Silver Gold Queen

Silver Gold Queen
SGQ [ Episode 23 ]


__ADS_3

Di dalam istana perak, Weiheng memasuki ke ruangan sang penulis dimana peninggalan prasejarah yang menjadi museum dari raja Ghuo Liu alias Ayah sang putri An Chu Xia.


"Maafkan diriku raja, entah manusia macam apa aku tak bisa menjaga putri mu dengan baik, aku sungguh bodoh dan tak pantas menjadi paman yang baik untuk nya" gumam Weiheng menatap foto wajah Ghuo bersama istrinya di sana dengan tatapan sendu.


Weiheng kini sungguh merindukan suasana damai dan tentram seperti dulu, berbeda dengan yang sekarang, sementara keturunan darah daging dari istana perak alias An Chu Xia telah hilang jejak di dalam Istana, dan entah siapa lagi yang akan menguasai istana perak tersebut.


Namun tak begitu luntur di semangat jiwa nya itu, beliau tetap kekeuh untuk menyelamatkan sang putri nya dan menyingkirkan raja gold yang kini ada di tangannya.


"Aku harus bisa, biar bagaimanapun juga seorang putri An Chu Xia asal istana perak harus berada dan menjadi ratu di istana perak di sini" batin Weiheng menatap intens ke bingkai foto itu


Tak lama itu, di sisi cahaya terang yang ada di antara rak buku yang cukup banyak itu, pandangan Weiheng mengalihkan ke sudut lemari yang berisi deretan buku yang sungguh banyak di sana.


Beliau melangkah perlahan dan mendekati cahaya aneh yang sedikit menerang lalu seketika redup beberapa detik kemudian.


Terdapat sebuah buku lumayan besar tampak kuno yang sedikit berdebu di area cover itu. perlahan jari-jemari nya membuka isi kembaran itu di dalam nya.


Sllluurssss....


Mata nya membelalak lebar setelah membaca tulisan di dalam buku besar dan tebal itu.


...


Pagi yang cerah ini, An Chu Xia kembali bangun dan bangkit dari tempat tidur itu, ia melirik ke samping diri nya berupa sang raja tengah tertidur pulas yang telah menjadi suami dari keluarga gold itu, ia pun kini masih tak menyangka bahwa dirinya sudah bagian hidup dari keluarga gold.


"Cepat atau lambat, aku akan segera kembali ke asal ku, maafkan saya raja, sampai saat ini aku belum bisa menerima cinta mu dengan tulus"


Lalu wanita yang telah resmi jadi istri dari gold tersebut, ia pun bergegas menuju ke kamar mandi.




"Maksudmu, seekor kucing itu kembali kesini lagi?"


"Iya benar, tapi itu masih dugaan ku karna aku hanya sempat melihat bayangan di tembok istana!"

__ADS_1


Melihat perdebatan yang cukup serius antara prajurit di area permulaan istana, namun tiba-tiba seorang panglima muncul seraya berjalan mendengar percakapan sang prajurit itu.


"Ada apa ini?" ucap Chen Farzan mendekati di antara prajurit itu.


"Salam hormat, Raden! ini, si Fei Xi memberitahu ke kita bahwa ada kejadian aneh datang di area istana ini, Raden!" ujar Weng Qi.


"Apa? dalam perkara apa itu?" heran Chen Farzan.


"Ada sesuatu hal yang aneh dan mengira ada bayangan hewan muncul tepat di dinding belakang sana, Raden! tapi ini tak 100% apakah itu benar-benar seekor hewan apa tidak" ujar nya


"Hufft... mengapa selalu ada pendatang asing aneh di istana gold, ini tak bisa semena-mena dalam hal kecil, kita harus melapor kembali dan berdiskusi lagi dengan sang raja!" ujar panglima.


Para prajurit itu mengangguk cepat dengan tanda setuju dari panglima nya.


•••


Matahari terbit sebelah timur kini telah naik sepertiga senti, sang pegawai kebun baru tak lain ialah Hongli alias Weiheng kembali muncul di istana gold, beliau berpenampilan sebisa mungkin untuk menyamar sebagai warga desa-an.


Para penjaga prajurit itu mempersilahkan pegawai kebun baru itu masuk melewati gerbang tersebut.


"Chu Xia, untuk saat ini semoga kita bisa ketemu dalam keadaan beda status, aku harap kita bertemu dengan atas izin takdir" gumam Hongli.


"Chu Xia..." gumam Hongli, terhenti sejenak aktifitas sedang mencabut rumput yang tak jauh dari situ.


"Para prajurit semua! berkumpul lah segera di halaman ku!" tegas raja Fang tengah berdiri bersama istrinya di permulaan aula, seketika segerombolan prajurit itu berdiri tegap tepat di hadapan raja dan juga isterinya.


"Salam, yang mulia! kami sudah hadir dalam jumlah lengkap" tegas Weng Qi.


"Aku mau bertanya sama kalian semua, apakah di antara kalian tidak menemukan sela-sela kecurigaan kejadian kemarin, baru saja saya mendapat kabar dari panglima Chen Farzan bahwa ada sesuatu yang tak beres di istana ini!" tegas raja Fang menatap ke seluruh prajurit itu.


"Benar, yang mulia! tapi ini masih dugaan saya sahaja, tapi saya juga ingin was-was untuk kedepan nya, yang mulia"


"Kurang kerjaan, aku harus memasang alat spritual klan gold detik nanti dan tidak ada makhluk asing yang bisa memasuki area istana ini!" tegas raja Fang dengan tatapan menegangkan di pandang mereka.


"Ide yang menarik dan bagus yang mulia, seperti nya kita harus memiliki kekuatan penghalang agar tidak bisa orang-orang melewati batas tanpa sepengetahuan di antara kita" ujar Weng Qi.

__ADS_1


Sontak Hongli terdengar syok apa yang baru mereka katakan barusan, beliau tak habis pikir sesuatu apa yang menyusup di balik itu semua.


"Ini kira-kira siapa ya, jika orang tidak mungkin, apa jangan-jangan seekor kucing?" batin Hongli, tengah asik pelongo ke arah mereka, sehingga salah satu pekerja kebun itu menghampiri ke Hongli.


"Hey, Hongli!" tegur Xi meo.


Tentu saja Hongli reflek terkejut dan menoleh ke belakang.


"Hais, kau ini mengangetkan ku, Xi meo!" ucap Hongli mengelus dadanya.


"Ah maaf, ngomong-ngomong mengapa kau begitu serius mendengar rapatan mereka? bukan kah kita tak perlu mendengar hal yang bukan urusan kita?" ucap Xi meo.


"Hais, kau ini sama saja ingin tahu, saya kan suka nguping pembicaraan orang" ujar Hongli.


"Dasar kau ini, sudah lah jangan ikut urusan mereka, status kita sekarang itu sebagai pegawai kebun bukan prajurit atau sang panglima!" ujar Xi meo.


Karna tak ingin menjadi bahan kecurigaan pada dirinya, Hongli hanya menurut saja dan kembali fokus dengan pekerjaan nya.


"Seperti nya aku harus bersabar dan tak ingin jika orang lain curiga dengan ku" gumam Hongli.




Setelah rapat itu telah selesai, kini tinggal lah sang raja dan juga An Chu Xia masih berdiri di tengah sana.


"Yang mulia, mengapa kau terlalu amatir perkara hal yang mencurigakan itu? siapa tau itu seekor cicak atau musang" ucap An Chu Xia menatap suaminya penuh intens.


Raja Fang kini menoleh ke wajah istrinya yang begitu menggoda lalu ia pun menarik dagu nya perlahan.


"Kau lupa, punya hewan pemeliharaan? hm? dan kenapa kau tidak begitu panik jika hewan mu hilang dari sini?" ucap raja Fang smrik.


An Chu Xia merasa risih di sentuh oleh raja nya, ia pun segera menepis cepat dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kau pikir aku tidak panik, tapi apa boleh buat jika ujung-ujungnya kau mengancam hewan itu bersangkutan dengan kematian nya" ucap An Chu Xia sembari menatap lain.

__ADS_1


Lalu raja Fang perlahan mendekati wajah istri kecil nya dengan senyuman smrik sembari menarik kembali dagu istrinya tepat di wajah nya.


"Good, ini baru istri pengertian" ucap raja Fang dengan gerak-gerik bola matanya menggoda istrinya.


__ADS_2