat, mantannya pun ada 21, ini baru satu orang mantan yang nongol mba Silmi udah kesal begini, gimana kalau yang 21 itu keluar semua. Nanti mba Silmi bisa kejejeran" tutur Yuda hingga Silmi cemberut.


"Aku gak apa apa Om Yuda ditinggal sendirian juga. Aku gak takut"


"Tapi Om yang takut mba, kalau mba Silmi ada yang nyulik gimana?. Kalau ninggalin nona Bos Ira sih sah sah aja, diakan memang senang jika diculik. Tapi kalau sampai mba Silmi diculik sudah pasti gempar satu pesantren" tutur Yuda.


"Tapi aku lagi malas ketemu Faris lagi, apalagi ketemu si Pretty"


Tiba tiba Yuda menemukan ide.


"Om Yuda ada ide mba. Ayo mba Mimi ikut"


Yuda sudah menarik lengan bajunya Silmi tanpa harus menyentuh kulitnya Silmi.

__ADS_1


"Mau kemana Om Yuda?"


Yuda pun menyebrang jalan hingga sampailah dirumahnya Faris.


"Assalamualaikum"


Didepan rumah itu terlihat mas Cipto sedang mengelap kaca sepion mobilnya Bu Santi.


"Waalaikumussalam. Eh ada pak Yuda sama mba Silmi, mau ketemu Bu Santi?" tanya mas Cipto.


"Iya, Bu Santi nya ada?" tanya Yuda.


"Ada"


Kebetulan pula Bu Santi keluar dan menghampiri mereka.


"Eh ada Silmi, masuk sayang" ucap Bu Santi sambil tersenyum.


"Kebetulan ada Bu Santi. Maaf Bu, saya titip mba Silmi sebentar ya, saya mau balik ke kantornya Faris, ada barang yang ketinggalan, cuma sebentar ko" tutur Yuda. Bu Santi pun mengangguk.


"Silahkan, Silmi aman bersama saya disini"


Setelah berpamitan, Yuda pun pergi untuk menjemput Fadil dan Syifa.


Mau tak mau Silmi pun ikut masuk ke rumahnya Faris.


"Mudah mudahan putranya pak Edi itu pulangnya telat, jadi gak perlu ketemu lagi disini" batin Silmi sambil berdo'a.


Bu Santi pun mengajak Silmi duduk dan mengobrol.


"Bagaimana kunjungan hari ini ke kantornya Faris. Ada yang beda?" tanya Bu Santi. Silmi pun tersenyum.


"Ada Tante. Alhamdulillah, penampilan para karyawan perempuan sudah sangat sopan dan menjaga aurat" jawab Silmi. Lagi lagi Bu Santi tersenyum.


"Itu semua berkat dirimu Silmi. Sedikit besarnya itu semua ada hubungannya dengan mu. Kau lah yang membawa perubahan itu, tentunya perubahan yang baik"


Silmi pun ikut tersenyum.


"Tante, boleh aku tanya sesuatu?"


"Tentu saja, memangnya mau tanya apa?"


"Tante kenal sama yang namanya Pretty, mantan pacarnya Faris dulu?" tanya Silmi sedikit ragu. Bu Santi pun terdiam dan mulai mengingat ngingat.

__ADS_1


"Pretty. Oh iya Tante kenal, dia mantan pacarnya Faris, tapi Tante lupa dia mantan yang keberapa. Memangnya kenapa, apa kau mengenalnya?" tanya Bu Santi.


"Tadi aku ketemu dia di kantor. Dia bilang kalau dia itu calon istrinya Faris" ucap Silmi. Bu Santi malah tersenyum.


"Hampir semua mantannya Faris itu mengaku kalau dirinya adalah calon istrinya Faris. Mungkin mereka tidak ingin berpisah dengan Faris, tentunya semua ada hubungannya dengan jatuhnya semua perusahaan Junaedi group pada Faris sebagai pewaris utama setelah meninggalnya Om Edi" tutur Bu Santi.


Silmi pun mengangguk ngangguk.


"Pretty tidak bicara buruk tentang Faris kan, setelah Faris mengatakan kalau kau adalah calon istrinya?" tanya Bu Santi.


"Dia tidak bicara buruk tentang Faris, hanya saja sepertinya dia tidak menyukaiku" ucap Silmi. Bu Santi tersenyum lalu mengelus kepalanya Silmi.


"Pretty mungkin iri padamu. Kau akan dianggap perempuan beruntung yang dapat memiliki Faris, mereka hanya akan melihat harta, bukan cinta. Tapi Tante akan bilang kalau kau adalah perempuan paling beruntung yang bisa mendapatkan cinta dari Faris, bukan hanya karena harta, Tante yakin kau bukan perempuan matre seperti mantan mantannya Faris"


"Tante boleh aku tanya sesuatu lagi. Maaf kalau aku terlalu penasaran ingin tau bagaimana Faris bisa berubah dari lelaki hidung belang hingga bisa sadar seperti sekarang. Apa ada suatu kejadian yang membuatnya berubah?" tanya Silmi. Bu Santi pun terdiam, lalu tersenyum.


"Biar Faris yang menceritakannya langsung padamu. Tante hanya kasih bocoran. Pacar pertama dan pacar terakhirnya Faris adalah orang yang sama. Jika kau masih penasaran, kau bisa tanyakan langsung pada Faris" tutur Bu Santi. Silmi pun terdiam.


"Jadi pacar pertama dan pacar terakhirnya Faris adalah orang yang sama. Pasti perempuan itu sangat istimewa, tapi kenapa Faris harus meninggalkan dia?" batin Silmi.


Sementara dengan Yuda yang sampai kembali di kantornya Faris. Dilihatnya Fadil, Syifa serta Bilkis sedang berdiri di lobi sambil menatap kearah luar. Yuda yakin kalau mereka sedang menunggu kedatangannya dan meminta jawaban kenapa sampai mereka ditinggalkan di kantornya Faris.


Yuda pun mendekati meskipun sedikit takut diomeli.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Fadil sudah memicingkan matanya pada Yuda. Sementara Syifa sudah menggeram.


"Kenapa Om Yuda meninggalkan kami disini?" tanya Fadil mengintimidasi. Yuda sudah tersenyum getir.


"Maaf mas. Tadi mba Silmi buru buru minta pulang hingga lupa buat ngajak mas Fadil sama mba Syifa" jawab Yuda.


"Kenapa si Mimi mendadak minta pulang?"


"Duuuh ceritanya panjang binti lebar, sulit untuk dijelaskan. Tapi intinya tadi ketemu mba Prett, mendadak mba Silmi cemburu dan minta pulang" jawab Yuda. Fadil dan Syifa langsung terdiam saling lirik.


"Siapa si Prett?. Kenapa si Mimi cemburu padanya?" tanya Fadil.


"Mba Pretty itu mantan pacarnya Faris yang ke 19"


"Si Mimi baru ketemu sama salah satu mantan pacarnya Faris sudah cemburu dan melupakanku, bagaimana jika dia ketemu semua mantan pacarnya Faris. Ambyaaar semua" gumam Fadil.

__ADS_1


__ADS_2