Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 6 ]


__ADS_3

Setelah usai makan berdua, kini Raja Fang meminta Chu Xia untuk berdansa di tengah ruangan yang amat luas itu yang diiringi musik nostalgia pada abad yang lalu.


Entah kenapa Chu Xia hanya bisa diam saja dan menurut dari raja itu.


Perlahan-lahan, kedua pasangan itu mulai menari dengan pelan, tatapan dari raja itu tak henti memandang kecantikan wajah Chu Xia yang semakin dekat itu.


"Makin dekat makin tergila-gila aku melihat wajah kamu Chu Xia, ingin rasanya aku keblablasan, tetapi hal itu akan aku tahan sebelum reaksi obatan yang kamu termakan tadi sayang" batin nya sembari menatapnya penuh menggoda.


Di sisi lain, walau tubuh Weiheng tak sepenuh pulih di luka nya itu, tetapi beliau tetap kukuh memperjuangkan putri nya yang sudah menganggap anak kandung sendiri. Weiheng serta prajurit lainnya kini telah berkumpul di halaman istana perak.


"Gimana, apakah kalian sudah siap untuk menyerang di istana gold?" ucap Weiheng menyakinkan prajurit nya itu.


"Kami siap menghadapi peperangan nantinya tuan, dan insya Allah kami sudah matang-matang dengan pedang tajam ini"


"Baik lah kalau begitu, kita langsung saja jalan menuju istana itu!"


Ya Weiheng sengaja mengambil keputusan ini di malam hari karna menurut nya lebih afdol menyerang pasukan gold di hari yang gelap daripada siang yang penuh panas dan meresahkan.


"Jangan harap anda bisa bersenang-senang dengan putri saya, Fang Handrick! akan aku buat kau dan lainnya tidak tenang malam ini!" batin nya sembari mengepalkan tangannya tampak beliau tak sabar ingin menghabisi nya di saat ini juga.


•••


Chu Xia merasa sedikit pusing di saat dansa nya di putar terus oleh Fang, hal itu ia semakin kelimpungan menatap sekitarnya.


"Raja... sebaiknya hentikan saja dansa ini, aku merasa kepalaku sakit sekali" ucap Chu Xia lemas.


Seketika dansa sekitar 5 menitan itu terhenti begitu saja. Sementara Fang merasa pura-pura panik oleh gadis nya itu.


"Kamu kenapa? Ada salah makan tadi?"


"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja pusing dan..."


"Dan apa Chu Xia?"


"Badan ku juga panas sekali, apakah cuaca malam terasa panas?"


"Seperti nya mungkin, ya sudah mari duduk dulu"


Namun Chu Xia mendekap kedua tangannya ke tubuh Fang, hal itu beliau sangat syok dan merasa senang.


"Entah kenapa di saat aku meluk mu.. aku merasa nyaman..."


Tampak Chu Xia telah hilang kesadarannya ulah raja Fang itu.

__ADS_1


"Seperti nya obat itu sudah mulai beraksi di tubuh nya, ini kesempatan ku akan dekat di malam yang indah ini"


Hal itu raja semakin puas dan berhasil dengan rencana nya itu, beliau pun membopong tubuh Chu Xia dan membawa nya ke kamar milik nya.


Namun, tiba-tiba seekor kucing mengeong keras mendekati sang raja.


"Aanngeeongggg!!"


"Ah kucing sialan, berani-beraninya dia halangi ku"


Tampak Fang sangat kesal, beliau memerintahkan si prajurit itu untuk menyingkirkan hewan yang beliau tak sukai.


Dan akhirnya Fang pun berhasil masuk ke kamar nya dan segera menutup pintu serta menguncinya.


Tampak gadis itu tak karuan, beliau segera menurunkan ke tepi ranjang.


"Huh...kenapa badan ku semakin panas"


"Kalau begitu buka saja gaun mu"


Dengan dibodohi oleh raja licik itu, Chu Xia dengan nurutnya ia benar-benar ingin membuka gaun itu di mulai dari kancing belakang, lalu di bantu oleh Fang sehingga mencari kesempatan untuk melihat punggung mulus milik gadis itu.


"Gila... Dari punggung nya saja sudah tergoda apalagi di dalam nya"


Dan perlahan wajah Fang kini semakin dekat dengan bibir Chu Xia, namun tiba-tiba


Prengggg.... Cusssshhhh


Hampir saja 1 cm lagi, namun gerak gerik nya terhenti ketika mendengar suara pecahan di luar ruangan, hal itu membuat beliau kurang fokus jika ada gangguan ataupun kericuhan di luar sana.


"Agrhh... Apa yang terjadi di luar" gumamnya sedikit emosi.


Dan akhirnya beliau pun tertunda dengan niat nya itu, lalu beranjak pergi untuk mengecek ada apa di luar sana.


•••


Sementara di sisi lain, Weiheng serta pasukan lainnya sudah berhasil memecahkan suasana itu dengan pedang mereka sehingga benda-benda yang terletak di istana pun sudah pecah di buatnya.


Hal itu mengundang pasukan gold berbondong-bondong serta amarah di raut wajah mereka, namun Weiheng hanya tersenyum menyeringai.


"Bagus! akhirnya kalian keluar juga!" ucap Weiheng.


"Heh! ternyata anda membuat kericuhan disini, apa anda cari mati ha?" ucap salah prajurit itu.

__ADS_1


"Oh santai-santai, saya ke sini akan meminta kepada raja rakus kalian itu untuk kembalikan putri saya!" ucap Weiheng.


"Sungguh malang nya nasip mu pria tolol, Terima saja lah putri mu dari bagian kami! " ucap nya sambil tersenyum miring.


Tampak raut Weiheng telah habis kesabaran nya, beliau pun segera mengode pasukan nya untuk berserang dengan pasukan gold.


Namun sosok raja Fang menyusul keluar dan terkejut bahwa terjadi lah peperangan di depan matanya, sementara Weiheng melihat raja itu keluar, beliau pun bergerak cepat menghampirinya.


"Wah wah! apa benar ini wujud wajah mu wahai raja tampan? ck ck, sayangnya pasti putri saya tertekan dengan mu, raja rakus!" ucap nya tersenyum sekilas di campur tatapan tajam.


"Mengapa kau ingin membuat kericuhan di malam hari? apakah kau ingin menantangi ku?" ucap nya.


"Saya hanya ingin satu hal saja, kembalikan putri saya!"


Raja Fang pun terkekeh, beliau berjalan mengitari di posisi Weiheng, dengan hati-hati Weiheng pun menoleh gerak gerik sang raja itu.


"Weiheng-weiheng... seperti nya kamu terlambat menyelamatkan putri anda!"


"Apa maksud kau!?"


"hm, begini putri anda sudah nyaman bersama saya dan tergila-gila melihat ketampanan saya bahkan sekarang saya meniduri nya di ranjang"


Weiheng merasa termakan emosi dari perkatan raja Fang itu, beliau pun ingin menghabisi di depan nya namun Fang dengan teliti nya beliau duluan menghajar Weiheng sehingga beliau terpental di lantai.


Fang berjalan dan menjongkok di hadapan Weiheng.


"Aku beri kesempatan untuk kedua kalinya, kau ingin pergi segera apa aku ingin menghabisi mu dengan mati konyol di istana ku?"


Weiheng masih terasa luka yang amat perih di lengan nya, beliau pun hanya meringis kesakitan.


•••


Dengan kesempatan ini, sosok kucing itu berjalan cepat menuju kamar raja Fang, pungki pun berhasil dan menemukan majikannya yang tengah tertidur di atas ranjang.


Tanpa lama lagi, kedua kelopak matanya seketika bercahaya putih Abu-Abu ditujui seluruh badan Chu Xia.


Alhasil, Chu Xia tersadarkan diri dan tampak raut wajahnya seperti kebingungan yang berada di tempat itu.


lalu Chu Xia menoleh ke sosok kucing kesayangan nya terduduk di lantai sana.


"Pungki?... "


"meeeeouunggg!"

__ADS_1


sontak seekor kucing itu berlari dan mendekap di pelukan Chu Xia, seperti nya pungki ingin memberi kode kepadanya untuk melarikan dari istana itu, tampak Chu Xia mengerti apa maksud dari kucing kesayangan itu.


__ADS_2