
Hari demi hari telah berlalu, Kini penyamaran dan sekaligus pemantauan dari seorang Weiheng di Kerajaan Gold itu semakin luas mendapati wawasan yang ia dapati di sana, hanya saja tinggal menunggu waktu untuk merebutkan putri nya kembali di tangan raja itu.
Terik panas di siang hari, An Chu Xia keluar dari istana itu seorang diri dan berjalan santai ke halaman istana. tampak nya ia jenuh sekali berdiaman terus di dalam sana, apalagi ia merasa tak nyaman bertingggal bersama raja rakus itu.
Di saat dirinya tengah asik melamun kesana kemari, Pria tua yang bekerja di sana tak terlalu fokus menghadap ke depan karna beliau tengah mengangkut sebuah pot lumayan besar di pangkuan nya.
brugghh..
Ya Hongli cukup kaget dan reflek melebarkan matanya setelah tahu yang ia tabraki di depan mata ialah seorang wanita kharismatik, lalu dengan spontan Hongli menolong nya lalu bertunduk lutut di hadapan wanita itu.
"Ampun nyonya, saya benar-benar tidak sengaja" ucap Hongli menunduk tepat di lutut An Chu Xia.
An Chu Xia merasakan luka tergores di sikunya, namun hal itu ia tidak mempersalahkan berat dengan pegawai nya.
Bukannya menegur atau memarahinya malah ia membangunkan pria itu yang tertunduk lutut kepada nya.
"Anda tak perlu berlutut seperti itu, pak, karna saya lah tidak melihat ke depan karna melamun di tengah jalan"
Hongli pun terdiam memandangi wajah wanita itu, apakah benar jika ia ialah benar-benar putri nya apa bukan.
"Chu Xia, Apakah benar ini kamu?" batin Hongli.
Melihat kejadian langsung di mata sang prajurit, kini mereka berlari cepat menuju ke nyonya nya itu.
"Nyonya, apakah ada terjadi sesuatu dengan diri anda, nyonya?" ucap Weng qi. kepala prajurit.
"Eh aku tidak apa-apa, bubar lah kalian" ucap An Chu Xia.
Setelah prajurit itu kembali ke posisinya, kini An Chu Xia kembali menatap pria itu dengan seksama.
tampak nya diri gadis itu merasakan sensasi ketika memandangi pria itu dengan dekat.
"Kau yang bekerja baru disini bukan?" tanya An Chu Xia.
Hongli spontan tertunduk sekilas lalu menjawab pertanyaan dari wanita di hadapan nya.
"Benar nyonya, saya pegawai baru di sini, dan sekali lagi maafkan saya dengan kerja saya yang tak teliti tadi" ucap Hongli.
"Tak usah berlebihan, saya yang tidak lihat-lihat tadi"
__ADS_1
Hongli terdiam sejenak mungkin beliau sudah siap untuk berkomunikasi langsung dengan wanita di hadapannya.
"Emm, maaf nyonya, saya ingin bertanya satu hal boleh?" ucap Hongli sekali menunduk sekilas.
"Apa itu? katakanlah"
"Maafkan saya jika pertanyaan sedikit lantang. jika boleh tahu, siapa nama mu nyonya?"
"Oh, ya. Saya An Chu Xia, panggil saja saya Chu Xia"
Tampak ekspresi Hongli tak terduga selama ini, ia akhirnya sudah menemukan putri nya dalam situasi bagian dari Kerajaan gold.
"Apa? Chu Xia... jika benar ini kau, mengapa kau bisa terjebak kembali disini"
Melihat ekspresi pria itu agak lain dan sedikit sendu, An Chu Xia mencoba menegurnya yang tengah lamunan nya.
"Eh... kenapa ya pak? kenapa anda menatap saya seperti itu?" heran An Chu Xia.
"Ah, tidak apa, maaf jika saya menganggu aktifitas nyonya waktu ini, kalau begitu saya lanjut kerja" ucap Hongli lalu bergegas cepat menjauh dari wanita itu agar tidak terlalu curiga oleh orang-orang di sekitarnya.
...
Ssssluussshh.... brugghh...
kekuatan jurus milik nya telah berhasil menghancurkan dinding kekuatan ghoib yang telah di ancang oleh Haocun.
Tampak dirinya senang sekaligus merasa puas kekuatan nya bertambah banyak yang ia kuasai sekarang.
Saking asiknya dengan jurus kekuatan miliknya, Xiuzhen hampir terimbas dengan sosok makhluk itu yyang tiba-tiba muncul di area sana.
Ya rupanya sosok itu ialah hewan yang dipelihara oleh putri perak, dimana gadis itu pernah di bawakan ke dasar langit.
"Kau... "
...
Raja Fang tengah fokus menafsirkan kamus Mandarin yang kuno itu, tampak beliau tengah membaca atau mereferensi mengenai sejarah Kerajaan berabad-abad.
"Aku harus bisa memahami isi buku tebal ini demi kemajuan negeriku dan juga rakyat di sini, dan juga pasti istriku akan tertegun dengan kerja keras ku menjadi raja di sini"
__ADS_1
Namun di saat raja Fang tengah menafsirkan kata-kata abjad itu, tiba-tiba wajahnya memanas dan merasakan sensasi pada kulit di wajahnya itu.
"Ahh... kenapa wajah ku tiba-tiba panas?"
Tanpa lama lagi, raja Fang bangkit dari sana dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk meredakan panas nya dengan air.
Setelah di rasa reda, raja Fang melihat ke arah cermin dekat kamar mandi itu dengan seksama, Sontak beliau sangat syok dengan wajah rupa nya itu.
"Sial, mengapa wajah ku kembali seperti semula? apakah ramuan ajaib itu tidak becus mengubah terampilan ku lagi?" gumam raja Fang geram.
Beliau keluar dari ruangan sang penulis dan berlari tergesa-gesa menuju ke kamarnya.
Setelah berada di kamar namun ia juga memiliki ruangan rahasia di dalam sana sehingga tidak ada orang lain selain dirinya yang tahu bahwa di balik dinding itu bisa membolak-balikan tembok ke segala arah.
...
An Chu Xia baru saja masuk ke kamar itu, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tampak dirinya merasa penat setelah berjalan-jalan di halaman yang cukup luas itu.
"Huhh... capek juga jalan-jalan berkeliling di istana, tapi aku masih rindu dengan istana ku yang itu, bagaimana ya keadaan paman di sana?" gumam An Chu Xia tengah menatap ke dinding plafon yang cukup tinggi itu.
"Arghhhh.... "
Sontak An Chu Xia kaget dan reflek bangun dari rebahan nya, ia mendengar suara histeris di sekitar ruangan nya.
"Suara siapa ya itu?" gumam An Chu Xia sembari celingak-celinguk mencari sumber suara itu.
Di sisi lain, persekutuan belanda datang kembali di istana perak, mereka memiliki tujuan bermaksud mendatangi istana itu sesuai amanah dari nyonya Erlin, dan pula seperti layaknya penjajahan muncul di negeri orang.
Namun di pandangan para prajurit sana, mereka hanya bereaksi seperti biasa karna mereka juga tak asing dengan pasukan itu yang berasal negara lain dengan bentuk wujud mereka.
Untuk saat ini, nyonya Erlina tidak hadir di istana itu, hanya para Sekutu dan juga pimpinan nya yang diberi amanah dari nyonya Erlina.
"Siang Komandan! kami datang diamanahkan oleh nyonya Erlina untuk sementara waktu kami juga mengawasi di istana ini"
"Siang. Kalau boleh tahu, apa alasan kalian ingin mengawasi disini, kami dan juga lainnya sudah berjumlah cukup sesuai perintah tuan kami untuk menjaga istana ini dengan baik" ucap Cio, selaku kepala prajurit di sana.
"Selebihnya kami tidak tahu, kami hanya menjalani perintah dari nyonya Erlina"
Namun salah satu prajurit nya cukup bingung dan heran dengan hal itu, akan tetapi mereka tetap diizinkan untuk mempersilahkan berjaga sampingan di istana nya.
__ADS_1
Tanpa lama lagi, para Sekutu belanda itu diizinkan masuk dan mengitari sebaran luas di istana perak tersebut.