
Lirikan mata pria itu merosot tajam ke arah Chu xia, sontak Chu xia semakin ketakutan dan merunduk.
"Kak? sudah lah, dia ada hubungannya kok sama kita, kakak tahu kan hewan itu?" ucap Xiuzhen.
Tanpa pria itu menyadari, ia pun menoleh ke hewan yang dekat dengan Chu xia. hal itu membuat ekspresi wajah pria itu mengkerut dan sedikit mengganjal dengan gadis asing itu.
"Mengapa bisa dia berada dengan wanita itu?" batin nya.
Tatapan dari sang kakak nya itu, Xiuzhen paham betul jika diri kakak nya tahu di balik hewan milik si gadis itu.
"Kak, jadi boleh kan aku izinin buat latih Chu Xia?"
"Hm, ya sudah lanjuti lah niat mu itu, tapi ingat jangan bawa gadis itu melampaui batas di area terlarang!, kau ingat kan Xiu Zhen!?" ucap pria itu bernama Haocun.
"Baik kak, kakak tenang saja, aku mengerti kok!" ucap Xiuzhen tersenyum.
Lalu Haocun pun seketika hilang sekejab, dan Xiuzhen pun merasa agak lega setelah kakak nya pergi dari sana.
Chu Xia pun juga begitu, ia tampak tegang sekaligus kekar-ketir ketika melihat kakak peri itu muncul pertama kali nya.
"Chu xia, Kamu jangan takut lagi ya, itu kakak ku memang seperti itu jika ada orang asing datang ke langit ini tapi sebenarnya dia baik dan lembut kok!"
"Ooh begitu ya..."
"Hahaha, ya sudah yuk kita lanjuti yang tertunda tadi!" ujar Xiuzhen.
Lalu Xiuzhen pun perlahan mundur untuk memulai bertaruhan dengan gadis itu dengan kekuatan baru nya di ajarkan oleh nya.
•••
Seorang wanita paruh baya dengan wajah nya masih awet muda dan berbody seperti anak muda pada masa nya itu menggunakan style khas kerajaan Belanda tampaknya, beliau bermaksud ada tujuan tertentu ke istana perak.
Mobil berjenis berleret panjang itu memasuki area di istana perak, tampak para prajurit itu mengenali siapa milik mobil itu. lalu mereka memberi sambutan hangat dan hormat terhadap sang wanita itu.
Setelah wanita paruh baya itu turun dadi mobil, prajurit itu pun telah mendekati nya terlebih dulu.
"Selamat datang di istana An liu, nyonya Erlina!" ucap prajurit itu.
Senyuman yang terukir di wajah wanita itu hanya membalas oleh prajurit itu dan membuka mulut untuk berbicara kepada nya.
"Apakah di istana itu pemiliknya berada di dalam?" ucap Erlina.
__ADS_1
Tampak prajurit itu bingung menjawab nya seperti apa dan sempat melirik ke salah satu lain nya.
"Sepertinya tuan ada di dalam, nyonya, namun... " terpotong ucapan prajurit itu sembari menunduk sekilas.
"Namun apa?" heran Erlina.
"Putri An Chu Xia sedang tidak ada di dalam" ucap nya singkat.
"Hah? Ya sudah, saya ingin masuk saja kalau begitu"
Akhirnya prajurit itu cukup lega walau nantinya nyonya alias tamu itu pasti terkejut jika sang putri perak itu sedang tidak ada di istana nya.
Di sisi lain, Fang merasa kesal dengan cermin ajaib nya, karna sudah berkali-kali berucap dan membaca mantra seisi pikiran agar dapat keberadaan si gadis itu. namun lagi-lagi gagal tidak ada tanda-tanda muncul di area cermin nya.
"Ah! dasar cermin tak berguna! masa mencari gadis itu saja tak terdeteksi, apa yang harus andalkan sekarang! Ck!" kesal Fang.
Akhirnya Fang berhenti untuk sejenak dan merebahkan tubuh nya yang cukup lama berdiri dari tadi.
"Seperti nya benar kata Chen Farzan, apa benar ada sangkut paut nya dengan hewan sialan itu?" gumam Fang tampak beliau memikirkan dari perkataan si panglima nya itu.
•
•
•
"Hadeh, kamu cukup kuat ya, sekarang kamu hampir 80% sudah mengusai kekuatan kamu itu!" ucap Xiuzhen nafasnya tersengal akibat pertaruhan nya itu.
"Eee.. maaf ya Xiu karna aku, kamu jadi letih gitu"
"Lah enggak kok! justru aku seneng karna kamu sudah berhasil menguasai kekuatan baru kamu itu! tapi ini masih setengah Chu xia!" ucap Xiuzhen.
"Ee.. jadi apalagi yang aku taruhin, Xiuzhen?" tanya Chu xia cukup bingung.
Xiuzhen nafasnya masih tersengal sembari sembari dan berjalan perlahan menuju Chu xia.
"Kamu harus belah dinding yang ada di sana!" ucap Xiuzhen sembari menoleh ke arah kanan.
Sontak Chu xia menoleh ke arah kiri nya, namun tampak nya cukup sulit baginya jika membelah dinding yang cukup luas itu yang telah disediakan oleh Xiuzhen.
Dengan raut wajah meragukan di wajah Chu Xia, Xiuzhen pun memberi yakin dan motivasi kepadanya.
__ADS_1
"Chu Xia... kamu tak usah meragukan begitu jika mindset kamu yakin dan benar pasti hasilnya tak bisa dipungkiri, jadi kokohkan saja keyakinan kamu, pasti bisa kok!" tutur Xiuzhen.
Chu Xia pun kini berambisi dan bersemangat serta tak semudah untuk berputus asa.
•
•
•
Keesokan harinya, Fang mencoba menemui panglima nya untuk berbicara dua mata, tampak beliau masih tak lepas berkaitan dengan gadis itu yang telah hilang dua hari tanpa jejak.
Chen Farzan tengah mengumpul dengan teman lainnya, tampak mereka semua seketika berdiri tegap melihat raja Fang menghampiri mereka.
"Salam yang mulia!" ucap Chen Farzan sembari menunduk sebagai tanda hormat, begitu pun yang lainnya juga ikut nunduk di hadapan raja nya.
"Salam! Oh iya Chen Farzan, ada yang ku perbincangan dengan kau sekarang! mari ikut aku!" perintah Fang lalu beliau duluan pergi menuju ke ruangan rahasia.
Skip
"Ada apa yang ingin anda bicarakan, yang mulia?" ucap Chen.
"Begini, kemarin kau sempat bilang kepada ku jika gadis itu tak mungkin bisa lari jika penjaga di sini sudah terasa aman, namun hal yang mengganjal tersebut ialah hewan milik si gadis itu, apakah begitu nyatanya, Chen?" ucap Fang.
"Aaa perkiraan begitu lah, Raja! dan sekarang hewan itu juga tidak ada disini pasti ini sudah yakin betul pasti hewan itu juga ada kaitannya dengan gadis itu, yang mulia!" jelas Chen Farzan.
Hal itu feeling Fang semakin yakin bahwa hewan itu tampak tak sembarangan hewan pada umumnya.
"Seperti nya aku butuh makhluk dampingan agar bisa mengetahui dan dimana gadis itu bersembunyi" batin Fang.
•••
Sesuai ekspetasi, Chu Xia hampir saja merubuh dinding buatan Xiuzhen, hal itu Xiu tampak kagum dengan gadis itu dan sebentar lagi Chu Xia pun sudah memiliki berkuatan yang cukup dahsyat.
Detik-detik dinding itu rubuh, tiba-tiba ada makhluk hitam entah muncul dari mana, hal itu membuat Chu Xia kaget dan panik mengapa ada hewan di tempat seperti ini.
Bukan itu saja, Hewan terbang itu sekaligus meneror dan menyerang sebuah benda yang tampak nya cukup berbahaya bagi makhluk apapun itu.
Karna Xiuzhen tampak lengah dan benda yang diserang dari hewan terbangan itu detik-detik mengarah ke posisinya, Chu Xia pun melihat hal itu dan spontan teriak lalu segera mencegah peri nya itu.
"XIUZHEN, AWAS!!"
__ADS_1