SILMI

SILMI
Acara


__ADS_3

Masih diacara resepsinya Silmi. Para penghuni pesantren sudah merasa takjub dengan deretan acara tersebut, yang belum pernah diadakan di pesantren. Tak kalah heboh juga dengan para karyawan Faris yang datang silih berganti untuk memberi selamat pada bosnya. Silmi dan Faris sudah seperti Raja dan Ratu diacara tersebut.


Ustadz Usman mendadak menitipkan air mata, ia begitu bahagia, begitu terharu melihat putrinya yang kini sudah seperti ratu. Zahira yang melihat pun langsung mengernyit, ia menyolek tangannya Riziq.


"Apa?" tanya Riziq.


"Om ustadz menangis, apa jangan jangan dia kesurupan Om Edi?" ucap Zahira. Kini giliran Riziq yang mengernyit.


"Gak usah bicara yang aneh-aneh, itu namanya terharu, bukan kesurupan" gerutu Riziq. Zahira malah nyengir.


"Oh terharu ya, kupikir kesurupan"


Anum dan Hawa sudah menemani Silmi berpoto Poto bersama, mereka tidak akan melewatkan momen spesial sahabatnya itu.


"Buruan jepret jepret pak potografer, nanti kalau ketahuan Tante Selebor bisa ribet urusannya. Dia pasti maksa ngambil alih pemotretan nya" ucap Anum.


"Yang untung itu gak ada si Fawwaz, kalau ada dia, itu potografer bisa disuruh mengundurkan diri, nanti dia yang jadi potografer nya. Si AZ kan hobby nya Poto Poto" ucap Hawa.


Faris sudah garuk kepala, ia tiba-tiba merasa tersisihkan, sejak Anum dan Hawa datang mendekati untuk ikut di Poto, Faris di suruh mundur ke belakang. Si trio kwek-kwek sudah bergaya semaksimal mungkin, mereka ingin hasil potonya bagus dan berkesan karena ini pertama kalinya mereka datang ke acara mewah seperti ini. Tiba tiba AL mendekati si potografer dan mengambil alih tugasnya.


"Biar aku saja" pinta AL.


Hawa langsung mengernyit melihat kini yang jadi potografer adalah putranya ustadz Ibrahim.


"Itu ngapain lagi putranya ustadz Ibrahim, sok soan jadi potografer" batin Hawa menggerutu.


"Hawa berondong mu itu" bisik Silmi. Hawa malah cemberut, sementara AL malah tersenyum ketika melihat reaksi Hawa yang cemberut gak jelas. Tentu saja AL tidak menyia nyiakan kesempatan, ia memotret Hawa saja, padahal Silmi dan Anum sudah bergaya semaksimal mungkin.


Di ujung perasmanan terlihat Dewi, Aisyah dan Anisa sedang mengambil beberapa makanan, mereka nampak bingung karena berbagai macam makanan tersedia disana.


"Ya Allah, kenapa aku berasa kejatuhan durian runtuh ya. Makanannya banyak banget, boleh nginep gak sih disini?" ucap Dewi yang kini sibuk memilih milih. Aisyah sudah mengernyit, sementara Anisa hanya tersenyum saja.


"Kondisikan sikapmu Wi, malu dilihat orang. Ini yang datang kebanyakan orang kaya, jadi makannya sedikit saja biar terlihat elegan" pinta Aisyah.

__ADS_1


"Maaf Aisyah, aku tidak bisa. Kau kan sudah tau kalau makan ku banyak" protes Dewi.


Tiba tiba terlihat satu gerombolan perempuan yang jumlahnya sekitar 20 orang. Silmi nampak terkejut, ia melihat diantara mereka ada Pretty.


"Mas, itu ngapain si Pretty datang kesini, mas Faris yang ngundang dia?" bisik Silmi tidak suka. Faris sudah menganga melihat rombongan perempuan itu ternyata adalah mantannya semua.


"Astaghfirullah alazim, itu semua mantanku siapa yang ngundang???, ko bisa mereka datang kesini semua???" batin Faris bertanya tanya.


Faris sudah memanggil Bayu. Bayu pun ikut terkejut.


"Bay, kenapa semua mantanku datang kesini?, siapa yang ngundang?" Faris sedikit kesal.


"Maaf Bos, aku tidak tau, aku pun kaget pas melihat para mantan Bos pada datang" ucap Bayu. Kebetulan Silmi mendengar ucapan mereka, ia pun ikut terkejut ketika mengetahui kalau rombongan itu adalah mantan Faris semua.


"Jadi mereka itu mantannya mas Faris semua????, inalillahi. Pokoknya aku gak mau tau ya, mereka gak boleh deket deket sama mas Faris, apalagi ngajak salaman. Jaga jarak aman 7 meter, ingat ya TU JUH ME TER" gerutu Silmi. Faris mengangguk pasrah.


Silmi pun sudah menghubungi Yuda untuk memperhatikan mantan mantannya Faris, supaya tidak mendekati suaminya.


Benar saja rombongan mantannya Faris yang dipimpin oleh Pretty, langsung berbondong bondong mendekati Faris. Yudi dan Yuda sudah sigap, begitu juga dengan Bayu.


"Meskipun kita sakit hati gara gara Faris lebih memilih si Silmi. Tapi kita datang kesini mau ngucapin selamat pada Faris, sekalian daftar buat jadi istri kedua" tutur Pretty. Yudi dan Yuda sudah menganga.


"Mereka mau daftar untuk jadi istri kedua Yud" bisik Yuda.


"Mengerikan ya, dikira lelaki cuma si Faris doang kali" bisik Yudi.


"Dengar ya kita diberi perintah oleh nyonya Bos untuk melarang kalian mendekati Bos Faris, kalian cukup memberi selamat dari jauh, minimal jaraknya TU JUH ME TER" tegas Bayu. Para mantannya Faris sudah menganga semua termasuk si YANTI JUNIANTI dan si NENG AMIRA.


Ketika melihat ada yang berkerumun, ustadz Usman pun mendekati.


"Ini ada apa rame rame begini?" tanya ustadz Usman. Bayu pun berbisik.


"Ini semua mantan mantannya Bos Faris"

__ADS_1


Mendengar kalau mereka semua mantannya Faris, ustadz Usman sudah terkejut menganga.


"Astaghfirullah, jadi mereka semua ini mantannya si Faris?. Ternyata menantuku ini benar-benar mantan kucing garong, kupikir mereka ini pagar ayu semua" ucap ustadz Usman sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


______________________


Acara resepsi pernikahan pun usai. Para rombongan pesantren sudah kembali pulang. Silmi dan Faris kini liburan di kota Y. Mereka sedang menikmati masa masa honeymoon mereka. Menempati rumah yang dulu pernah ditinggali Fadil dan Silmi.


Silmi dan Faris sudah duduk berdua dipinggir pantai, menikmati deburan ombak yang berkejar kejaran. Kali ini yang menemani mereka dari kejauhan cuma Bayu saja, Yuda sudah kembali menjadi sekuriti pesantren. Ustadz Usman sudah mempercayakan keselamatan Silmi pada Faris.


"Mimi sayang, nanti kalau kita punya anak, kau mau punya anak berapa?" tanya Faris.


"Cukup dua saja, itu sudah cukup. Abi punya anak dua, pakde Soleh dua, Om Riziq dua, ustadz Ibrahim dua, Tante Ira dua, ustadz Rasyid dua, kak Syakir dua, kak Fadil juga lagi program anak kedua" jawab Silmi.


"Kenapa gak 21 aja, bukankah lebih seru dan lebih rame" ucap Faris menggoda. Silmi langsung mengernyit.


"Kenapa jumlahnya disamakan sama jumlahnya mantan mas Faris?. Dikira melahirkan itu dimuntahin doang gak pake ngeden" gerutu Silmi. Faris malah tertawa.


"Bercanda Mimi"


Faris sudah mencubit pipinya Silmi dengan gemas.


"Mas, kalau liburan kita berakhir kita pulang lagi ya ke kota A, aku lebih betah disana" ucap Silmi. Faris pun terdiam.


"Lalu pekerjaan ku gimana. Aku sudah terlalu lama meninggalkan kantor. Kenapa tidak tinggal disini saja, kan disini ada ibu" pinta Faris. Silmi pun terdiam.


"Ya sudah gini saja, kau boleh tetap tinggal di rumah papi Usman, tapi pas hari libur, nanti mas jemput, gimana?"


Silmi pun mengangguk setuju.


"Tapi ingat ya mas, selama aku tinggal sama Abi, mas Faris gak boleh macem macem" ancam Silmi.


"Siap nyonya Faris" ucap Faris sambil memeluk Silmi. Bayu yang berdiri tidak jauh dari mereka sudah menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Yuda, kenapa kau malah berhenti jadi bodiguard nya mba Silmi sih, jadinya kan aku berasa jadi nyamuk sendirian. Bukankah itu tidak asik namanya" batin Bayu.


__ADS_2