Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 36 ]


__ADS_3

Masih di dalam perhutanan, Di tengah perjalanan tersebut Yiu Shang tak sengaja melihat sebuah kediaman tempat penghuni yang begitu unik di pandang, tampaknya gadis itu bersumringah dan tak sabar untuk menginap di situ.


"Yess, akhirnya ternyata dihutan ini ada juga tempat penghunian ya, aku kira tidak ada" batin Yiu Shang.


"Lihat deh pungki, sebentar lagi kau pasti tidur dengan nyenyak di sana daripada harus tidur di dekat pohon-pohon" ucap Yiu Shang.


Tanpa berlama lagi, Yiu Shang pun bergerak cepat menuju villa kayu tersebut untuk merehatkan tubuhnya yang cukup penat berkeliling sepanjang hari.


Sesampainya di sana, Yiu Shang tampak tertegun melihat suasana itu dengan tenang, kenapa tidak? lingkungan disekitar nya terlihat rapi dan bersih. adapun sebuah pohon angrek yang merunduk terlihat anggun di pandang mata.


"Wah, berasa di kahyangan, gak jauh beda dengan tempat asal ku, tapi kira-kira ada orang tidak ya di dalam" gumam Yiu Shang.


Langkah nya bergerak menaiki tangga itu menuju ke pintu utama, lalu Yiu Shang mengketuk pintu itu perlahan agar pemilik rumah tersebut keluar dan berharap sekali untuk menginap di sana.


Akan tetapi, tampaknya tidak ada responan sosok pemilik rumah itu ketika dirinya sudah berulang kali di ketuk pintu. tak sengaja gagang pintu itu ia buka dan alhasil tidak terkunci.


"Hah, kok gak terkunci? apa jangan-jangan ini rumah, rumah ajaib? ah masa sih, tapi kalau benar tak ada penghuni ya sudah deh aku keburu letih" gumam nya.


Ya tanpa ragu lagi, Yiu Shang dengan nekat nya memasuki ke dalam tersebut bersama hewan yang kemana saja ia bawa.


Tak lama hal itu, Zhenglie baru saja sampai di area halaman tempat kediaman nya, setelah cukup puas untuk berkelana di sebuah hutan kini Zhenglie memutuskan untuk balik dan rasa kantuk nya udah menyerang pada dirinya.


Akan tetapi Zhenglie tak sengaja melihat ruangan villa nya terang di dalam ruangan nya, ia pun cukup heran padahal setelah pergi dari situ sudah mematikan ruangan dalam sebelum ia pergi dari sana.


"Lho, kok tiba-tiba hidup si lampu dalam? apa jangan-jangan ada maling" gumam Zhenglie, tentu saja ekspresi nya tergambarkan panik maka dari itu ia pun segera susul ke dalam itu.


...


"Tolong kalian cari marga dan juga koreksi identitas milik pekerja kebun baru itu, setelah sudah mengekploitasi jangan lupa kabari saya cepat"


"Baik yang mulia, kami segera laksanakan"


Seketika para pasukan gold itu kompak bubar dan segera ambil alih menuju keluar istana. sementara raja Fang kembali duduk di singgasana nya perlahan sembari menatap depan penuh memprihatinkan.


"Jika benar sesuai dengan dugaan mu, maka jangan harap kau bisa aman dari sini, Hongli" batin nya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja An Chu Xia menyusul ke singgasana nya dan menghampiri sang suaminya. Melihat istri tercintanya datang l, hal itu raut wajah raja Fang kini bersumringah dan memasang raut menggoda di hadapan istrinya.


"Sayang, kenapa keluar kamar? kamu udah mendingan kondisi tubuh kamu?" ucap raja Fang.


"Sudah, tapi aku ingin keluar kamar saja, karna bosan di dalam terus" ucap nya datar.


"Ya sudah, sini duduk di tempat pangkuan saya, pasti kamu mau kan dimanjain?" dengan senyuman miring.


"Tidak, aku ingin ke dapur untuk bantu-bantu pelayan di sana, agar rasa jenuh ku tidak terus-terusan"


Bukannya mendengar omongan sang istrinya, raja Fang menarik langsung tangan milik An Chu Xia dan otomatis tubuhnya terduduk di atas pangkuan suaminya.


"Hais, lepasin aku, raja! aku tak ingin seperti ini" jengkel An Chu Xia memberontak tubuhnya.


"Tidak, aku nyaman memeluk mu seperti ini" ucap nya.


Tidak ada pilihan lain, Kini An Chu Xia menuruti saja dengan raut wajah yang tertekan dan sedikit tak suka dengan hal itu. jujur, sampai detik ini Chu Xia masih belum bisa membuka hati nya untuk sang raja itu yang ada di pikiran nya hanya menunggu waktu untuk membalas perbuatannya.




Namun, Beliau berfikir kembali jika dirinya tak bekerja di sana ia tak bisa menemui sosok putri dari dekat. Demi kedaulatan dan juga amanah nya di istana perak ia tetap teguh dengan keputusan nya itu.


Hongli menghampi Choi sang tengah sibuk memanen tumbuhan di area perkebunan, dengan begitu Hongli terpaksa menganggu nya sebentar untuk mengatakan sesuatu dengan teman yang sering dekat dengan nya.


"Eh, Choi. Aku mau ngomong bentar nih sama kamu"


"Ah, iya ada apa Hong? kau dah siap kerjaan mu itu?" ucap Choi.


"Udah, tapi aku sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari sini"


"Lho, jadi kamu benar ingin ngundur diri? kan baru beberapa hari yang lalu kau kerja disini, lumayan lho gaji disini" ucap Choi sedikit tergoda, namun hal itu tak mempan bagi Hongli karna aslinya ia adalah seorang pengabdi di suatu Istana yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali putri nya sendiri.


"Ah, gampang itu mah, kan bisa cari kerja lain"

__ADS_1


"Ohh, jadi kau mau pamit nih?"


"Heem, oh ya aku harus pamit ke siapa"


"Ya coba aja dulu lapor ke prajurit entar dia samperin ke sang raja"


"Oke lah, makasih ya kau sudah mau jadi teman dekat selama beberapa hari" senyum nya.


"Yah santai aja, saya kan senang nambah teman lagi" membalas senyuman.


Tak lama itu, Hongli mengeluarkan sebuah benda asing berbentuk giok di tangan nya, reflek Choi menganga ketika melihat benda itu di tangan Hongli.


"Nih, buat kau"


"Eh, untuk apa?" heran Choi.


"Ya itung-itung buat kenangan dari saya, diterima ya" ucap Hongli.


"Tapi kau dapat ini darimana?"


"Ada deh, udah aman kok! halal no legal ini"


Choi pun masih tak percaya Hongli akan mengasih nya benda antik dengan nya, namun ia menepis pikiran yang negatif di kepalanya dan berasa senang apa yang diberikan dari Hongli.


...


Hongli tengah berhadapan dengan raja Fang, dengan begitu insting beliau semakin kuat dengan sisi kecurigaan nya mengapa seorang pekerja baru itu meminta mengundurkan diri secara tiba-tiba.


"Apa membuat mu mengundurkan diri dari sini? apa gajinya kurang memuaskan?"


"Tidak raja, aku berencana untuk bermigrasi ke suatu kota, karna ada urusan keluarga dari sana"


"Oh begitu" lalu raja Fang mengeluarkan seamplop dan tampak berisi tebal di dalam amplop tersebut.


"Nih gaji mu perhari, selebihnya bonus"

__ADS_1


Hongli pun terima-terima saja, karna tak mungkin juga ditolak jika memang rezeki itu untuk nya.


__ADS_2