
Sang raja cukup gelisah sembari mondar-mandir di singgasana nya. seorang panglima kebetulan ia lewat dan tak sengaja melihat rajanya terlihat bingung seperti itu, hal itu Chen Farzan berinisiatif menghampiri raja nya dan menanyainya dengan raut kegelisahan nya.
"Maaf yang mulia, hamba tak sengaja melihat yang mulia mondar-mandir seperti itu, memangnya ada masalah lagi kah, yang mulia?" tanya Chen Farzan.
"Tidak, saya hanya heran saja mengapa istri muda ku terlihat emosian ketika habis berhubungan badan dengan nya"
Chen Farzan mendengarnya sedikit malu dan menahan tawa agar raja nya tak curiga dengan ekspresi nya.
"Ehmm... maaf yang mulia, kirain ada apa. mungkin saja istri yang mulia lagi menstruasi" ujar Chen Farzan.
"Hmm..mungkin, tapi dia tidak mengalami itu, apakah ada gejala lain?"
Chen Farzan hanya mengulum senyuman tepat di hadapan raja nya, melihat panglima ekspresi seperti itu ia sedikit heran.
"Kenapa kau senyum-senyum?" ngernyit dahinya.
"Ah maaf raja, kemungkinan besar bisa jadi istri yang mulia sedang mengandung anak dan maka dari itu efek hormon nya sedang aktif"
Mendengar perkataan panglima nya cukup masuk akal hal itu, beliau pun mengangguk-angguk pelan lalu menoleh ke panglima nya.
"Benar, apa mungkin istri ku sedang hamil?" ucap nya.
"Betul yang mulia, jika ingin mengecek lebih lanjut ada baiknya jika memanggil tabib ke istana ini"
"Iya, laksanakan lah itu, suruh dia datang kesini untuk mengecek kandungan istriku"
Lalu Chen Farzan pun menunduk sekilas lalu segera berbalik arah menghampiri ke sang prajurit untuk memanggil tabib itu di sebuah desa.
...
Sesuai perintah dari raja Fang, kini seorang tabib ahli persalinan anak yang terkenal profesi di satu desa itu, beliau datang seorang diri dan di Kawali oleh panglima.
Raja Fang baru saja keluar dari kamar, beliau pun berpasasan dengan mereka.
"Salam hormat dengan anda, tabib. saya ikut senang jika kau mau berdatang ke istana ini"
"Tak perlu sungkan raja, akulah yang patut segan disini, dan baru kali aku di panggil di istana ini"
"Ya sudah, mari saya antar ke tempat istri saya" ucap raja Fang.
An Chu Xia masih keadaan tidak mood dan tengah berbaring di atas ranjang, ia melirik siapa yang datang dari pintu itu, namun ia cukup kaget bahwa ada orang asing masuk ke kamar itu. reflek An Chu Xia bangkit dan melebarkan matanya.
__ADS_1
" Ada apa ini? kenapa kau bawa orang asing kesini?" ucap An Chu Xia ketus.
"Sabar lah sayang, aku tau kamu lagi ngefek karena kandungan perut mu, maka dari itu aku undang tabib untuk mengecek kandungan anak kita"
Sontak An Chu Xia kaget apa yang dikatakan raja itu, ia sejenak berpikir apakah secepat itu ia membuahi hasil setelah beberapa hari yang lalu.
"Iya nyonya, maaf jika kehadiran saya membuat nyonya tidak mengenakkan, tapi saya di suruh untuk mengecek kandungan nyonya" ucap tabib.
Tak butuh beberapa lama, tabib pun menghampiri An Chu Xia dengan membawa alat di tas nya.
Setelah beberapa menit di periksa, kabar yang disampaikan oleh tabib itu cukup senang mendengar nya, Ya untuk saat ini An Chu Xia tengah mengandung dalam 7 hari.
Begitupun dengan raja Fang beliau sangat senang dan inilah penantian yang beliau nanti-nanti ketika menikahi oleh gadis itu.
"Akhirnya generasi keturunan gold akan secara lahir, aku jadi lega hal itu" batin nya sembari tersenyum tipis.
•
•
•
Pagi harinya, belum memasuki jam 7 pagi namun seorang kaisar tak lain ialah Seorang Zhenglie ingin mendatangi kembali ke istana perak, sudah beberapa hari ia tak bermampir dan tidak ada kabar dari paman itu.
"Siapa kau? mau apa datang kesini?" ucap Gulson, para sekutu belanda.
Zhenglie tampak heran dan kaget, mengapa ada penjaga asing di istana perak itu, padahal sebelumnya tidak ada orang asing seperti itu di sana.
"Mereka siapa? mengapa segitu menghalangi ku masuk kesini" batin Zhenglie.
"Maaf, kalian ini yang siapa? saya sudah hampir tiap hari mengunjungi di istana ini"
Namun yang tadi dikepung rapat kini mulai merenggang setelah mendengar jawaban dari Zhenglie.
"Oh, mau ketemu siapa?"
"Tuan Weiheng"
"Ya saya, kau Zhenglie? mengapa cepat sekali datang kesini, ada apa gerangan?" ucap Weiheng tersenyum tipis, tiba-tiba muncul dari sana, sontak para sekutu melebarkan jalan agar bisa melewati oleh Weiheng.
Zhenglie bergerak menghampiri Weiheng lalu memberi salam hormat dengan nya.
__ADS_1
"Eee, tuan! aku datang pagi-pagi biar nantinya tidak susah payah jika tuan tidak ada di istana ini"
"Oh ya, memangnya ada apa Zhenglie, ada kabar apa?"
"Ee, tidak ada tuan, saya cuman mastiin aja dengan kabar dan juga informasi dengan putri anda"
Weiheng mendengar nya sedikit terkekeh lalu menepuk pundak Zhenglie.
"Kau tenang saja, aku sudah mendapati informasi tentang putri Chu Xia, hanya saja aku tak tau bagaimana membebaskan Chu Xia di kerajaan itu" ucap Weiheng dengan raut sedih.
"Ah, kalau begitu aku juga ikut tuan, biar aku memikirkan cara untuk membebasi putri Chu Xia di sana"
Weiheng sedikit tercengang lalu berkata "Tak usah, kau jangan ikut urusan ku, biar kan aku saja mengurusi ini semua"
Zhenglie hanya terdiam saja, tampak dirinya berpikir keras untuk bisa membantu putri perak itu agar kembali ke istana ini.
"Aku harus bantu tuan Weiheng, biar gimanapun juga tuan Weiheng sudah berjasa ketika aku berlatih dengan nya" gumam Zhenglie.
•
•
•
Para pelayan 2 orang memberanikan masuk ke kamar An Chu Xia yang kini terbaring dan tidak tidur.
"Salam Nyonya, kami diperintahkan dari raja Fang untuk mengawali nyonya sampai anak di kandungan nyonya sampai lahir"
An Chu Xia menoleh kedua pelayan itu dan ia pun segera bangkit dan bersandar di tepi ranjang.
"Oh begitu, tapi kenapa buah-buahan? saya maunya bakpao"
Sontak kedua pelayan itu melebarkan matanya ketika nyonya nya meminta hal lain bukan buah-buahan yang mereka bawa.
...
Raja Fang berjalan dan berpapasan dengan kedua pelayan yang diamanahkan untuk dikawali oleh istrinya, melihat mereka keluar sembari berjalan tergesa-gesa hal itu raja Fang terpaksa menahan mereka dan menanyainya.
"Ada apa ini? kenapa kalian cepat sekali keluar dari kamar istri saya?"
"Eh, maaf raja, ternyata yang kami bawa ini tak sesuai selera dari nyonya Chu Xia, yang di inginkan nyonya ialah bakpao"
__ADS_1
"Hah? Bakso?" heran raja Fang.
Bagaimana mungkin selera istrinya memilih-milih, namun untunglah di dalam kerajaan tersebut menyewa beberapa pelayan dapur dengan berbagai masakan yang mereka kuasai, walaupun tak sebentar itu untuk menyajikan makanan.