
Sang gadis itu sudah bersiap-siap berjalan menuju ke tempat takhta milik raja tersebut, ia pun menghela nafasnya perlahan dan mencoba untuk tenang walau senyuman nya itu tak bisa ia terapkan.
"Tolong aku... aku tak ingin menikah dengan pria rakus itu, aku ingin menikah dengan pria yang aku cintai" batin An Chu Xia, ia mencoba untuk tegar walau rasanya pahit yang ia alami sekarang.
Raja Fang reflek berdiri tegap melihat gadis itu keluar dari ruangan itu, ia pun tersenyum di sudut bibir nya, beliau pun sungguh tak sabar ingin mendampingi seutuhnya.
Para penghulu yang dikirimkan dari warga desa itu serta para saksi lainnya sudah stay di dalam kerajaan tersebut.
"Puji syukur, acara ini segera dilaksanakan yang mulia, semoga dalam proses pernikahan kalian tidak hambat sedikitpun ataupun terganggu dari hal-hal lain" ujar panglima, yang kini memimpini sang raja itu di samping nya.
"Tentu saja itu Chen! saya tak sabar ingin bermalam pertama dengannya" ucap salah satu kata di mulut sang raja itu, mendengar nya reflek Chen Farzan mengulum senyuman serta membuang muka.
"Ehem, sang raja cukup sabar saja tinggal waktu tak lama lagi akan sah menjadi sepasang suami istri, yang mulia" ucap Chen Farzan sedikit malu ia mengatakan nya.
Raja Fang pun hanya menatap tersenyum smrik ke panglima nya sekaligus dengan tatapan sinis.
Setelah gadis itu sudah berada di hadapan nya, kini raja Fang sangat tertegun melihat pandangan gadis di depannya yang sangat mempesona di pandang nya.
"Kamu sangat cantik sekali sayang, aku tak sabar ingin menyentuh mu" lirih raja Fang sembari mendekati di telinga gadis itu, hal itu An Chu Xia sontak bergidik ngeri apa yang baru saja dikatakan raja tersebut.
"Berhenti lah menghalu raja! fokuskan saja prosedur mu ini" ujar An Chu Xia dengan tatapan kesal di mata raja itu.
"Iya, saya akan fokus hingga selesai, bersiap-siap lah dengan permintaan ku selanjutnya nanti" smrik raja Fang.
Sang Gadis itu hanya membuang muka dan berserah diri di panggung itu, sementara raja Fang berjalan menghadapi pak Penghulu untuk meneruskan sumpah janji di antara sepasang pengantin.
•
•
•
Setelah mengucapkan sumpah janji di antara sepasang pengantin, kini mereka melanjutkan ritual ciuman bibir sebagai tanda bukti akan menjadi pasangan langgeng seumur hidup.
"Baik, kalian sudah boleh berciuman sebagai tanda pernjanjian suci dan sah secara hukum" jelas pak penghulu.
Sementara raja Fang menoleh ke gadis di samping nya alias istri barunya yang kini berjarak 3 Senti .
__ADS_1
Raja Fang perlahan berjalan mendekati An Chu Xia, dan kini gadis itu masih murung dan tatapan tajam oleh nya.
"K-kenapa harus berciuman? apakah wajib, pak penghulu?" gugup An Chu Xia.
"Sangat dianjurkan nyonya Gold, dan juga anda akan resmi menjadi istri dari kerajaan Gold tersebut, tenang saja nyonya! ciuman itu hanya perlu sekilas saja bukan sampai kebablasan ya" ucap nya sembari tersenyum-senyum.
Raja Fang kini mempererat pelukan sang isteri nya itu, lalu menunduk perlahan mendarat ke bibir isteri nya.
Cup...
Para saksian tersebut dan seluruh isi kerajaan itu, seketika beriuh hebat di hadiri dengan tepukan tangan yang sungguh senang tercampur bahagia melihat sepasangan pengantin itu berciuman.
Prok...prok...prok....
Sontak Gadis itu segera menepis dan menjauh dari pria itu.
"Kau jangan sampai kebablasan! ini hanya sekilas!" ucap An Chu Xia.
"Iya Sayang, kau pikir aku serakus itu?" mengangkat salah satu alis di hadapan isterinya.
...
"Meounggg!! Agrreooowww...." pekik hewan itu di dalam sel tahanan, hal itu para prajurit tersebut tampak heran dan merasa terganggu dengan kebisingan suara kucing itu tak hentinya bermeong.
"Coba kita kasih lagi makanannya, siapa tahu dia masih lapar" usul nya.
"Tapi kan makanan ini sudah di atur dengan si panglima, tidak boleh lebih dan juga kurang!"
"Waduh kalau itu sih saya juga bingung mau gimana lagi" ucap nya sambil mengangguk kelapa nya.
Namun tiba lah seorang panglima tak lain ialah Chen Farzan, menghampiri ke sel bawah tanah.
"Kenapa? saya tak sengaja mendengar hewan itu bising dari lantai dasar" ucap Chen Farzan.
"Eh, maaf den Panglima! ini hewan nya gak bisa diam, dari tadi kita sudah kasih makan sesuai den berikan takaran makanan secukupnya, tetapi masih mengeong terus"
Hal itu Chen Farzan sedikit kesal dan menghela nafas menatap hewan yang masih saja mengeong terus.
"Ya sudah kalian kasih saja semua makanan itu ke hewan itu! pastikan setelah nya jangan ada kebisingan lagi!" tegas Chen Farzan.
__ADS_1
Mereka berdua pun mengangguk cepat lalu segera mengambil makanan itu di dekat mereka.
"Hadeeh... dasar kucing sialan!" geram Chen Farzan, lalu segera pergi dari tempat itu.
•••
Zhenglie baru saja berhenti tepat di sebuah kerajaan tersebut seperti tak jauh bedanya dengan istana dari putri perak.
"Woh... bagus benar istana ini..." ucapan nya terpotong melihat suasana Istana itu penuh dengan acara yang cukup meriah.
"Tapi, itu ada acara apa ya... kok seperti nya meriah sekali" gumamnya, ia pun heran dan sangat penasaran ada festival apa yang ada dalam di sana.
Karna Zhenglie sangat penasaran ia pun melangkah menuju ke Istana berupa istana gold alis Handrick tersebut.
Sesampainya perbatasan penjagaan oleh prajurit, hal itu Zhenglie sudah terbiasa melihat penjuru prajurit yang ada tiap kerajaan tersebut, namun dengan entengnya Zhenglie menyosor begitu saja, akan tetapi di cegat duluan oleh penjagaan tersebut.
"Tunggu!"
Sontak Zhenglie cukup kaget dan heran mengapa dirinya tiba-tiba di cegat oleh mereka.
"Iya? ada apa?" dengan santainya.
"Kau asal mana? dan ada undangan kah dari sang raja?" tanya salah prajurit itu.
Zhenglie pun tiba-tiba habis pikir ia pun mencari cara agar bisa masuk dan melihat acara yang sedari tadi penuh penasaran.
"Eee ... ada kok, tapi tadi saya tinggal undangan nya, boleh masuk kan?" ucap Zhenglie.
"Oh, begitu..." namun reaksinya masih agak mencurigakan dengan pria ini, karna tak ingin berurusan lama, mereka pun mengizinkan nya untuk masuk.
"Ya sudah, anda diperbolehkan masuk, tapi ingat! jangan pernah berbuat macam-macam ke dalam" ucap nya.
"Siap" balas Zhenglie.
•••
"Sayang, ayo kita ke kamar" rujuk raja Fang, yang kini telah sah menjadi suami nya.
"Tidak dulu, kau saja! aku masih ingin duduk disini sambil melihat mereka berpesta!" tolak An Chu Xia, namun raja Fang pun kali ini nurut dan sedikit sabar hal itu.
__ADS_1
"Oh baiklah, akan aku tunggu hingga kau lelah dan masuk kamar bersama-sama" ucap nya tersenyum goda.
An Chu Xia hanya menatap malas dan masih dengan tatapan sedih serta murung saat ini.