
Zhenglie membelalakan matanya dan cukup kaget setelah melihat acara itu lebih dekat, pandangan matanya melihat samar-samar seperti mirip putri istana perak.
"Gak, itu gak mungkin kan putri Chu Xia? Ini mungkin salah pandang saya aja, pasti wanita itu mirip dengan putri Chu Xia, saya tidak boleh gegabah begini" batin Zhenglie, di tengah keramaian sedang asik berpesta riah di sana.
Sebelumnya Zhenglie memang belum tahu betul mengenali di kerajaan Gold dan juga Weiheng belum pernah kasih tau soal itu tentang kerajaan ini.
Salah satu prajurit itu tak sengaja melihat seseorang yang cukup aneh memandang ke depan, Oleh karena itu prajurit itu pun mencoba menghampiri dan menegurnya.
"Maaf, anda kenapa bereaksi seperti itu? jangan pernah anda berbuat aneh disini" ujar prajurit itu, lalu Zhenglie pun sedikit kaget kemunculan prajurit itu di dekatnya.
"Ah, tidak kok, anda tenang saja saya mah orang baik-baik, dan juga bahagia melihat pasangan mereka yang sangat serasi dan cocok" ucap Zhenglie dengan senyuman manis.
"Oh, bagus lah, maaf jika kelancangan saya membuat anda terganggu tadi" ujar nya.
"Ah tidak apa-apa"
...
Setelah pesta meriah itu sudah selesai, para undangan serta kunjungan dari pejabat asing tersebut mengakhiri dan meminta pamit mengundurkan diri di sana.
Zhenglie yang masih menetap disana iapun masih penasaran dan mencoba mendekati pengantin wanita itu.
Namun sayangnya sudah di dahului oleh suaminya itu untuk menuntun beranjak dari situ.
"Ah, Aduh pengantin nya malah bubar..." sedikit kecewa pada diri Zhenglie, lalu seorang pelayan yang ada di sana menghampiri pria yang masih berdiri sendiri di situ.
"Eh permisi, anda ada keperluan apa? ada yang bisa saya bantu?" ucap nya.
Zhenglie menoleh ke pelayan yang cukup tertarik memandangi nya.
"Ya ampun... pelayan nya saja cakep, tak salah jika bekerja di sini" batin Zhenglie terlamun
Hal itu Pelayan tersebut merasa heran dan mencoba lagi untuk melambaikan tangan nya di matanya.
"Loh? hello? kok melamun sih?"
"Eh, maaf, oh ya saya mau nanya boleh?" ucap Zhenglie.
"Ya tanya aja den, saya siap menjawab nya jika tahu" ucap nya.
__ADS_1
"Eee... jadi begini, nama pengantin wanita tadi itu siapa ya?" tanya Zhenglie dengan wajah penasaran.
"Ohh si nyonya Gold, iya namanya-"
"Xexe!" lantang suara berat yang di sana, sontak Zhenglie serta pelayan satu itu menoleh ke sumber suara.
Reflek pelayan bernama Xexe itu menunduk dan memberi rasa hormat di saat atasan nya berada dengannya.
Zhenglie pun hanya menatap heran dan berdiam saja tanpa bergerak hormat seperti pelayan itu.
"Ah iya, den panglima? ada apa?" ucap Xexe.
"Cepat kau kerjakan hal lain, sang raja ingin membuat minuman hangat hari ini" ujar Chen Farzan, lalu pelayan itu melirik ke Zhenglie dengan tatapan pamit tanpa berkata-kata.
Sementara Chen Farzan kini mengalihkan pandangannya ke sosok pria itu di dekat nya yang cukup mencurigakan.
"Siapa kau? dan tahu darimana jika istana ini ada perpestaan?" tanya Chen Farzan.
"Aku Zhenglie, dan saya tak sengaja melihat acara ini di tengah jalan maka dari itu aku ingin kemari" ucap Zhenglie.
"Apa? jadi kenapa bisa dia masuk tanpa curiga dari prajurit itu? apa dia benar-benar licik?" batin Chen Farzan, terdiam.
"Jika orang lain bisa kesini kenapa aku tidak? lagian acara istana itu bukan nya bersifat publik ya? jadi tidak ada salahnya jika saya kesini?" ucap Zhenglie tak kalah dengan tatapan smrik di hadapan pria itu.
"Oh sudah berani savage ternyata hm... sudahlah! saya tak ingin berbahas konyol tak jelas seperti mu, lebih baik balik lah dan tunggu apalagi kau disini?" ucap Chen Farzan.
"Kalau aku nanya ini ke orang itu, pasti dia makin curiga, mending saya urungi saja penasaran si pengantin wanita itu..." batin Zhenglie.
•••
Weiheng tengah mondar-mandir di lantai dasar istana itu dan kini beranjak di sebuah balkon yang cukup luas agar tidak suntuk di dalam pikiran nya, sudah hampir seharian belum ada kedatangan kaisar itu alias Zhenglie tiba di istana nya.
"Hm... kemana ya Zhenglie? kenapa aku sedikit khawatir dengan nya? apa dia baik-baik saja di sana?" batin Weiheng.
Salah satu pelayan yang ada di sana, menghampiri tuan nya yang sedang bolak-balik di atas balkon itu dengan membawakan senampan berisi gelas untuk diberikan oleh tuan nya itu.
"Tuan, anda daritadi jarang minum, jadi minum lah dulu agar tuan bisa rileks lagi" ujar pelayan itu cukup perhatian.
"Ya terimakasih, tapi aku tidak haus sekarang" ucap nya, yang kini menatap ke langit penuh menghayati.
__ADS_1
"Baiklah tuan, tapi jangan lupa rutin minum biar tidak tegang nantinya"
Weiheng melirik sekilas lalu tersenyum.
"Melihat perhatian nya, aku jadi rindu istri dan anak ku di surga..." batin nya tersenyum arti di raut wajahnya.
Setelah setengah jam kemudian, Zhenglie akhirnya sudah berada di permukaan istana, melihat itu Weiheng segera turun dan segera menghampiri nya.
"Maaf tuan, saya telat memberi kabar dengan anda" ucap Zhenglie.
"Tidak apa, Apakah kau baik-baik saja?" ucap Weiheng.
"Aku baik-baik saja tuan, tapi tadi ada sedikit janggal di perjalanan tadi maka itulah aku agak telat tiba disini, tuan" ucap Zhenglie.
Hal itu Weiheng tampak penasaran berat yang dikatakan oleh Kaisar tersebut.
"Apa itu? katakan lah" ucap Weiheng.
"Apa aku gak izinin duduk santai dulu tuan, hehehe" kekeh Zhenglie, hal itu Weiheng merasa tak enak dan akhirnya juga terkekeh dengan nya.
"Oh iya, maaf Zhenglie! saya jadi lupa haha, ya udah mari kita ke atas saja biar rileks"
"Tidak usah serius paman, saya bercanda" senyum Zhenglie.
Akhirnya mereka pun berjalan menuju ke atas balkon.
Setelah ditemani minuman serta makanan ringan di sana, akhirnya Zhenglie kembali berbincang mengenai info yang ia dapat di perjalanan tadi.
"Jadi begini, tuan, saya tak sengaja melihat kerajaan yang begitu ramai dan meriah di sana, terus ketika saya lolos masuk, saya cukup kaget melihat pengantin wanita itu mirip sekali dengan putri Chu Xia" ucap Zhenglie.
Sontak Weiheng kaget setelah mendengar bincangan dari Zhenglie.
"Apa? Kerajaan apa itu Zhenglie? " reflek Weiheng bernada tegas serta panik jika benar itu putri nya.
"Kerajaan Gold, tuan" ucap Zhenglie.
Deg
Weiheng tak habis pikir, sejak tempo hari lalu, sang putri nya dikabarkan lolos melarikan diri dari kerajaan gold tersebut, namun apakah kali ini benar jika putri nya itu kembali ada di sana? begitu lah lamunan Weiheng saat ini.
__ADS_1