
Weiheng mendekati ke gerbang kerajaan itu dengan gaya ala warga desa pada umumnya, melihat sosok pria yang tak di kenal salah prajurit itu bergerak mendekati nya.
"Cari siapa?" tanya sang prajurit.
"Saya ke sini ingin mengajukan diri bekerja di perkebunan, soalnya saya senang merawat pertumbuhan yang ada di istana ini" ujar nya.
Cukup lama mengimbangi nya, prajurit lainnya ikut menyusul di antara mereka.
"Oh mau bekerja di sini pak? kebetulan juga kami membutuhkan asisten itu" timpal prajurit nyusul.
Melihat itu, Weiheng cukup senang dan akhirnya tak sulit merujuk hal itu.
Dan kini, Weiheng dituntuni oleh para prajurit untuk menyampaikan informasi terhadap sang panglima.
An Chu Xia baru saja terbangun dari tempat tidur nya dan kini ia merefreshkan dirinya di dekat jendela, namun pandangan nya melihat sosok pria ntah asal mana karna pria itu mengenakan topi pelindung jadi gadis itu tak terlalu jelas siapa sosok itu.
"Itu kenapa berkerumunan ya, kok pagi-pagi begini ada tamu" heran An Chu Xia.
"Sayang..."
Reflek mengalihkan pandangannya ke sosok suaminya itu, "Hm? iya?".
"Kau bersiaplah mandi, setelah ini kita ada urusan di outdoor"
Lalu An Chu Xia pun kembali melirik ke arah jendela lalu segera bergerak menuju ke kamar mandi.
•
__ADS_1
•
•
Chen Farzan tengah mengintrogasi sosok pria itu yang cukup aneh di pandang, tampak kecerdasan nya tak semudah itu bisa menerima seseorang tanpa menyelediki sesuatu.
"Benar tuan! dia adalah sosok warga desa An shi dan juga membutuhkan pekerjaan di sini" ucap Zein, salah satu prajurit.
"Hm, jika kau benar asli desa, bisakah menunjukkan identitas mu kepada ku?" tanya Panglima.
Sontak di balik ekspresi Weiheng cukup tegang dan kaku, karna beliau tak sampai memikirkan hal itu di pikiran nya.
"Sial, bagaimana bisa aku lupa hal itu. aku juga sampai lupa meminjam kartu itu kepada Yin, Bagaimana ini..." batin Weiheng.
Tak lama raja Fang kini telah tiba dan menghampiri mereka yang tadi sudah melapor jika ada seseorang yang membutuhkan pekerjaan di istana nya.
"Siapa orang itu?"
"Eh, ini, yang mulia! dia asal desa biasa yang ingin mengajukan diri sebagai ladang perkebunan di sini" ucap Chen Farzan.
Tampak pandangan raja Fang kini mengamati sosok pria itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepalanya.
"Yang mulia, kita juga perlu memeriksa identitas nya agar bisa terpercaya, itu saja yang saya hambati dengan pria ini" ujar Chen Farzan.
"Tidak perlu, biarkan saja dia terima pekerjaan itu" singkat raja Fang.
Chen Farzan sedikit heran dan kaget, mengapa sang mulia nya tidak menyelidiki secara detail.
__ADS_1
Sedangkan Weiheng menghela nafas perlahan dan sangat lega bagi nya.
...
Setelah diizinkan oleh raja terhadap sosok pria tua itu, beliau pun di tuntun oleh panglima serta prajurit menuju ke arah lain, dan kini An Chu Xia menyusul suami nya di luar istana.
"Suamiku, tadi ada apa ramai-ramai begitu? apa ada aksi demo?" heran An Chu Xia.
Raja Fang terlihat senang istrinya sudah di susul menghampiri dirinya dan tentu saja ingin berdekatan lagi dengan istri kecil nya, dengan cepat beliau memeluknya dari samping.
"Tidak ada apa-apa sayang, tadi ada pria tua ingin bekerja tukang kebun di sini" ucap raja Fang menatap mata istrinya yang terlihat indah dan menggoda.
"Eh, begitu, ya sudah sekarang kita ada kegiatan apa ya?" tanya An Chu Xia.
"Kita akan mengunjungi ke ladang teh, di tempat itu sudah lama nya aku mendirikan ladang perkebunan untuk berkebutuhan kita, dan juga sangat indah di pandang. kau pasti senang kan melihat pemandangan itu?" ucap raja Fang sembari mengelus rambut istrinya.
"Eh, suka, tapi..." gantung An Chu Xia.
"Tapi apa?"
"Bolehkah aku mengunjungi ke istana ku itu raja? aku sangat merindukan suasana di sana" ucap An Chu Xia sedikit gagap.
Pandangan matanya sedikit sipit dan ekspresi nya kini mendatar.
"Tidak, untuk apa kau mendatangi lagi kesana? sekarang kau bukan lagi bagian dari perak tapi gold, sayang" tukas nya.
Hal itu An Chu Xia kembali murung namun untuk saat ini berusaha tegar untuk tidak mendalami rasa sakit nya yang ia rasakan sekarang.
__ADS_1
"Sudahlah, waktu berjalan terus, kita akan segera ke ladang teh" pinta nya.