
Raja Fang tengah menunggu kedatangan sang panglima dan juga para prajurit yang kini masih belum balik saat ini.
Beliau sibuk mondar-mandir di aula istana nya sesekali celingak-celinguk ke gerbang istana.
"Chen Farzan lama sekali dia balik kesini, Apa mungkin ada terjadi sesuatu dengan mereka?" gumam raja Fang.
Tak lama itu, seorang pekerja kebun menghampiri sang raja nya.
"Yang mulia, anda sedang menunggu siapa sampai mondar-mandir seperti itu? maaf jika saya lancang"
"Ah saya sedang menunggu kehadiran sang panglima dan juga prajurit lainnya, hingga sampai detik ini mereka belum balik juga. seharusnya sudah 30 menit mereka sampai disini" ucap raja Fang.
"Ini kesempatan ku untuk bisa berkomitmen langsung dengan An Chu Xia" batin nya.
"Emm, menurut saya kenapa tidak menyusul saja yang mulia? mungkin saja mereka butuh bantuan di sana" susul Hongli.
Raja Fang terdiam sejenak setelah memberi susulan dari pegawai nya itu. tampak nya beliau menerima masukan dari pria itu.
"Kau benar, karna istriku tak ingin berlama-lama menunggu, aku akan segera susul ke sana" titahnya.
Sontak Hongli tersenyum tipis dan momen mudah baginya untuk bisa leluasa mendekati oleh Chu Xia itu di dalam.
Setelah raja Fang beserta keempat prajurit lainnya telah pergi dari istana, kini Hongli mencari cara untuk menyusup ke kamar Chu Xia.
Terdapat kedua pelayan itu membawa nampan menuju ke kamar tersebut, Hongli menebak mungkin saja mereka mengantarkan nampan itu ke kamar An Chu Xia.
Hongli dengan cepat mencegat mereka dan menyerahkan nampan itu dengan nya.
"Eh tunggu"
"Eh iya pak, kok anda bisa sampai ke sini?" heran nya.
"Kalian urus kerja lain saja, biar saya yang antar ini ke dalam" ucap nya.
"Maaf pak, ini sudah tugas kami untuk mengantarkan makanan nyonya ke dalam, dan anda tidak diperbolehkan untuk masuk" ucap pelayan itu.
Entah dari kekuatan apa, Hongli mengeluarkan jurus ilmu ghoib melewati mata batin nya dengan cara menatap fokus ke arah pelayan itu.
Tentu saja mereka bereaksi cepat dan berubah seperti orang un-normal atau bisa di sebut hipnotis.
__ADS_1
"Jadi bagaimana? boleh kan saya antarkan ini ke dalam?" ucap Hongli tersenyum.
Kedua pelayan itu berekspresi datar lalu mengangguk pelan dengan tanda setuju.
"Iya tuan, boleh. ini kami serahkan dengan anda" ucap nya.
Hongli dengan senang hati bisa menghipnotiskan mereka begitu saja, tanpa lama lagi beliau pun bergerak cepat menuju ke kamar itu.
...
An Chu Xia kini masih merasakan ketidak enakan badan sejak tadi pagi, ia baru saja menyandarkan punggungnya di depat ranjang.
Tiba-tiba saja seorang pria asing tak lain ialah Hongli, beliau cukup nekat untuk memasuki kamar pribadi sang raja tanpa sepengetahuan dirinya.
An Chu Xia membelalak matanya setelah melihat siapa yang masuk itu.
"Pak Hongli? anda kenapa bisa masuk kesini? anda jangan macam-macam ya sama saya!" ucap An Chu Xia sedikit panik.
"Chu Xia, kau tenang lah, aku bukan orang jahat dan aku kesini ingin mengungkapkan yang sebenarnya" ucap Hongli setelah meletakkan nampan itu di samping gadis itu.
"Apa? katakan! jangan sampai saya teriak" tegas nya.
"Oke, oke. langsung saja. Chu Xia! Ini paman, paman kamu, Weiheng" ucap nya.
"Anda jangan bohong dan jangan mengaku bahwa anda paman saya" tegasnya.
Hongli alia Weiheng itu membuka topi yang ia kenakan dan juga kumis yang ia kenakan sebelumnya. lalu pancaran sinar di diselibungi sekitar tubuhnya kini mendadak berubah menjadi wujud aslinya.
Ya Tentu saja saja wanita itu sangat syok setelah ia melihat dengan matanya langsung dan juga tak menyangka bahwa paman nya bisa melakukan senekat itu.
"Paman? kau sedang apa disini, mengapa kau harus menyamar!?" ucap An Chu Xia sedikit histeris.
"Iya Chu Xia, Paman gak bisa tinggal diam setelah mendengar kabar bahwa kau sudah dinikahi dengan raja itu, tapi apa daya. kau sekarang sudah bagian di kerajaan ini, Paman merasa gagal menjaga kamu, nak" ucap Weiheng pelan.
"Paman, ini gak salah paman kok, mungkin saja ini sudah takdir Chu Xia bersama raja tua itu, tapi Paman tenang saja, setelah umur 19 tahun nanti dan bisa menjabati sebagai ratu, aku akan tidak tinggal diam dengan ini semua" ucap nya.
"Maksudnya, kau masih mau bertahan di sini?" heran Weiheng.
"Iya paman, karna aku juga gak mungkin ninggalin istana ini yang sudah ditanam titik benih nya disini, itu sama saja aku melarikan tahta nya disini" sembari mengelus perut nya.
__ADS_1
"Apa!? Ja-jadi kau sedang mengandung?" ucap Weiheng membalalakkan matanya.
Sedang kan An Chu Xia menunduk dan mengangguk pelan karna ia tak berani menatap paman nya yang tampak tak tega melihat dirinya seperti ini.
"Huffft... jadi gimana dengan istana mu di sana Chu Xia? paman cemas, paman takut kalau nyonya Erlina menguasai istana mu dengan seutuhnya" ucap nya.
Kini giliran An Chu Xia bereaksi kaget dan mendongak ke arah paman nya.
"A-apa? Nyonya Erlina? dia datang ke istana ku paman?"
"Iya nak, beliau datang sejak mendengar kabar kamu hilang di istana itu dia mengatakan bahwa paman tak becus merawat istana mu itu dan maka dari itu dia ingin menguasai istana mu. hufft... apa yang harus paman lakuin sayang?" ucap nya menatap sendu.
"Paman, aku tak ingin nyonya Erlina mengusai istana ku, aku amanahkan saja kau lah jadi raja nya di sana"
"Chu Xia, kau omong apa? yang berhak meneruskan tahta orang tua mu itu kamu bukan paman, paman hanya menjalani amanah dan juga misi paman, nak"
"Tapi Paman, untuk saat ini aku juga tidak bisa lagi tinggal di sana, dan raja pasti tidak akan mengizinkan ku ke situ lagi"
"Paman tahu apa yang harus paman lakuin hal itu?"
"Apa itu paman?" ucap An Chu Xia heran.
"Kita lenyapkan si raja Fang itu" ucap Weiheng.
Lagi-lagi An Chu Xia membelalak matanya setelah dilontarkan kata oleh paman nya itu.
....
Raja Fang dan juga sang prajurit lainnya, kini mereka telah berada di sebuah hutan yang biasa mereka melewati di sana.
"Prajurit! kalian susuri sekitar hutan sini, setelah itu kalian tunggu di tempat sini biar saya tahu dimana keberadaan kalian nanti" ucap raja Fang.
"Baik yang mulia, segera" kompak sang prajurit.
Ya kini mereka berpencar ke segala arah begitupun dengan raja Fang ia melewati arah lurus sesuai dugaan nya.
Di sisi lain, Chen Farzan dan juga sang prajurit lainnya masih berada di tengah hutan, mereka tengah berjalan menuju keluar dari hutan itu dan segera balik ke kerajaan. namun untuk saat ini perjalanan mereka cukup lambat akibat salah satu prajurit terkena luka yang di Lesatkan anak panah dari seseorang.
"Panglima, kita cepatkan saja gerakannya takutnya sang raja menunggu lama dan marah dengan kita" ucap Qeng Li salah satu korban dari anak panah.
__ADS_1
"Kau tak usah buru-buru, luka mu masih lembab dan juga kau tak bisa berjalan lebih cepat, aku yakin pasti raja memakluminya itu" ujar Chen Farzan
"Ya sudah, semoga aja yang panglima katakan benar" ucap Qeng Li.