
Di sebuah tempat ruangan yang mirip sekali dengan goa dan cukup suram ditempati sana, tempat itu sangat dirahasiakan dan tidak ada satupun yang mencoba berani memasuki ke area itu kecuali sepengetahuan pemilik nya yang menjadi kuasa di ruangan pribadi nya, sosok pria itu tampak nya sangat intens dan prihatin memandang sebuah peti terletak di sudut tengah nya.
Perlahan langkah sosok pria itu bergerak sembari menatap sendu dan terkaku diam melihat reaksinya.
"Xiora...." lirih nya, sembari kedua tangannya mengusap peti yang masih tertutup rapat.
"Aku rindu sekali dengan senyuman manis mu, jika kau tidak keras kepala, kejadian masa lampau tidak akan cepat terjadi seperti ini sayang..." gumamnya sesekali timbul lah senyuman petir sekaligus sesegukan cukup sesak didalam hatinya.
Pria nan tampan alias tua itu tak lain ialah sang raja Fang yang kini menjenguk kematian mantan kekasih nya sejak 25 tahun yang lalu. beliau sengaja menempati jasad wanita yang beliau cintai menjadi museum di area bawah tanah kerajaan nya.
Setelah peti itu terbuka sempurna, tampaklah seorang wanita masih awet cantik kedua tangan nya terbentuk silang tepat di dadanya, namun kulit serta wajahnya maupun bibirnya terlihat pucat dan cukup mengerikan.
"Sebenarnya, aku masih mencintaimu sayang tapi kenapa kau memilih untuk menjemput ajal mu daripada kenikmatan duniawi bersama ku? apakah kau segitu benci nya kah..."
Reflek salah satu tangan nya mencoba sentuh di sel kulit mati nya dalam tak bernyawa itu, beliau merasakan aneh dan tentunya kulit wanita itu cukup dingin dan kaku.
Tanpa beliau sadari, air matanya tak dapat untuk menampungi dengan rasa sedihnya, beliau cukup menumpahkan kesedihan itu serta penyesalan di ruangan tersebut, seandainya waktu bisa berputar kembali raja Fang pun ingin mengisi waktunya bersama wanita yang ia cintai dengan sebaik-baiknya.
Flashback on.
Fang Handrick di usia 26 tahun, kini sudah menjadi alih kekuasaan di kerajaan Gold itu, wanita mana yang tidak kagum serta terkesima dengan pria berkharisma serta tampan nan rupawan.
Fang Handrick sedang berbincang empat mata dengan suruhan penting nya, tampak mereka sangat serius merencanakan sesuatu hal di tempat itu.
"Kita bunuh kuda milik peliharaan Xiora, aku tak ingin karna hewan itu hubungan ku dengan nya tersendat tak jelas hanya karna satu hal, maka dari itu pastikan nanti malam situasi rumah nya dalam keadaan sunyi dan tertidur nyenyak".
Plukkk...
Suara benda terjatuh membuat Fang serta orang suruhan itu menoleh serta kaget melihat dengan mata mereka barusan.
__ADS_1
"Xiora?..." suara pelan raja Fang kaget.
Tampak tatapan serta ekspresi tak bisa di tebak, amarah serta kebencian pada dirinya kini mulai memuncak, awalnya gadis itu berniat menghampiri raja itu dengan senampan kotak nasi terlihat unik di tangannya, namun sayangnya terjatuh pental kebawa akibat melihat reaksi di depan mata dan telinga nya sendiri.
"raja Fang..." lirihnya seakan suaranya tertahan dan tertekan.
"Kenapa? apa yang kau rencanakan dengan aku? kau merencanakan buruk dengan diriku? atau keluarga ku?" suara pelan, dadanya tiba-tiba sesak dan kini matanya berkaca-kaca.
"Xiora ... aku.. aku bisa jelasin, bukan begitu..." gugup Fang, masih terpaku.
"Tidak, tidak perlu! lebih baik aku saja mati daripada kau merasa risih raja!, kau tau? sudah sekian nya aku memerhatikan mu hal aneh di belakang ku! aku kira aku saja berperasaan lain namun apa? akhirnya kenyataan sudah terungkap sekarang! sebenarnya apa niat mu raja? apakah kau berencana buruk terhadap diri aku? atau keluarga ku? iya kah??" tegas gadis itu dengan tatapan murka serta kecewa.
"Xiora! itu tidaklah benar aku hanya saja-"
"Apa? kau berusaha membalikkan fakta? tak perlu kau elak raja! aku cukup kecewa dengan anda tuan!"
"X-Xiora! apa yang kau lakukan! turunkan pedang di tangan mu! jangan lakukan hal konyol di depan ku!" tegas Fang, seraya menghampiri gadis itu, namun bukannya mendekati malah mengancam dan menjauhi dirinya dengan pria itu.
"Stop! jangan dekat aku mas! jangan... sentuh...aku!"
"Ya ampun Xiora! jangan bercanda dengan pedang itu! aku mengamanahkan pedang itu buat musuh bukan dirimu sendiri!"
"Ya betul, karna aku adalah termasuk musuhmu sendiri! aku? aku akan segera mati dan kau akan senang dengan adanya itu raja Fang Handrick!!" teriak Xiora.
Fang Handrick hanya terkaku diam dan tak tahu harus berbuat apa, ia tampaknya ceroboh dan menyesal mengatakan itu dengan kondisi masih belum aman.
Xiora perlahan bersiap untuk menusuk pedang itu ke bagian perut nya. melihat itu Fang semakin tak tega dan reflek mendekati sang gadis itu.
"Xiora! hentikan! kau jangan bersikap ceroboh Xio!!"
__ADS_1
"Kau jangan mendekat atau aku semakin yakin kalau pedang ini akan tertancap di tubuh ku"
Fang Handrick tak habis pikir beliau mereflek menggelengkan kepalanya dan bingung harus berbuat apa.
Detik-detik pedang itu mendekati tubuhnya Fang Handrick tak bisa tinggal diam beliau pun segera mencegah pedang itu namun hal itu sia-sia saja.
"XIORAAAA ..." pekik Fang Handrick sontak membelalakan matanya dan tubuh Xiora terjatuh lemah setelah pedang itu tertancap tepat di bagian usus buntu, untunglah Fang sudah menangkapnya dengan cepat.
Hup
Mulut Xiora mengeluarkan darah cukup marah dan nyawa nya kini di ambang kematian, hal itu Fang Handrick sangat histeris serta merasa terpukul dan menyesal di saat itu juga.
Flashback off.
Cukup menjadi nostalgia, raja Fang tak ingin melamunkan hal yang sudah nasi menjadi bubur, beliau tetap tabah dan berharap jika wanita yang ia cintai itu bisa mengampuni kesalahan nya di masa lampau.
"Sayang, izinkan aku hari ini, aku akan menghalalkan seseorang yang aku sukai dan menjadi pendamping serta bagian dari kekuasaan istina Gold" suaranya pelan, sembari mengelus kening sang mayat itu.
Setelah beliau merasa cukup puas melihat jasad wanita tercinta nya, beliau segera menutup kembali dan tak lupa di kunci dengan kekuatan miliknya.
•••
An Chu Xia baru saja selesai berhias dan kini si gadis itu bertampilan anggun serta kecerahan pada dirinya sekarang. gaun yang dikenakan membuat dirinya terpancarkan seperti layaknya ratu di kerajaan tersebut.
"Wah... Nona, anda cantik sekali seperti nya kamu cocok berpasangan dengan raja itu"
Tampak ekspresi nya datar dan murung, sebenarnya Chu Xia sangat tidak menyukai dan menikah dengan raja tua itu namun apa daya dirinya tak bisa membantah ataupun melarikan diri dari Istana itu.
"Siapapun itu tolong hambatkan pernikahan ini dan gagalkan lah rencana semua ini..." batin An Chu Xia dengan menutup mata, hal itu sang penata rias tampak heran dengan sikap majikannya itu.
__ADS_1