Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 1 ]


__ADS_3

Cerita ini hanya lah khayalan dari si penulis dan halusinasi serta imajinasi. mohon maaf jika alur ini tercampur aduk maupun ketidakjelasan.




**sebelum nya terimakasih sudah mau mampir dan baca kisah legenda kreatif dari authornya sendiri**.



\>\>\>\>


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



![](contribute/fiction/4830421/markdown/8756452/1652623284215.jpg)



...•**Istana Perak {An Liu**}•...



Seorang Panglima serta prajurit-prajurit nya datang begitu saja di istana Perak yang sebagai incaran dari Raja Fang Handrick tersebut. mereka ada tujuan yang bermaksud ingin mengarahkan keinginan pribadi dari raja Fang.



Di tengah seorang gadis berkharisma dengan mengenakan gaun favorit nya berwarna hitam - abu-abu, sedang asik menyiram bunga nya di halaman istana di sore hari.



Melihat itu, Panglima tampak senang dan terpukau memandangi si gadis itu.



"Selamat Sore, Putri An Liu!" ucap si Panglima itu bernama Chen Farzan dengan tatapan lembut serta senyuman nya.



Sementara gadis itu sedikit kaget melihat serombongan berkharisma itu.



"Raden Chen? Ada apa Anda kemari?" ucap gadis itu.



"Saya ke sini ingin berbicara sesuatu dengan kamu, apa langsung saja saya sampaikan?" tanya Chen.



"Ya langsung saja, ada apa?"



Setelah disampaikan dan tujuan dari panglima itu, tampak si Gadis itu tak menyetujui apa yang diajukan dari sang Raja mereka.



"Apa? Raja kalian ingin menemui saya? untuk apa?" heran si gadis itu.



"Jangan banyak tanya dulu putri, mari lah ikut dengan kami!"



"Tidak! aku tak mau mengikut kalian dan menemui pria tua dan songong itu!" tolak mentah.



Tampak si panglima itu mengode ke pasukan nya dengan cara lain yaitu memaksa si gadis itu untuk dibawakan ke hadapan sang raja.



Gadis itu dengan jeli nya, ia pun menyerang kekuatan milik nya yang dikenakan benda ajaib nya muncul dan melekat di telapak tangan, sontak panglima serta pasukan nya terjatuh brutal akibat efek kekuatan dari gadis itu.



dengan kesempatan ini, si gadis itu pun melarikan diri ke dalam istana nya. dan seketika prajurit dari istana Perak itu muncul dan menghalangi mereka masuk ke dalam nya, namun naas nya kekuatan milik prajurit itu masih rendah dengan prajurit kerajaan Gold.



<


<


<



Seorang gadis berusia 19 tahun, ia lahir dari bangsawan keturunan darah daging di istana perak tersejarah di penjuru dunia, kali ini keluarga ternama An Liu itu termasuk keturunan ke-6.



•••



Di tempat persembunyian nya, Gadis itu terus menangis tanpa henti, airnya mengalir sedari tadi hingga tatapan nya kurang jelas di pandang, Gadis itu tengah bersembunyi dan tidak ada seorang yang bisa mengetahui keberadaan nya, untung lah Gadis itu menggunakan benda ajaib untuk menghilangkan jejak maupun keberadaan nya saat ini.



Gadis berkharisma itu bernama An Chu xia, ia tengah duduk jongkok di tempat balkon sambil menatapi ke langit yang sudah gelap di tebarkan dengan bintang-bintang di sana. Ia masih terbayang semasa kecil nya bersama kedua orangtuanya dalam keadaan tentram dan harmonis tanpa ada nya gangguan ataupun kericuhan yang terjadi saat ini. Hal itu membuat Chu Xia semakin rindu momen di masa lalu nya.


__ADS_1


"*Ayahanda... Ibunda... aku rindu kalian! sejak kepergian kalian aku merasa tak tenang dan seceria seperti dulu, dan merasa kurang jika tiada kalian di sini*"



"*Mengapa setiap malam aku sedih terus? ada apa dengan mu? Ayolah Chu Xia kamu ga boleh sedih terus! banggakan mereka di sana dan jangan biar mereka ikut sedih melihat mu Chu Xia*!" batin Gadis itu bermonolog dengan diri nya sendiri.



Gadis itu tak bisa menahan tangis nya, ia masih mimbang dengan semua ini, jika ia meninggalkan atau melarikan dari istana perak untuk menghindari incaran dari kerajaan Gold itu maka orang lain akan seenaknya mengusai di dalam istana itu, namun jika berdiam diri disini ataupun bersembunyi maka para prajurit itu bisa saja berhasil menemukan Chu xia di sana.



Namun tiba-tiba seekor Kucing milik Chu xia kesayangan satu-satunya, ia mendatangi majikan nya dan bersuara khas hewan pada umumnya. Membuat Chu xia sedikit kaget dan sentak tersenyum senang melihat kehadiran hewan kesayangan nya tau keberadaan nya.



"Meong... Meoongg!"



![](contribute/fiction/4830421/markdown/8756452/1652623284213.jpg)



"Pungki? Ya ampun! bikin kaget saja..."



Chu xia pun segera menangkap kucing miliknya dan menggendongnya layak nya menyayangi nya dan penuh kegemasan di mata Pungki.



"Ummm, gemas banget sih kamu! pengen banget aku makan, hehe" nyengir Chu xia. Seketika Chu xia berubah dengan ceria dan lupa dengan kesedihan serta ketakutan tadi.



"Meong! Meong!"



"Umm? Kamu lapar? Ya sudah yuk ke dapur aku tuangkan makanan kamu di tempat makan!"



Chu xia menatap Pungki penuh tulus dan serta gemas memeluk dan menggendong Pungki alias kucing itu membawanya ke dapur.








...•**Istana Gold {Handrick**}•...



"Dasar bodoh! nangkap seorang gadis saja tak becus! APA KALIAN SEDANG MEMANCING AMARAH KU, HAH!?"



"M-ma-maaf yang mulia! Aku serta prajurit lainnya sudah berusaha semaksimal mungkin mencoba mengejar dan mencari jejak gadis itu di istana nya namun tidak ada jejak sama sekali dan sulit untuk menebak keberadaan nya, Yang mulia..!" ucap panglima, salah satu pemimpin pasukan prajurit di salah satu kerajaan Handrick yang mana saingan ataupun bisa dikatakan musuh di istana perak.



"Aku tidak biarkan kalian hidup seperti manusi! Inilah balasan bagi tidak bisa memenuhi perintah ku sekali!" ucap Raja Handrick penuh emosi serta kekecewaan di raut wajah nya. Dan tongkat pemilik nya siap untuk mengutuk bawahan nya menjadi hewan.



"Ja-jangan yang Mulia! Beri waktu kesempatan kedua kali nya, dan kali ini Saya dan prajurit lainnya akan berusaha keras mencari keberadaan si gadis itu! Jika kami masih belum menemukan nya maka kami akan mencari nya hingga dapat, Tolong yang mulia! Kami masih ingin hidup dan turut senang menjalani tugas dari yang mulia!" ucap nya sedikit sesegukan, si Panglima yang sudah berabad-abad itu setia dan tulus menjalani tugasnya dari sang Raja itu, ia pun sudah terlanjur nyaman dan tak ingin mati secepat ini gara-gara tugas nya tidak dapat terpenuhi oleh sang Raja.



Raja pun cukup lama berdampingan dan di Kawali oleh Panglima alis ketua prajurit itu, beliau pun ada rasa sedikit tidak tega untuk mengambil keputusan yakni menghabisi nyawa-nyawa mereka karna gagal memenuhi perintah nya.



"Hurrmm... Baiklah. Aku tidak akan mengutuk kalian! Tapi ingat! Pegang kata-kata mu itu! dan nyatakan terjadi di hadapan ku nanti!" tegas Raja Golder bernama, Fang Handrick.



Si panglima itu pun merasa lega dan sangat senang karena sang raja itu bisa mengambil hati nya dengan cara memohon setulus-tulusnya.



"Tenang, yang mulia, aku akan terus berusaha mencari nya hingga gadis itu sudah ada di tangan kami!"



"Baiklah, kalau begitu bergerak lah menelusuri keberadaan nya sekarang!" titah nya.



Panglima dan para prajurit itu pun segera bergerak dengan barisan yang rapi itu segera putar balik kiri dan berjalan seperti layaknya pelatihan barisan Pramuka.



...•...


...•...


...•...

__ADS_1



Chu xia tampak senang dan tawa ceria melihat kucing nya alias pungki sedang lahap memakan *Whiskas* yang di berikan nya.



"Makan yang banyak ya pungki! biar tambah gemuk terus aku cubit deh badan kamu, hehehe"



Chuxia pun mengelus-elus kepala Pungki yang tengah asik memakan Whiskas itu.





Namun di saat Chu xia ingin berdiri untuk mengambilkan air minum untuk Pungki, tiba-tiba terdengar lah bunyi petir yang amat dahsyat itu.



*Gubduaaarrr!!... Gubduaaarrr*!!!...



Sontak Chu xia kaget dan apa yang terjadi di luar istana tersebut, sehingga kilatan petir itu menembus ke dalam istana itu.



"*Apa yang terjadi di luar? Mengapa malam-malam begini tiba-tiba muncul petir yang sungguh dahsyat? Aku harus pastikan ada apa di sana, siapa membuat kericuhan di malam begini*"



Chu xia pun melangkah ke arah jendela nya dan begitu kaget ketika melihat pasukan prajurit yang sebelumnya juga hampir di teror tadi sore.



"*Apa!? Mengapa para prajurit itu datang lagi? Apa mereka tidak menyerah mengincar ku*?" kaget Chu Xia.






"KELUAR LAH KALIAN! ATAU PETIR INI AKAN MENYAMBAR DI ISTANA KALIAN!"



Sontak seorang berpakaian berkharisma seperti layak nya seorang Raja keluar seorang diri dengan berjalan seperti bernampilan gagah serta cool di raut wajah pria sedikit keriput, namun beliau bukan seorang Raja, ia adalah Paman dari Chu Xia, hanya seorang paman lah yang Chu Xia miliki sekarang, dan kedua orang tua nya sudah tiada dari berabad yang lalu.



"Kalian lagi? Apa yang membuat kalian incar dari istana An Liu ini?"



"Tentu saja kami ngincar putri Anda! Cepat serahkan dia kepada kami, kami menjamin ketika putri anda menyatukan hubungan antara Marga An Liu dengan Handrick maka semua akan lebih membaik dan kesejahteraan lebih fenomenal"





Namun perlahan-lahan Chu xia teringat ia pun mencari beda ajaib itu di tubuhnya namun tidak ada.



"Ya ampun! Mengapa aku ceroboh sekali, benda ajaib itu mungkin kececer di tempat sembunyian itu, tidak! Aku harus bisa sampai ke sana sebelum prajurit itu datang menangkap ku"



Di saat Chu xia lari menuju tempat persembunyian nya, ia pun sudah berpapasan dengan prajurit sekitar 10 orang.



"Mau kemana kamu? Ayo ikut kami atau terpaksa kami seret kamu di tangan kami!"



"Jangan halangi saya! Cepat menyingkir lah kalian dari sini!"



"Oh tidak semudah itu, manis! Baiklah jika kau tidak mau berserahkan diri dengan kami..."



Tanpa berlama lagi, pasukan sebagian itu dengan cepat menyerbu Chu xia dan berhasil menangkap nya.



Chu xia dengan cepat berbalik badan dan mencoba lari namun sia-sia dan akhir nya ia telah di tangkap oleh prajurit itu.



"LEPASIN SAYA! TOLONG! PUNGKI! PAMAN!"



Salah satu prajurit itu berinisiatif mendekap mulut Chu xia dengan kain.


__ADS_1


"MMMPHH!! MMMPHH!"


__ADS_2