SILMI

SILMI
Resepsi


__ADS_3

Masih dihari yang sama. Silmi sudah terisak dipelukannya Nisa. Uminya Silmi itu sudah mengelus kepalanya Silmi, setelah putrinya itu resmi dinikahi Faris.


"Selamat ya Mimi sayang, jadilah istri yang shalihah. Do'a umi selalu bersamamu" ucap Nisa.


"Makasih umi"


Tak lupa Silmi pun mencium tangan ustadz Usman lalu memeluknya.


"Abiiii"


"Mimi sayang"


Ustadz Usman ikut menangis saat memeluk Silmi.


"Abi sayang sama Mimi. Mimi harus berbakti sama suami ya, jangan durhaka nanti masuk neraka. Di neraka itu serem Mi. Mimi juga harus jadi istri yang shalihah, harus mau ngurusin kebutuhan suami luar dan dalam (Kasur dapur sumur)" tutur ustadz Usman.


Silmi pun mengangguk ngangguk. Tak lupa ia memeluk Aisyah, Syifa, Sarah dan Umi Salamah. Jangan ditanya lagi bagaimana reaksinya si trio kwek-kwek ketika berpelukan.


"Selamat ya Silmi, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Aamiin" ucap Hawa.


"Terima kasih ya Wa, semoga kau cepat mendapatkan jodoh"


Hawa hanya tersenyum saja.


"Silmi, selamat ya kini jomblo yang ada di pesantren berkurang satu. Berondong kau lepas, Om Om kau dapat" goda Anum.


Tak lupa Silmi bersalaman pada keluarganya dan keluarganya Faris.


Kini giliran resepsi pernikahan yang diadakan didepan rumahnya ustadz Usman yang kebetulan halamannya sangat luas. Tenda pengantin sudah terlihat cantik, tidak begitu mewah namun itulah yang diinginkan oleh Silmi, Kesederhanaan.


Sepasang pengantin itu sudah duduk berdampingan dan para tamu undangan pun mulai berdatangan dari mulai saudara, teman dan kenalan lainnya.


Silmi sudah duduk malu malu hingga Faris merasa gemas dengan istrinya itu.


"Mimi sayang, kenapa kau nunduk terus?" tanya Faris. Silmi langsung mengernyit.


"Jangan panggil aku Mimi, apalagi pake sayang. Panggilan itu cuma keluarga ku yang boleh memanggil seperti itu" ucap Silmi sedikit memprotes. Kini giliran Faris yang mengernyit.


"Sekarang aku kan suamimu, berarti boleh dong manggil Mimi sayang"


Silmi terdiam, ia lupa kalau dirinya sudah dinikahi putranya pak Edi itu.


"Astaghfirullah alazim, aku sampai lupa kalau sekarang Faris adalah suamiku" batin Silmi.


"Maaf Om, aku mendadak lupa kalau kita sudah nikah" Silmi malu.


"Om???, Jangan manggil Om dong, panggil aku sayang. Mimi, kau sekarang lagi jadi pengantin, masa lupa. Apa kau begitu terpesona dengan ketampanan ku hingga kau lupa segalanya" goda Faris.


Tiba tiba datanglah Anum, Athar, Hawa dan Hasbi yang kini sedang digendong.


"Pengantin baru, kita minta Poto dong. Duuh masih gak nyangka perasaan beberapa hari yang lalu kau masih jomblo tapi tiba tiba sekarang kau sudah jadi istri orang" tutur Anum.


"Ayo Sil, kita Poto dulu buat kenang kenangan sebelum biang rusuh datang" ucap Hawa.


"Siapa biang rusuh?" Silmi mendadak lupa.


"Siapa lagi kalau bukan si Tante Selebor sama si Yura manahong. Nanti mereka merusak acara pemotretan kita" tutur Anum. Silmi hanya tertawa.

__ADS_1


"Siapa Tante Selebor?" tanya Faris.


"Itu saudaranya, tetangganya, temennya, rekannya, kerabatnya, muridnya Abi Usman" jawab Silmi.


Sebelum Poto Poto, Anum sempat berbisik pada Silmi.


"Nanti kalau malam pertama kalian jangan mengheningkan cipta ya. Kalau ustadz Usman tau Ba Ha Ya"


"Yang mengheningkan cipta cuma dirimu saja sama ustadz Athar" sindir Silmi hingga Anum tersenyum malu.


Saat mau dipoto, tiba tiba ustadz Usman datang.


"STOOP. Ada yang kurang srek posisinya" ucap ustadz Usman.


"Apanya Abi yang kurang srek?"


Ustadz Usman mengambil Hasbi dari pangkuannya Anum dan memindahkannya pada Hawa. Kini Hawa sudah menggendong Hasbi.


"Nah kalau gini kan enak dilihatnya. Si Mimi ada si Faris yang gandeng. Si Anum ada ustadz Athar yang gandeng, si Hawa pun ada yang gandeng biarpun cuma si Hasbi. Cepat cari jodoh Wa, biar kau ada yang gandeng. Si BEKY saja gandengan sama si PATRICK" tutur ustadz Usman.


"Siapa si Patrick?"


"Motornya bang Muklis"


JEPRET JEPRET JEPRET.....


Pemotretan pun selesai. Tiba tiba datanglah Zahira bersama Yusuf dan Yura. Zahira sudah membawa satu buah kado.


"Ssstt ssttt ssstt, permisi permisi permisi, Miss beautiful mau lewat" ucap Zahira sambil mendekati Silmi hingga Anum dan Hawa minggir kesamping. Zahira pun menatap keponakannya itu.


"Wa, musim hujan telah berlalu, musim kemarau pun telah berlalu, bunga bunga sakura di Jepang telah bersemi, tapi kenapa kau. . . ."


"Ssssttthh, gak usah bicara panjang lebar hingga ke Jepang kalau cuma mau bilang kalau aku masih jomblo" gerutu Hawa. Zahira malah tertawa.


"Ha ha ha, keponakan ku yang satu ini begitu peka pake banget. Tapi jangan khawatir Hawa, filing ku kalau hari ini kau akan ketemu jodohmu" ucap Zahira.


"Sok tau"


Zahira kini menatap Anum.


"Hai keponakan ku Anum binti Rasyid, sekarang si Hasbi udah bisa bicara apa saja?" tanya Zahira yang begitu bangga pada Yura yang sudah bisa bicara meskipun cuma kata manahong yang gak tau apa artinya.


"Yang jelas bukan kalimat manahong ya. Wa, kita makan dulu yu, ketemu Tante Ira, mendadak aku jadi laper" ucap Anum yang kini sudah menggandeng Athar menuju perasmanan, diikuti oleh Hawa.


Kini giliran Zahira menatap Silmi.


"Ya Allah Mimi, kau terlihat begitu cantik dan anggun, tapi sayang kecantikan mu tidak bisa mengalahkan kecantikan ku" tutur Zahira.


"Gak usah banyak bicara Tante. Kalau mau Poto ayo buruan jepret jepret" ucap Silmi yang tidak mau mendengar kalimat narsis dari istrinya si Yuyu tersayang itu.


Sebelum Poto Poto Zahira pun memberikan sebuah kado untuk Silmi, kali ini dia tidak memberikan sebuah amplop.


"Mimi, ini kado spesial untukmu gak pake modus"


Silmi pun tersenyum sambil menerimanya, namun ia penasaran hingga menggoyang goyangkan kado itu didekat telinganya.


"Yang jelas itu bukan anak ayam, apalagi anak kucing" ucap Zahira.

__ADS_1


"Iya Tante, terima kasih banyak"


Zahira pun tidak lupa menatap Faris.


"Kau begitu tampan dan mempesona. Tapi buatku cuma kak Yusuf no satu di dunia ini, laki laki yang paling tampan, gak ada yang lain. Iya kan kak Yusuf"


Zahira sudah menatap suaminya. Yusuf mengangguk pasrah.


Kini Hawa dan Anum selesai menikmati hidangan, mereka sedang asik mengobrol, para tamu nampak datang silih berganti. Tiba tiba Anum menatap sosok sedikit tak asing baginya yang berdiri disebelah nya Adam.


"Wa, itu yang berdiri disebelah nya Adam siapa?" tanya Anum pura pura.


Hawa langsung menatap kearah yang sama, dilihatnya Riziq yang berdiri disebelah saudara kembarnya itu.


"Yang disebelah kak Adam Abi ku"


"Bukan yang disebelah kanannya Adam, tapi disebelah kirinya Adam" ucap Anum.


Hawa kembali menatap kearah yang sama, namun kali ini ada yang berbeda, dia melihat sesosok AL, yang berdiri disebelah Adam.


"Ehem, Berondong mu lagi kondangan Hawa. Cieeee, ada si Akmal. Brondong lagi pada ngumpul tuh Wa. Kalau dilihat lihat si AL mirip banget ya sama ustadz Ibrahim, MA ma C Oco MACO" goda Anum.


Hawa hanya diam sambil cemberut, ia tau kalau sepupunya itu sedang menggodanya.


"Aku gak suka berondong" gerutu Hawa sambil berlalu pergi.


"Mau kemana Wa?"


"Ngambil minum, haus"


Hawa pun mengambil minum didekat perasmanan, tidak sengaja AL pun lewat hingga tidak sengaja pula Hawa menabraknya hingga minuman yang dibawanya tumpah ke bajunya AL.


BRUUUGH.


"Awwww"


Ketika tau yang ditabraknya itu adalah putranya ustadz Ibrahim, Hawa langsung berbalik kabur, namun dengan sigap AL menarik ujung kerudung Hawa bagian belakang hingga terpaksa Hawa berhenti.


"Lepaskan kerudungku" pinta Hawa.


"Kenapa setelah menabraku, kau langsung kabur?, minta maaf dulu kakak Hawa" pinta Al sambil menahan tawanya karena Hawa dulu memintanya untuk memanggil kakak.


"Gak mau" gerutu Hawa yang tidak mau membalikan badannya menghadap AL.


"Minta maaf dulu baru kerudungnya kulepas kan" ucap AL.


Dengan mengerucutkan bibirnya Hawa pun minta maaf tanpa menoleh menatap AL.


"Maaf"


Seketika itu AL langsung melepaskan kerudung Hawa bagian belakang, dan seketika itu pula Hawa langsung kabur hingga AL tersenyum.


"Hawa Hoerunisya binti Riziq"


Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya, dilihatnya Adam berdiri dibelakangnya.


"Saudara kembarku memang seperti itu. Jika kau benar suka padanya kejar dia, tapi jika dia tetap tidak mau denganmu, kau jangan memaksa" tutur Adam.

__ADS_1


AL hanya tersenyum.


__ADS_2