
Zhenglie tengah bertarung dengan seorang dewa asal khatulistiwa utara tersebut.
bruggthhhh...
Ya terdengar lah suara renyuhan yang perpaduan dengan kekuatan mereka, membuat posisi mereka terpental namun di sisi Dewa tersebut masih bisa mengimbangi tubuhnya.
"Hengh? hanya segitu kemampuan mu Zhenglie?" dengan nada sombong nya seraya berjalan mendekati Zhenglie.
"Jangan merasa menang dulu dewa Xie Fei! saya hanya pemanasan untuk anda!" ucap Zhenglie, dan kembali dengan sisa tenaga.
"Oh baik"
Xie Fei bersiap siaga untuk menghabisi target alias musuh nya di depan matanya.
Zhenglie pun tak tinggal diam saja, ia segera bangkit dari tanah itu dan dengan cepat pedang itu sudah tertancap di bagian perut milik Xie Fei.
"Agrhhhh.... "
"Maafkan aku, bukan aku lah memintai dari awal"
Ya kini sang dewa bernama Xie Fei itu tersungkur ke tanah akibat tusukan yang cukup dalam oleh pedang milik Zhenglie.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk itu, Zhenglie segera pergi meninggalkan dewa itu dalam keadaan terjatuh lemah.
✨
Xiuzhen tengah terbaring di permukaan ruangan milik dirinya, dengan dikerumuni pelayan di sekitar nya termasuk Kakaknya sendiri yang kini menuntuni untuk mengobati yang terluka di tubuh nya itu.
"Awhh... sst... " rintihan Xiuzhen.
Haocun alias dan sang kakaknya masih menatap tajam ke arah adiknya lalu kini mata mereka saling menatapi, hal itu Xiuzhen sedikit ketar ketir dan berusaha menenangkan sang kakaknya yang mulai tampak emosi.
"Eeh... Kak, kamu kenapa lihat aku begitu? aku salah ya?" tanya Xiuzhen.
"Gimana tak salah? sejak ada gadis asing masuk kesini makhluk-makhluk jahat pun telah berani melampaui batas di permukaan langit ini, Aku masih kesal ya sama kamu Xiu!" tegas Haocun.
"Duh Kak, jangan salahin si gadis itu dong, dia gak salah kok cuman aku aja kurang teliti" ucap Xiuzhen sedikit memelas.
__ADS_1
"Sudahlah, kau diam saja! aku mau fokus mengobati ini!" tegas Haocun.
Namun salah satu pelayan itu tak ingin diam saja ataupun pekerjaan jadi nganggur, ia pun memberanikan diri untuk itu.
"Eee... Tuan, biar saya saja obati nona peri" ucap Hana.
"Tak usah, kalian kerjakan saja yang lain! biar saya aja obati dia!" ucap Haocun.
Mereka yang mengerumuni melihat keadaan Xiuzhen tersebut berniat membantu mengobati nona peri itu, namun gagal, dan terpaksa menuruti perintah dari Haocun tersebut.
Di sisi lain, Gadis itu tampak murung dan dirinya tak ingin di ganggu oleh siapapun, Chen Fauzan tengah membujuk si gadis itu untuk bermakan siang bersama sang Raja.
"Ayolah Nona, jika kamu bersikap begini terus sang raja bisa saja melakukan hal yang lebih dari ini, Nona!" ucap Chen Farzan sambil menggertaki si gadis itu agar mau diajak makan bersama raja gold.
"Aku gak mau! kau pergi lah! sudah aku katakan berkali-kali gak mau ya gak mau! jangan paksa aku! atau aku akan bertindak kasar dengan anda tuan!" ucap An Chu Xia, bersorot tajam ke arah panglima tersebut.
"Duh... nona ini sulit sekali di bujuk, jika sang raja nyusul kesini waduh bisa rumit ini masalahnya... " gumam Chen Farzan.
Sementara itu, raja Fang tengah menunggu cukup lama di ruangan meja makan dengan sedikit kesal karna gadis itu belum saja keluar dari ruangan tersebut, Karna penasaran apa yang terjadi di dalam, beliau menyusul ke kamar si gadis perak itu.
"Chu Xia!"
"Ayo sayang, apa perlu saya menggendong mu agar mau makan bersama?" ucap raja Fang, berusaha lembut di depan calon istri muda nya.
An Chu Xia hanya membuang muka dengan wajah kesal ditambah amarah pada dirinya.
"Aku tak mau raja! kau saja makan duluan biar aku mati dengan kelaparan!"
Raja Fang reflek mengepalkan tangannya di balik badannya, lalu mencoba sabar dan bersikap lembut agar si gadis itu bisa luluh dengan sikap nya itu.
"Sayang, kamu mau mati konyol tanpa makan? hm? ayo mari makan! atau mau saya cium bibir kamu?" ucap raja Fang, dengan tatapan menyeringai hal itu membuat An Chu Xia sontak kekar-ketir dengan ancaman itu.
Mau tak mau Chu Xia terpaksa menuruti keinginan sang raja tersebut.
•
•
__ADS_1
•
Situasi luar di kerajaan handrick, penjaga istana itu tampak biasa-biasa saja dan lancar seperti biasanya, namun tiba-tiba seekor kucing muncul lagi di hadapan istana itu tampak gerak gerik nya sedang mengamati dan mencoba berfikir keras agar bisa menyelamatkan majikan nya di sana.
Karna tak ingin memakan waktu banyak, kucing itu bergegas cepat menuju ke kerajaan tersebut.
Namun naasnya, Kucing tersebut tertangkap basah oleh prajurit itu lantaran mereka berpapasan dengan hewan di sana.
"Waduh, kucing ini lagi, eh woi! kepung hewan itu jangan sampai dia berulah lagi di kerajaan kita!" pekik Choi, salah satu prajurit.
Mereka pun seketika berlari dan mengejar serta mengepung hewan yang membuat kerajaan sebelumnya menjadi riuh dan kacau.
"Haaa... mau lari kemana ha? kucing ini kita perlu di kurung saja woi! biar gak berkeliaran terus dan berbahaya di sekitar! " ucap Choi.
"Betul sekali kawan! yok kita laporkan dulu ke sang raja, biar tau kalau hewan ini jadi usupnya!" ujar Ujang.
Mereka pun berhasil menangkap kucing itu dan membawa ke dalam kerajaan sembari melaporkan hewan tersebut.
Raja Fang tengah senyum-senyum dan tak berhenti menatap ke wajah gadis itu, sementara An Chu Xia merasa risih ia pun cukup tertekan batin pada dirinya.
Di saat raja Fang tengah menikmati momen berdua di jam makan siang, tiba-tiba segerombolan prajurit itu datang menghampiri ke sang raja nya, raja Fang kini mengalihkan pandangan si gadis itu dan menoleh ke prajurit nya.
"Ada apa kalian?" ucap raja Fang cukup heran melihat prajurit itu berjalan menuju nya.
"Ee... maaf yang mulia, kami baru saja menemui hewan ini lagi dan menuju ke kerajaan ini, jadi solusi dari kami ingin mengurung hewan ini di bawah tanah, bagaimana pendapat mu yang mulia?" jelas Choi, mewakili dari kawan lainnya.
"Hm... bagus, kalian sangat jeli dengan hewan itu! ya! kurungi saja dia di sana!" hujan raja Fang dengan senyuman miring.
An Chu Xia sangat tidak setuju dan ditambah kaget melihat hewan itu kembali datang lagi, sejak terakhir di dasar langit berpisah dengan pungki sebab dirinya dibawa paksa oleh nenek sihir tempo hari.
"A-apa? Dia hewan kesayangan ku! mengapa kalian tega ngurungi dia? tolong jangan bawa dia ke sana!" ucap An Chu Xia dengan tatapan amarah serta kesal.
"Biarkan saja sayang, dia itu ngeselin sampai kamu saja bisa kabur dengan hewan sialan itu" ucap raja Fang dengan senyuman manis.
An Chu Xia tampak geram oleh karena itu ia beranjak menyelamatkan hewan kesayangan nya, namun reflek raja Fang ikut berdiri dan mencegah calon istri nya untuk memegang hewan miliknya.
"Sekali kau sentuh hewan itu, jangan salahkan saya jika hewan itu hilang di bumi ini!" ujar raja Fang dengan tatapan tajam dan mengcekal lengan gadis itu.
__ADS_1
An Chu Xia sangat membenci serta sedih tercampur kesal dari kelakuan pria nan tampan dan berkulit mulus itu yang berasal dari ramuan sihir milik cermin ajaib nya walau sebenarnya raja Fang sudah tua nan keriput.