
Masih dihari yang sama dan ditempat yang sama pula. Silmi dan Syifa sudah melihat Fadil, Faris, Radit dan Yuda yang sedang mancing diatas perahu. Bayu sedang asik ngobrol bersama Bu Santi. Sementara Rian sedang berdiri di sebelahnya Faris sambil asik chating bersama teman temannya. Bilkis sedang asik memainkan ban renang yang berbentuk bebek.
"Bang, ko Abang dari tadi gak dapet dapet ikan sih. Ember punya Abang masih kosong. Tuh lihat embernya Om Yuda udah ada 3 ekor ikan" ucap Syifa.
"Sssttthhh, semok sayang jangan berisik nanti ikannya pada takut" ucap Fadil sambil memelankan suaranya. Radit sudah berkali kali mendapatkan ikan yang lumayan besar. Faris hanya dapat ikan satu, namun itu masih bisa dikatakan lumayan dibandingkan Fadil yang belum dapat apa apa.
Ketika pancingan Faris mulai bergoyang goyang. Faris pun tersenyum, itu pasti ikan yang nyangkut. Faris sudah sekuat tenaga menariknya.
"Waah kak itu kayanya ikannya besar tuh" ucap Rian yang sudah memasukan hape ke saku celananya. Tiba tiba Silmi langsung menepuk pundaknya Faris hingga Faris terkejut dan repleks melepaskan pancingannya, alhasil pancingannya terjatuh kelaut. Faris sudah memicingkan matanya pada Silmi. Sedikit kesal dan gemas pada putrinya ustadz Usman itu. Silmi malah tertawa kecil.
"He he he, maaf aku sengaja. Kasihan ikannya, mungkin saja dia belum nikah" ucap Silmi yang sama sekali tidak merasa bersalah.
"Ini putrinya ustadz Usman ngajak bercanda atau ngajakin duel nih. gemes bin gereget jadinya" batin Faris.
Faris berhenti memancing karena alat pancingnya terjatuh. Kini giliran pancingan Fadil yang bergerak gerak.
"Wiiih, rejeki hari ini" ucap Fadil yang kini langsung menarik pancingannya, namun tiba tiba terasa sulit seolah ada yang menariknya dari bawah.
"Duuuh ini ikannya segede apa, ko beratnya pake banget. Tiba tiba mendadak ngeri, kalau gak paus pasti ikan hiu. Atau jangan jangan ikan duyung yang ingin berkenalan dengan Fadil bin Usman. Patut dicurigai" batin Fadil.
"Bang, kayanya ikannya lebih besar dari badanku deh. Ko kayanya Abang susah banget ya nariknya" ucap Syifa.
"Lepasin aja kak, kasihan" pinta Silmi.
"Ikh Mimi sayang, Kak Fadil mancing lebih dari satu jam ko malah disuruh ngelepasin sih. Selama mancing itu Kakak udah berperang melawan hawa ***** sama ngumpulin kesabaran yang setingkat dewa loh. Giliran tinggal panen malah disuruh nyerah. No no no" tutur Fadil yang masih berusaha menarik narik pancingannya.
"Semok bantuin" pinta Fadil.
Syifa dan Yuda pun membantu Fadil menarik pancingannya, namun tiba-tiba Syifa tidak sengaja menyenggol Silmi dan Rian hingga Silmi dan Rian terjatuh ke bawah.
BYUUUUURRR.
"Aaaaaaaaaaaaa"
Silmi dan Rian menjerit hingga yang lain ikut menjerit dan panik.
"Astaghfirullah alazim Mimi" teriak Fadil.
"Abang, si Silmi kan gak bisa berenang, ayo tolongin.
__ADS_1
"Toloooong" teriak Silmi begitu pula dengan Rian karena Rian pun tidak bisa berenang. Saat Fadil mau menolong, tiba tiba kakinya keram. Bayu sudah mau meloncat namun ia tersandung hingga terjatuh menindih Yuda.
BRUUUGH.
"Awwww"
Sebenarnya Faris ingin menolongnya, namun kali ini ia lebih memilih melempar ban renang berbentuk bebek milik Bilkis ke arah Silmi dan Rian. Seketika itu Silmi dan Rian mencoba menggapai ban renang itu.
"Faris tolong selamatkan Silmi" pinta Fadil.
"Tunggu sebentar kak, kita lihat apa yang terjadi" jawab Faris membuat Fadil heran.
Rian dan Silmi masih berusaha menggapai ban renang, namun ban yang berukuran kecil itu tidak bisa menampung dua orang. Faris sengaja tidak langsung menolong, biar Silmi bisa lihat mana yang bisa bersikap dewasa dalam keadaan genting sekalipun. Jadi intinya siapa disini yang mau mengalah untuk mendapatkan sebuah ban bebek, Rian atau Silmi. Dan pada kenyataannya, Rian lah yang lebih mengutamakan keselamatan nya sendiri hingga ia menggapai ban itu, lalu menyelamatkan dirinya sendiri dan lupa pada Silmi. Barulah saat itu Faris menceburkan dirinya untuk menolong Silmi.
BYUUUURR.
Syifa sudah menangis histeris melihat Silmi hampir tenggelam, namun Faris berhasil menyelamatkan nya, menaikan Silmi kembali ke perahu. Rian pun sudah kembali naik ke perahu, namun tiba-tiba ia dipukul Bilkis karena berani memakai ban renang miliknya.
PHUUUUK.
"Adaaauuu"
"Kak aku takut" ucap Silmi. Namun tiba tiba Silmi pingsan.
"Astaghfirullah alazim. Mimi"
"Ayo kita bawa Silmi ke rumah sakit" pinta Faris.
Selang beberapa waktu kemudian. Silmi sudah dibawa ke rumah sakit dan langsung ditangani dokter. Semua nampak cemas melihatnya.
"Ya Allah, selamatkan lah adiku yang manja ini" batin Fadil.
"Silmi cepat sembuh ya, kalau Abi Usman tau kau kecebur gara gara tidak sengaja kesenggol, bisa bisa aku dipecat jadi menantu" batin Syifa.
"Ya Allah, selamatkan mba Silmi, karena kalau terjadi apa apa dengan mba Silmi sudah pasti ustadz Usman marah besar dan si Yudi yang akan jadi taruhannya" batin Yuda.
Faris sudah setia menunggu Silmi disebelah ranjangnya. Tidak lama kemudian pun Silmi tersadar.
Uhuk uhuk.
__ADS_1
Semua nampak senang melihat Silmi sadar.
"Alhamdulillah, Silmi sadar"
Fadil sudah mengelus kening adik perempuannya itu.
"Kau tidak apa apa Mimi?" tanya Fadil.
Silmi sudah celingak celinguk karena ia belum tau ada dimana sekarang.
"Kau jangan berpikir macam macam ya Mimi. Kau sekarang ada di rumah sakit, bukan di surga. Intinya kau selamat dan masih hidup" tutur Fadil.
"Silmi, maafin kak Syifa ya, kak Syifa gak sengaja menyenggol mu" ucap Syifa merasa bersalah.
"Kau baik baik saja?" tanya Faris.
Silmi pun mulai mengingat ngingat siapa yang telah menolongnya.
"Siapa yang tadi menolongku?, Om Faris atau kak Fadil?" batin Silmi.
"Kau tidak apa apa kan?" tanya Fadil kembali. Silmi menggeleng.
"Aku tidak apa apa kak, hanya kaget saja. Tapi kak Fadil gak ngasih tau Abi sama Umi kan?" tanya Silmi.
"Belum, kak Fadil belum ngasih tau"
"Abi jangan dikasih tau ya kak, nanti Abi sama Umi cemas, terus kita pasti disuruh pulang. Liburan kita kan masih ada beberapa hari lagi" tutur Silmi. Fadil pun mengangguk dan tidak akan memberi kabar tentang tenggelamnya Silmi pada keluarganya.
"Alhamdulillah mba Silmi dan mas Fadil tidak akan memberitahu kejadian barusan pada ustadz Usman. Itu artinya si Yudi aman" batin Yuda.
"Iya, Kak Fadil gak akan kasih tau mereka, tapi untuk itu berterima kasihlah pada Faris karena dia yang telah menolongmu"
Silmi pun terdiam lalu melirik Faris.
"Terimakasih"
ucap Silmi. Faris pun mengangguk.
"Kau istrirahat saja, jangan terlalu banyak pikiran" ucap Faris. Silmi langsung menunduk.
__ADS_1
"Ternyata usia tidak menjamin kedewasaan. Buktinya si berondong Rian, malah mementingkan dirinya sendiri, tidak mau mengalah atau pun membantuku yang seorang perempuan yang lagi kesusahan. ME NYE BAL KAN"