Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 29 ]


__ADS_3

Kedatangan ratu Erlina yang asal Belanda itu beserta tamu baru bernama Jackson di sambuti oleh seorang panglima alias Weng Qi tepat di depan aula istana. Senyuman hambar di raut Erlina begitu tak mengesankan baginya di saat beliau datang lagi kesana. Sedangkan jackson hanya berekpresi netral terhadap panglima itu.


Weng Qi menunduk sekilas sebagai rasa hormat kepada tamuan itu lalu mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam istana.


“Dimana tuan mu itu?” ucap nyonya Erlina. to the point.


“Tuan kami sedang ada urusan tiap hari nyonya, hanya dapat waktu malam saja dia ada disini” ucap Weng Qi.


Ekspresi di raut wajah Erlina sudah ditebak, beliau sudah menduga bahwa Weiheng tidak menetap di istana itu.


“Sebenarnya ada urusan apa dia, sampai-sampai istana ditinggalkan begitu aja”


“Maaf nyonya, masalah itu kami tak sembarang orang untuk diperjelaskan tanpa ada tuan disini”


“hengh? Tak sembarang orang? Jadi aku anggap apa, memang tak beres di istana ini, pantas saja dugaan ku selama ini benar” batin Erlina.


“Eee... ngomong-ngomong, ini siapa nyonya?” sambungnya.


Jackson hanya mendiam saja daritadi, ia pun speak up dihadapan Weng Qi,


“Aku Jackson, saudara damai dengan ratu Erlina”


“Ya, dia juga raja satu negeri dengan ku, dan di bagi dua dengan nya” senyum tipis.


Weng Qi pun hanya mengangguk pelan, lalu lanjut dengan topik lainnya.


...


Cong Da masih berpikir sejenak setelah diajuin permohonan dari muridnya bernama Jing Yi, memang selama ia mengajar belum ada mengadakan lomba wushu antardesa.


“Bolehlah guru, ini juga menguji kemampuan kita sampai dimana, kan seru tu kalau ngadain lomba wushu di stadion desa pasti banyak minat apalagi desa kita hampir semua penduduk mengikut ilmu kungfu itu” rujuk Jing Yi.


Cong Da pun sedikit tertarik dari perkataan Jing Yi barusan, ia tampaknya mulai setuju dengan permintaan sang muridnya.


“Baiklah, saya akan ngadaian lomba wushu itu, nanti saya kabarin kalian” ucap Cong Da.


Lalu Jing Yi bersumringah dan memberi tosan kepada Zhenglie disampingnya.


Di sore hari, seorang wanita bergaun panjang tebal berjenis hanfu tengah mengembara di sebuah hutan yang lebat itu, bersama hewan yang ia pegang saat ini.

__ADS_1


“Waw, suasana nya menyegarkan sekali”


Suara gresak grusuk di semak sana, membuat lirikan mata gadis itu menyorot tajam ke titik sumber suara itu. Ia menemukan seekor rusa tengah berlari dan bersembunyi di balik itu, senyuman licik di bibir wanita itu sangat menyeringai melihat hewan yang diincari tepat di depan matanya.


“Pungki, kau berdiamlah disini, aku akan segera kembali” setelah menurunkan kucing itu ke tanah, lalu wanita tersebut berambisi untuk menangkap hewan liar itu dengan pemanah miliknya yang tiba-tiba muncul di tangannya.


“Kau tetaplah diam disana, aku ingin memanah di tubuh mu”


Sssssslupppp....


Ya tepat di sasaran nya, anak panah itu melesat di bagian perut rusa, sehingga hewan itu terjatuh pental tak berdaya. Wanita itu dengan cepat menghampiri hewan targetan nya dan merancang untuk memisahkan daging dengan tulang.


Kesusulan seekor kucing itu sangat tajam Indra penciuman ketika daging itu berada di depannya. wanita itu tengah mengoyak daging rusa itu cukup kaget kemunculan kucingnya di samping nya.


"Pungki, kau mengagetkan ku saja, kau mau juga?" tersenyum miring.


Pungki hanya mengeong saja tanpa berlama lagi kucing itu menyambar cepat daging di cakaran nya. sementara wanita itu hanya menggeleng kepalanya melihat hewan itu tak sabar memakan daging hasil buruannya.


...


Pergantian sore akan segera tiba malam hari, namun seorang Hongli alias Weiheng masih berada di istana gold ia tampaknya sudah berambisius untuk melakukan sesuatu di sana. ia berpura -pura untuk mengantarkan nampan yang tadi jatah kerja di sebuah meja.


"Kau ingin mengantarkan ini ke dalam? biar aku saja dan menyuruh pelayan yang bekerja" ujar Chen Farzan.


"Ee... tidak apa panglima, untuk kali ini biar saya aja menaruh ini ke dalam, itung-itung sudah mau menerima saya kerja disini" ucap Hongli.


Chen Farzan hanya diam saja tampak ia mengizinkan pria itu untuk menaruh nampak di belakang.


Hongli bergegas menuju ke dapur istana, tetapi jarak menuju itu cukup jauh dan memakan waktu sekitar 10 menit.


Di saat berada di dalam ia bertemu langsung dengan seorang wanita tak lain ialah An Chu Xia di sana, ia tengah menuju ke dapur untuk mengambil segelas air putih di atas meja. Hongli sangat senang dan ingin rasanya menghampiri langsung.


"Chu Xia"


Baru saja wanita itu hendak pergi namun langkah berhenti di saat namanya di panggil, lalu ia menoleh cepat dan cukup kaget ketika pria tua itu berada di dapur itu.


"Pak Hongli? mengapa kau sampai bisa disini?"


Hongli melihat situasi di sekitar nya, memang untuk saat ini kondisi itu tengah sepi dan hanya mereka berdua kah di sana.

__ADS_1


"Chu Xia, kau tak mengenal ku lebih jelas?"


"Maksud bapak apa ya? saya tak paham" heran An Chu Xia.


"Ee... saya-"


Namun naasnya seorang pelayan datang menghampiri majikannya.


"Nyonya, ternyata anda di sini,mari kita ke jalan-jalan di luar istana, kami diperintahkan dari raja untuk membawa nyonya untuk berhealing di keliling taman"


Namun pandangan An Chu Xia masih melirik ke arah pria itu.


"Aduh,mengapa aku sangat sulit sekali untuk mendekati Chu Xia" batin Hongli.


"Eh, bentar ya. aku masih mengobrol dengan bapak itu" lalu di angguki oleh pelayan tersebut.


An Chu Xia berjalan mendekati pria itu dengan seksama ia tampaknya juga memiliki firasat aneh ketika mengamati dengan pria tersebut.


"Tadi bapak ngomong apa ya?" ucap An Chu Xia.


"Eee.. saya..." ucap Hongli terpotong karna tiba-tiba sosok tersebut muncul di hadapan mereka.


"Ada apa ini"


Sontak Hongli, An Chu Xia serta pelayan itu menoleh ke sumber suara.


Ya rupanya ialah sosok raja Fang muncul dan melirik ke arah Hongli yang kini berada di sana.


"Heh, siapa menyuruh mu masuk sampai kesini?" ucap raja Fang tegas.


"Eh, sa-saya hanya meletakkan nampan ini ke dapur, raja. maaf jika saya lancang" ucap Hongli.


"Sudahlah raja, biarin saja dia masuk jangan bertindak keras begitu ke dia" ucap An Chu Xia.


"Ya tapi kan tak sembarang begitu aja, lain kali jangan pernah masuk tanpa seizin ku, paham?" ucap raja Fang.


"Iya maaf raja, kalau begitu saja pamit dulu"


Lalu pria bernama Hongli pun bergegas pergi dari situ agar tidak semakin runyam masalahnya dengan raja itu.

__ADS_1


__ADS_2