Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 7 ]


__ADS_3

Perperangan antara pasukan Perak dengan gold pun semakin sengit, pertahanan di antara mereka semakin sulit untuk ditangkisi, dan memiliki pedang yang cukup tajam dan bahkan kekuatan peperangan mereka sebelas duabelas.


Sementara Fang melawan satu yakni Weiheng, tampak di antara nya bimbang siapa yang kalah atau menang.


Karna kondisi Weiheng belum pulih, tenaga nya pun agak melemah maka dari itu Fang dengan mudahnya mengsayati kulit di bagian lengan Weiheng.


"Agrhhh..."


Singkat cerita, dan akhirnya pasukan Perak telah berhasil menghabisi pasukan gold walau sementara Weiheng kalah dari Fang Handrick.


"Hahah... Gapapa pasukan ku kalah, asal aku menang dari kau Weiheng!" ucap Fang dengan sombong.


Tampak Fang melakukan ritual untuk menghabisi Weiheng ke terakhir kalinya, namun Weiheng yang kondisi tergeletak tak berdaya itu hanya bisa pasrah dengan takdirnya.


"Gawat, kita harus selamatin tuan Weiheng!"


"Gimana kita mau nyelamatin tuan, yang ada Raja itu bisa mengimbas kita semua!" titah salah satu prajurit.


"Ah kalian bodoh! Apa itu pasukan setia di istana perak!?"


Sosok bernama Zhengzhou itu salah satu panglima setia nya Weiheng, ia pun tak tega jika tuan nya mati di tangan Raja.


Zhengzhou pun segera untuk menghindari perlakuan buruk oleh Raja Fang itu.


"Berhenti Raja Gold!" tegas Zhengzhou.


"Saya tau anda paling terkuat di negara ini, tetapi tidak semestinya anda berlebihan dengan tuan Weiheng! Jadi akhiri saja niat buruk anda terhadap tuan kami!" ucap Zhengzhou.


Raja Fang tersenyum menyeringai menatap ke panglima Weiheng, tampak nya ia tak menggubris apa perkataannya itu.


"Kau kira dengan semudah itu menghentikan aku menghabisi tuan kalian? Jika kalian takut kepada ku tidak akan mungkin kalian datang dan meneror di istina ku ini!" tegas Fang dengan tatapan tajam ke arah Zhengzhou.


Di saat Raja Fang perlahan mengeluarkan pedang emas dengan diiringi cahaya gold di sisi pedang nya, Fang pun dengan siapnya menancap ujung pedang itu ke tubuh Weiheng.


Zhengzhou tidak tinggal diam, ia pun segera menghindari pedang itu ke tuan nya.


Dan alhasil Zhengzhou berhasil mencegah tuan nya namun sayangnya telapak tangan nya menembus oleh sayatan pedang.


"Agrhh..."

__ADS_1


"Zhengzhou!!" pekik Weiheng, dan sekali-kali batuk nya pun timbul di tenggorokan nya.


"Sial, oke kalau itu kau mau akan aku habisi kau terlebih dahulu!"


Weiheng pun membelalakkan matanya dan meminta Panglima itu mundur, namun dengan tekadnya Zhengzhou bersikeras untuk melawan raja gold itu.


"Bismillah... Tidak apa-apa jika takdirku sampai disini, dan jika diizinkan diberi kesempatan pasti aku bisa melawan raja sombong ini di tangan ku..." batin Zhengzhou.


•••


Chu Xia sudah berada di dasar langit, di sekeliling nya serba putih polos tanpa apapun di sana.


"Pungki... Kenapa kau membawa ku kesini, apa kau mempermainkan aku!??"


Bukannya memerhatikan majikan nya itu, pungki berjalan ntah menuju kemana namun tiba-tiba muncul lah wujud seorang peri cantik bergaun putih panjang serta mengenakan selendang di tangan nya.


"Hai An Chu Xia, selamat datang di dunia khayangan"


Chu Xia pun kaget dan tak percaya jika ia berada di dunia lain.


Sementara pungki terlihat akrab dengan peri itu.


"Ya karna itulah hewan peliharaan kamu, aku perintahkan dia untuk membawa mu kesini, agar incaran licikan mereka tidak bisa mencari mu ke istana, untuk sementara waktu kamu bisa tinggal dulu di sini sampai mereka tidak lagi mencari mu" ucap peri itu sembari mengelus kucing milik Chu Xia dipelukannya.


"Lantas kenapa kucing ku bisa seakrab dengan kamu? Sebenarnya siapa kamu?!"


Seorang peri itu pun tersenyum dan berjalan mendekati Chu Xia, lalu ia pun mengembalikan kucing itu ke pemilik nya.


"Iya, aku sudah lama mengetahui kucing itu sebelum kamu merawat nya, karna itu lah aku masih berinteraksi dengan nya sampai sekarang"


"Dan namaku Xiuzhen peri bangsa langit keturunan pelangi" ucap nya.


Chu Xia tampak bengong, dan masih kepikiran ada hubungan apa kucing nya dengan peri itu hingga sampai berhubung dengan bangsa langit.


•••


Waktu demi waktu terus berjalan, di antara peperangan antara Fang dan Zhengzhou tak ada harapan lagi bagi Zhengzhou. sayatan demi sayatan perih yang dirasakan zheng semakin meringis.


Dengan perasaan tak berhati nurani, Fang dengan seenaknya menusuk di bagian punggung Zhengzhou. tampak dirinya melemas dan terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Fang semakin tinggi hati, beliau dengan tanpa rasa iba nya tiada kasihan melihat sakratul maut dihadapan nya.


Weiheng merasa bersalah dan air matanya keluar melihat panglima nya yang menganggap nya sohib selama ini sejak beliau mempimpin di istana perak.


"maafkan saya Zheng... seharusnya saya tak pantas hidup di sini, saya tak bisa menjaga anak buah ku dan justru anak ponakan ku sudah berada di tangan mereka, sebaik nya saya harus susul saja dengan kamu, Zhengzhou... " batin nya dengan ekspresi pasrah dan siap untuk mati di tangan Fang.


"Hahahaa... lihat lah anak buah mu itu, Pura-pura pahlawan tetapi dia ujung-ujungnya mati juga di tangan ku!"


"Bukan berarti dia kalah dengan anda Raja Fang! tetapi itulah disebut jasa pahlawannya karna dia rela berkorban dirinya untuk majikan nya! "


"ckck... sayangnya dia sudah susul di neraka tapi tidak apa-apa bahkan kau juga nyusul dengan anak buah mu itu! bersiap-siaplah menghadapi kematian!"


Fang bersiap siaga untuk menusuk pedang milik nya menebus bagian jantung Weiheng.


di saat pedang itu ingin menancap ke tubuh Weiheng tiba-tiba panglima nya alias chen Farzan terpaksa menghalangi niat Raja untuk menghabisi Weiheng.


"Maaf Raja Fang, ada sesuatu yang harus disampaikan kepada anda, yang mulia!" ucap Chen Farzan.


Raja Fang sedikit kesal namun terpaksa ia tunda untuk itu.


"Apa? katakan!"


"Sebelumnya maaf kecerobohan saya yang mulia, putri An chu Xia tidak ada di dalam kamar anda!"


"Apa!?"


Sontak ekspresi Fang berubah sangat tajam serta murka, beliau melupakan sejenak tentang penghabisan Weiheng, lalu beliau pun bergerak cepat menuju kamarnya.


"BAGAIMANA BISA DIA LARI, APA KALIAN TIDAK BECUS MENJAGA DI SUDUT ISTANA INI!?"


Reflek semua prajurit bagian penjaga nunduk tanpa memandang Raja nya, mereka merasa ceroboh dengan perintah nya.


"Kami benar-benar tidak tau yang mulia, dan jejak tanda-tanda nya saja kami tidak menemukan apa-apa di sekitar sini" ucap Chen Farzan, mewakili nya.


Fang hanya bisa mendengus kesal namun beliau tak tinggal diam dengan hal itu.


"Cepat kalian cari dia sekitar sini atau telesuri dia sampai ke istana nya!" titah Fang.


Mereka pun bergerak cepat agar Raja nya tidak semakin marah dan kesal.

__ADS_1


"Ini tidak bisa damai lagi dengan anda Weiheng! akan aku manfaatkan putri anda di tangan ku karna dia sudah mencoba berkhianat dengan saya" gumam Fang dengan tatapan murka.


__ADS_2