
Cerita ini hanya lah khayalan dari si penulis dan halusinasi serta imajinasi. mohon maaf jika alur ini tercampur aduk maupun ketidakjelasan.
**sebelum nya terimakasih sudah mau mampir dan baca kisah legenda kreatif dari authornya sendiri**.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Sementara yang di luar, tampak seorang Panglima serta sisa prajurit itu tengah menghadapi dengan satu orang yakni Paman Chu xia bernama Weiheng.
"Hey! Jangan harap anda bisa menangkap Putri saya! cepat lah pergi dari sini sebelum saya mengeluarkan kesaktian ini sekarang!"
"Keluarkan saja kesaktian mu, tuan! Karna menurut saya akan sia-sia saja antara kita hanya ada buang-buang waktu dan sebentar lagi putri anda akan ada di tangan kami" ucap panglima itu bernama Chen Farzan.
Mendengar itu, Weiheng tampak geram dan emosi, lalu beliau pun mengeluarkan kesaktian nya yakni benda pedang yang tiba-tiba muncul di tangan nya, kali ini Weiheng baru seumur hidupnya memperlihatkan pedang perak nya nan kilau serta sangat tajam untuk menyerang serta ingin menghabisi orang yang di hadapan nya.
Tak hanya itu, Chen Farzan, si panglima yang tak kalah kesaktian nya dengan Weiheng, di antara mereka pun saling beradu dan terjadilah peperangan antar individu satu dengan satu.
Tiba-tiba pasukan Prajurit dari Handrick sudah keluar dari istana perak alias An Liu dan melihat peperangan itu mereka pun segera memberhentikan peperangan tersebut.
"Cukup Raden! Kita sudah berhasil mendapati target, jadi tak usah di lanjuti peperangan ini!"
Sontak Weiheng alias paman dari Chu Xia kaget melihat keponakan nya sudah berada di tangan mereka.
"KURANG AJAR! LEPASIN KEPONAKAN SAYA! ATAU-"
"Atau apa tuan? Apa kau ingin lanjuti perangan ini lagi?" timpal Robert dengan santai.
Mata Wiheng melotot serta emosi hampir tak kendali, beliau mencoba melepaskan keponakan nya dari mereka dengan pedang di tangan nya itu namun di tahan oleh Robert itu untuk tidak gagal target mereka untuk kedua kalinya.
"Sudah! kalian cepat pergi dan bawa kan gadis itu di hadapan sang raja! biar aku yang menghalangi tuan ini!"
Dan akhirnya Chu Xia pun dibawakan ke kerajaan Gold alias Handrick.
...•...
__ADS_1
...•...
...•...

...•**Istana Gold {Handrick**}•...
Sesampainya para prajurit itu kembali ke asal nya, mereka segera berserahkan gadis itu di hadapan sang raja tersebut.
Membuat kinerja pasukan nya telah berhasil mendapati target nya, beliau mengukir senyuman senang sembari menatap gadis itu tampak pasrah dan terlihat sembab di wajah akibat menangis sedari tadi.
Raja itu pun langsung terkekeh, " Bagus! Ini baru pasukan ku yang terbaik! Dan sekarang kalian bubar lah! Tinggalkan gadis seorang diri di sini!" ucap Raja Fang, berjalan mendekati si gadis itu terpapar ke lantai.
"Hai putri An Liu! Senang bertemu dengan mu, sebelum nya maaf sekali jika pemaksaan ku dengan cara seperti ini, tapi mau gimana lagi karna aku sungguh tertarik dengan mu wahai gadis manis!"
Chu Xia yang mendengar perkataan sang raja menjijikkan bagi nya, ia pun merasa geli dan ingin rasanya muntah di saat ini juga. Raja Fang pun terkekeh melihat ekspresi gadis itu tampak tak suka melihat nya.
Lalu Raja Fang perlahan men-jongkok dan menatap nya sejajar dengan kepala si gadis itu.
Raja Fang kembali berdiri dan memanggil si panglima yang ia andalkan dan dipercayai.
"Chen Farzan!"
"Ee iya, yang mulia!?"
"Tolong kamu bawakan dia ke tempat yang sudah ku atur sebelumnya! Dan ingat jangan ada sekali berniat tidak-tidak untuknya!"
"Baik, Raja tenang saja!"
Tampak gadis itu yakni An Chua Xia ia merasa lemas dan tidak ada kata-kata satupun ia keluarkan sejak berada di istana Handrick.
Chen Farzan menuntun Chu Xia untuk membantu nya menuju ke kamar yang telah disediakan oleh sang raja itu.
__ADS_1
...•...
...•...
...•...
Weiheng alias paman Chu Xia masih terasa kesakitan dan perih di bagian lengan nya dibaluti dengan perban akibat serangan dari Chen Farzan yang sempat nya mereka berperang setelah berhasil menangkap Chu Xia di tangan prajurit itu. namun beliau kini frustasi ia merasa gagal jadi paman baik untuk keponakan nya, ia terduduk lemas dan pikiran nya kosong ke pandangan ke depan.
Sementara sang pengawal yang setia menemani tuan nya, ia pun berusaha dan mencoba menenangkan tuan nya itu.
"Tuan, anda jangan terlalu khawatir, kami akan mencoba cari cara agar putri anda selamat di tangan raja itu!" usul Zian, sang pengawal nya.
Tidak ada respon dari Weiheng, beliau masih tetap terdiam dan terpaku dalam diri nya.
•••
Setelah berada di ruangan peristirahatan itu, terlihat ruangan itu sungguh luas dan megah begitu elegent di pandang mata, namun ekspresi Chu Xia tetap seperti tadi bahwa ia tampak tak semangat dan terlihat pucat.
"Kamu terlihat pucat, akan aku siapkan makanan untuk mu, putri!" ucap Chen Farzan.
Chu Xia menoleh ke si panglima itu, ia pun kini memulai membuka mulut nya untuk berbicara kepada nya.
"Tidak! Aku mau pulang! Kenapa kau berpelakuan jahat sama saya?"
"Maaf putri! Saya tak ingin menjawab itu sekarang, yang penting kamu istirahat lah dulu nanti makanan nya akan di susul nanti"
Chu Xia hanya bisa terdiam dan mengalihkan pandangannya ke lain, sementara panglima yakni Chen Farzan segera pergi dan mempersiapkan makanan untuk gadis itu.
"*Pungki... aku butuh pelukan mu*..." batin Chu Xia, air matanya kembali menetes salah satu pipi nya, kini ia duduk di tepi ranjang itu.
Di sisi lain, seekor kucing tak lain ialah milik Chu Xia, tampak aneh dengan kelakuan nya, pungki celingak-celinguk dengan kepalanya sedang mencari sesuatu.
"Meoongg! Meonggg!..." suara kucing itu, alias pungki.
Kucing itu pun berlari ke tempat dimana Chu Xia duduk di balkon nya tadi, setelah di sana Pungki melihat benda ajaib tersebut masih tercecer di tepi dinding.
__ADS_1
Dengan matanya sangat tajam, pungki pun berlari dan mengambil benda itu dengan gigi nya, setelah itu pungki pun berbalik dan lari entah kemana.