
Masih dengan Silmi, Anum dan Zahira yang kini berjalan pulang setelah dari butiknya Anisa, Hawa sudah kabur lebih dulu. Meski mereka merasa aneh dengan sikapnya Hawa, namun mereka tidak sempat bertanya kenapa tiba tiba Hawa pergi dalam keadaan terburu buru.
"Kayanya si Hawa sakit perut deh, padahal kan dia baru dari toilet, mungkin toilet dibutik nya Tante Anisa ada hantunya kali" tutur Zahira.
"Iya ada hantunya. Zahira Rahmadia Alfiqri, hantu jenis Tante Kun Kun yang genitnya naudzubilah" ucap Anum. Silmi hanya tertawa hingga Zahira langsung menggeram kesal.
"Eh Mimi, aku masih penasaran dengan bisikan maut dari kak Yusuf pada suamimu itu. Ko bisa si Faris mengijinkan mu untuk shoping semau mu, dan kau bilang itu adalah jawaban dari kak Yusuf. Waah sepertinya aku harus mengintrogasi kak Yusuf nih" tutur Zahira.
"Sultan mah bebas Tante, mau shoping tiap hari mau belanja tiap detik juga bebas. Kalau Om Yusuf yang ngajakin Tante Ira untuk shopping tiap hari berarti Om Yusuf ada gangguan. Namanya aneh bin mencurigakan" tutur Anum. Zahira langsung memicingkan matanya.
"Tidak usah marah begitu, cuma bercanda doang, gak usah ngeluarin jurus belati, malu sama si Yura" Anum masih setia bicara.
"Sssttthhh, kalian berisik deh" protes Silmi.
Tiba tiba Silmi tersenyum melihat suaminya pulang dari masjid bersama Abinya, dilihatnya juga ada Riziq dan juga Adam.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
Faris tersenyum lalu mendekati Silmi, seketika itu pula Silmi mencium tangannya Faris.
"Sudah selesai fitting bajunya?" tanya Faris. Silmi pun mengangguk ngangguk. Karena tidak melihat suaminya, akhirnya Anum pergi pamit.
"Silmi, aku pulang duluan ya, sepertinya mas Athar sudah sampai rumah, assalamualaikum"
"Waalaikumussalam, makasih Anum sudah menemaniku" Silmi tersenyum sambil menatap kepergian sahabatnya itu. Tiba tiba Zahira celingak celinguk mencari kekasih hatinya yang belum terlihat.
"Ka Yusuf ko gak kelihatan, apa dia sudah pulang duluan?" tanya Zahira.
"Kayanya digondol Wewe gombel deh" goda Adam hingga Zahira langsung menggeram.
"Ikh Tante Ira hobby banget menggeram sedari tadi, lama lama jadi serigala loh" ucap Silmi.
"Tante kalau ketemu sama semua ponakan pasti mereka langsung berubah jadi keponakan durjana" gerutu Zahira.
"Yusuf sepertinya belum keluar dari masjid, kau tunggu saja" ucap Riziq yang kini sudah mengajak Adam untuk pulang.
__ADS_1
"Mungkin si Yusuf udah pulang duluan, ketika dia melihat wajah istrinya, mendadak si Yusuf pengen lewat jalan pintas" ucap ustadz Usman sengaja ingin menggoda Zahira. Zahira malah cemberut.
"Ikh Om ustadz, Zahara deh jadi manusia. Kak Yusuf jika tidak melihatku semenit saja dia suka nyariin, jadi mustahil jika dia melihatku langsung kabur" tutur Zahira.
"Ayo Mimi sayang kita pulang, persediaan obat migren di rumah sudah habis, jadi menghindar dulu dari si Zahira" pinta ustadz Usman sambil mengajak Silmi dan Faris untuk pulang. Setelah mengucapkan salam, mereka bertiga langsung pulang. Zahira sudah cemberut cemberut gak jelas karena sekarang dirinya hanya berdua bersama Yura.
"Ikh kak Yusuf ngilang kemana sih. Masa iya siang siang begini ada Wewe gombel"
Tiba tiba dari kejauhan Yusuf terlihat keluar dari masjid. Tentu saja Zahira langsung tersenyum.
"Duuuh jantung hatiku baru keluar"
"Ma na Hong"
Yura ikut bicara hingga Zahira langsung mengernyit.
"Sssttthhh, Yura sayang jangan mengeluarkan kata keramat begitu ya, nanti Abi Yuyu marah" pinta Zahira. Yura malah tertawa tawa kecil sambil berceloteh gak jelas.
Yusuf tersenyum ketika melihat istri dan putrinya berdiri di pinggir jalan untuk menunggunya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
"Sudah lama nunggu?" tanya Yusuf yang kini mengambil Yura dari gendongan istrinya.
"Lumayan kak. Satu detik tidak melihat kak Yusuf saja berasa tidak bertemu satu tahun, apalagi ini yang tidak bertemu hingga Berjam jam, sudah pasti rinduku sebesar dan seberat kak Dewi" tutur Zahira. Yusuf hanya tersenyum.
"Eh ngomong ngomong mana dompetnya kak Yusuf" pinta Zahira sambil merentangkan tangannya pada Yusuf. Yusuf langsung terdiam, merasa aneh jika tiba tiba Zahira meminta dompetnya.
"Kenapa nanyain dompet, bukannya uang belanja dan lain lainnya sudah dikasih" ucap Yusuf. Zahira masih setia merentangkan tangannya hingga akhirnya Yusuf mengeluarkan dompetnya lalu diberikan pada istrinya itu. Tentu saja Zahira tersenyum senang.
Tanpa berpikir panjang Zahira mengambil sebagian uang yang ada di dompetnya Yusuf, sebenarnya itu uang hanya untuk pegangan saja takut ada kebutuhan mendadak.
"Aku ambil ya uangnya, ini disisain ko buat ka Yusuf"
Setelah mengambil uang itu, dompet pun diberikan kembali pada Yusuf.
__ADS_1
"Ko uangnya diambil Ira?" tanya Yusuf.
"Sssttthhh, jangan protes, bukannya ka Yusuf sendiri yang bilang pada Faris tentang arti kalender ajaib yang kuberikan pada Silmi. Ka Yusuf bilang kalender itu artinya adalah setiap hari suami harus mengajak shoping istrinya biar dia gak jenuh, kalau perlu kasih bonus tiap bulan biar istrinya nempel terus. Itu kan yang kak Yusuf bilang sama si Faris. " tutur Zahira mengingatkan.
Yusuf langsung nyengir, memang benar yang dikatakan Zahira kalau dirinya bicara seperti itu pada Faris. Akhirnya Yusuf hanya bisa mengeluarkan mode pasrah jika uangnya diambil istrinya, sebenarnya dia berbisik seperti itu pada Faris karena dia tidak mau malu atas perbuatan istrinya yang memberikan sebuah kalender sebagai hadiah pernikahan. Dan pada akhirnya Yusuf lah yang TE KOR.
Sementara dengan Silmi yang sampai ke rumahnya bersama Faris dan ustadz Usman.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
Nisa menyambutnya dengan tersenyum. Tak lupa juga ia menyambut suaminya dengan mencium tangannya.
"Fadil gak ikut kesini Bi?" tanya Nisa.
"Lagi renovasi genteng kontrakan yang rusak Mi"
Dilihatnya didalam rumah ada beberapa buah paper bag cantik diatas meja. Ustadz Usman pun terdiam.
"Itu apa Mi?"
"Oh itu kiriman, tadi ada pegawainya Faris datang kemari membawa paper bag" jawab Nisa. Ustadz Usman sudah menatap Faris.
"Mantu, itu isinya apa. Dari bungkusnya itu udah cantik begitu"
Faris pun tersenyum.
"Itu untuk papi sama kak Fadil, dipake ya saat resepsi pernikahan aku sama Silmi" pinta Faris.
"Mas, bukannya kita sudah bicarakan sebelumnya kalau kita mau pake baju hasil disainnya Tante Anisa" ucap Silmi.
"Iya Mimi aku tau, tapi itu sebenarnya hadiah dari Ibu untuk papi dan kak Fadil, itu langsung dikirim dari Prancis, untuk Umi juga ada, jadi diharapkan dipake pas acara nanti" tutur Faris.
"Iya nanti Umi pake, bilang terima kasih pada Bu Santi ya" ucap Nisa. Ustadz Usman langsung terdiam sambil menatap paper bag itu.
"Itu baju dikirim dari Perancis???, gak yakin kalau isinya sarung, Koko sama kopeah. MEN CU RI GA KAN"
__ADS_1