
Hai semua, ditekankan kembali, cerita ini hanya kekhayalan oleh sang penulis, mohon di dukung like, komen dan share juga lebih boleh.
_______________________________________________
Sesuai ekspetasi, Chu Xia hampir saja merubuh dinding buatan Xiuzhen, hal itu Xiu tampak kagum dengan gadis itu dan sebentar lagi Chu Xia pun sudah memiliki berkuatan yang cukup dahsyat.
Detik-detik dinding itu rubuh, tiba-tiba ada makhluk hitam entah muncul dari mana, hal itu membuat Chu Xia kaget dan panik mengapa ada hewan di tempat seperti ini.
Bukan itu saja, Hewan terbang itu sekaligus meneror dan menyerang sebuah benda yang tampak nya cukup berbahaya bagi makhluk apapun itu.
Karna Xiuzhen tampak lengah dan benda yang diserang dari hewan terbangan itu detik-detik mengarah ke posisinya, Chu Xia pun melihat hal itu dan spontan teriak lalu segera mencegah peri nya itu.
"XIUZHEN, AWAS!!"
Untung lah Xiuzhen dapat terhindari namun sayang nya diri Chu Xia terkena percikan api yang di serang oleh hewan terbang itu.
"Awhhh..."
"Chu Xia!?"
•••
Seorang nyai nan tua bangka namun masih kuat untuk bertenaga, beliau dihadapi oleh seorang Raja yang di panggil oleh tuan nya.
"Saya datang tuan, ada apa anda memanggil saya?"
"Em... Saya butuh bantuan anda, Nyai!"
"Katakan saja, akan aku penuhi butuhan mu"
Raja itu menoleh dan menghadap ke seorang nyai.
"Tolong carikan seorang gadis asal istana perak, dia telah menghilang sejak dua hari lalu"
Nyai itupun terdiam dan berfikir keras, lalu beliau pun bertanya lagi.
"Siapa yang kamu maksud, tuan? dan sebutkan ciri-ciri nya"
Raja itu tak lain ialah Fang Handrick, beliau memperlihatkan sebuah foto berupa wajah An Chu Xia di sana.
[Foto]
"Anda carikan gadis ini dimana saja, saya yakin tak semudah itu dia bersembunyi di area manapun, jadi apakah anda bersedia membantu saya, Nyai?" ucap Fang.
"Dengan senang hati tuan, baiklah jika itu anda butuhkan saya segera meluncur" ujar Nyai itu.
Setelah Nyai itu pergi, Fang pun kembali dengan senyuman menyeringai, beliau tak sabar jika berhasil ditemukan oleh si Nyai itu.
"Nyai bukan sembarang nyai, jika tak lama menemukan mu, Chu Xia! bersiaplah tinggal di penjara, ahahaha!"
•
__ADS_1
•
•
Hewan yang bertebangan liar itu telah hilang akibat serangan dari Haocun alias kakak Xiuzhen, ya karna sebelum nya ia memiliki firasat tak tenang memikirkan sang Adiknya, namun feeling nya kuat dan benar.
Chu Xia tengah tergeletak di sana, tampak dirinya kini melemas akibat serangan yang berbahaya itu nancap ke dada Chu Xia.
"Chu Xia, kenapa kamu nekat selamatin aku?! sekarang kamu yang kena imbasnya!" isak Xiuzhen.
Haocun berjalan perlahan lalu memberisi izin oleh adiknya agar luka di dalam tubuh Chu Xia Segera cepat ditangani.
"Maaf Xiuzhen, biar aku sembuhkan secepatnya di luka tubuhnya"
Xiuzhen itu pun mengangguk dan memberi luang agar kakaknya bisa menyembuhkan luka di dalam tubuh gadis itu.
"Uhuk, uhuk!"
Akhirnya Chu Xia kini membaik, dan kembali normal seperti biasanya.
"Terimakasih, tuan, berkat anda saya tidak merasa menderita lagi" ucap Chu Xia.
"Justru aku meminta terimakasih, karna kau berani mencegah adikku dari segala bahaya itu"
"Iya, Chu Xia! kamu hebat, ternyata masih peduli keselamatan aku darimana kamu" ucap Xiuzhen.
Chu Xia pun tersenyum, namun ekspresi Haocun itu masih bertanda tanya dengan kejadian ini.
Pungki alis kucing kesayangan milik Chu Xia itu melihat aura yang mencurigakan, ia menatap lain ke arah sana.
Karna ada yang tak beres pungki menghampiri ketiga makhluk itu dan mengode dengan cara mengeong.
"Meoouuunggg!"
"Meoounggggg!"
Xiuzhen dan Chu Xia menoleh ke suara hewan itu, terutama Haocun ia sangat paham dengan kode hewan tersebut.
"Kenapa pungki, apakah kau merasa lapar?"
"Wah pungki? kamu memberi namanya ya?" ucap Xiuzhen.
"Ah iya hehehe, soalnya aku sayang banget dengan hewan ini, apalagi dia comel dan gemesin!" ucap Chu Xia.
"Seperti dia memberi kode bahwa ada yang tak beres disini, aku akan segera menyelidiki sebelum terlambat..." batin Haocun, dengan tatapan serius ke hewan itu.
"Baiklah, jika kalian tidak ada mengkhawatirkan lagi, aku pergi dulu dan ingat, berhati-hati lah kalian!" ucap Haocun.
"Siap kak!" ucap Xiuzhen.
•••
__ADS_1
"Hahahaha, ternyata gadis itu bersembunyi disini? mudah sekali saya temukan"
•
•
•
Weiheng tampak amatir dengan wanita tamu itu tiba-tiba datang ke istana nya, namun tambah khawatir kan lagi beliau malah menanyakan soal putri nya yang menghilang beberapa hari lalu, dan Weiheng cukup bingung memberi alasan oleh si wanita dari Belanda itu.
"Apa yang terjadi dengan Chu Xia? mengapa kau tampak gugup menanyakan tentang nya??" heran Erlina.
"Tidak ada, eh, begini maksudnya nona, Chu Xia sudah tidak berada disini dia sedang keluar sampai sekarang belum ada menghubungi saya sama sekali"
"Apa!? Tidak ada kabar sama sekali? paman macam apa anda? kenapa tidak segera ditangani? atau meminta bantuan, saya kan juga bisa mencari nya" ucap Erlina cukup tegas.
Ya wanita paruh baya itu sudah lama kenal dengan orang tua Chu Xia dan sampai beranggapan saudara sangat dekat, namun itu lah mengapa Erlina sangat marah dengan Weiheng karena putri nya itu sudah menghilang di tempo hari.
"Begini nona, anda harus dengar dulu! saya juga berusaha mencari nya dan ini sebenarnya cerita cukup rumit untuk dijelaskan"
Erlina sudah tidak paham lagi apa diomongkan oleh pria itu, beliau pun menggeleng kan kepala nya dan cukup kecewa terhadap pria itu.
"Sudahlah saya tak suka memberi alasan tak jelas, lebih saya cari sendiri saja, permisi tuan!"
akhirnya Erlina pergi dengan perasaan kesal serta kecewa.
Weiheng tampak melamun di saat kedatangan wanita itu kemarin dan kini ia frustasi berat saat ini.
"*Saya tak bisa diam begini terus, saya harus bisa menemukan Chu Xia berada..."
🐾*
Seorang kaisar berpakaian tradisional pada umumnya, ia tampak fokus melatih dirinya untuk lebih totalitas dengan titik keseimbangan nya.
Tampak Weiheng melihat itu, beliau hanya tersenyum kagum dengan ketekad-an nya.
"Hai Zhenglie, seperti nya anda bersemangat di pagi ini"
Tampak pria itu reflek kaget dan terhenti begitu saja pelatihan nya itu.
"Ah, paman? tumben nih datang pagi-pagi begini?" ucap Zhenglie tersenyum, lalu menghampiri Weiheng.
"Eh, sebenarnya paman ada minta sesuatu dengan kamu"
"Apa itu paman?"
"Eeem... Kamu bisa bantu paman buat cari Putri perak yang kini masih belum tau keberadaan nya dimana"
"Hah? Chu Xia, paman? sebenarnya menghilang kenapa?" kaget Zhenglie.
"Iya, jadi tuh begini ..."
__ADS_1