
5 Hari kemudian...
Pertandingan lomba wushu antardesa kini mulai terlaksanakan, para peserta untuk mengikuti lomba itu cukup banyak sehingga waktu persesi di bagi tiap waktu.
Di sisi itu, Sang gadis yang menanti-nanti untuk menunggu giliran nya duduk di tepat para penonton. ia hanya tersenyum renyah sembari berantusias untuk tak sabar mengikuti dengan kekuatan miliknya.
Tak lupa ia membawa seekor kucing di pangkuan nya dan berbicara sendiri di tengah keramaian itu.
"Eh pungki, kau harus doakan aku ya semoga aku bisa ngalahin mereka semua dan dapat hadiah deh, nanti klo hadiah whiskas kan mayan tuh buat kamu" ucap nya sembari mencolek hidup kucing itu.
Sementara di samping nya memerhatikan nya dan merasa heran dengan tingkah gadis itu. hal itu sang gadis itu merasa di perhatiin ia pun menoleh ke samoing.
"Ngapain kau tengok aku?"
"Aneh, kok bicara saam kucing gak ada teman ya?" ledek nya tersenyum miring.
"Biarin! urusan kau apa?"
Namun orang itu pun menggeleng kepalanya saja lalu fokus ke arah kedepan.
...
Waktu demi waktu terus berjalan, dan kini peserta wushu urut 17 sudah di lalui dan selanjutnya ialah giliran urut 18 yang akan di panggil oleh pandu.
"Baiklah, cukup lama acara ini berjalan lancar dan ilmu-ilmu yang kalian tunjukan sangat luar biasa, sebelum di lanjut mari kita tepuk tangan dulu!"
prok... prok... prok...
"Oke, langsung saja, peserta urut 18 dan 19 yakni..... Zhenglie vs ... Yiu Shang!!!"
prok.... prok... prok...
Sontak Zhenglie terkejut mendengar lawan nya ialah seorang wanita yang akan di taruhkan.
"Hah, kenapa harus dapat wanita sih yang ku taruhin?" batin Zhenglie.
Karna tak ingin menunggu lama dari para nonton itu, Zhenglie pun bergegas bangkit dari tempat duduk nya menuju ke arah panggung.
Sementara itu, wanita bernama Yiu Shang sudah tiba di atas panggung sembari menunggu kesusulan pria itu tiba di panggung.
"Oh, jadi pria itu yang harus ku taruhin? hm menarik sih" batin nya.
...
Chen Farzan telah menemui daun sirih di dalam hutan, walaupun cukup rumit untuk mengambil nya dengan penuh susah payah namun ia tak begitu memberatkan baginya demi perintah oleh sang raja untuk istrinya yang sedang sakit.
"Raden! Kita sudah dapat cukup banyak di sudut sana" ucap Qing. salah prajurit.
__ADS_1
"Bagus, ya sudah kita segera balik sebelum raja menunggu terlalu lama" ucap Chen Farzan.
Ketika mereka hendak untuk balik, tiba-tiba ada anak panahan melesat di antara mereka, namun dengan kurang jeli nya, salah satu prajurit itu kena di bagian tulang selangka nya.
"Akhhhh..."
Chen Farzan sontak kaget dan menoleh ke salah prajurit itu.
"Qeng Li..." pekik panglima.
Ya seluruh pasukan itu membantu teman nya untuk bangkit dan meletakkan kepalanya di salah tumpuan paha.
"Sialan, siapa itu. Woi keluar dari tempat persembunyian itu!" teriak Chen Farzan.
Namun tak lama kemudian muncul lah seorang pendekar itu dan melayang dan mendarat tepat di hadapan mereka.
Ia pun hanya tersenyum tipis, lalu berkata.
"Siapa kalian? jangan pernah mencari gara-gara di wilayah ku ini"
"Oh jadi kau penghuni di sini? kami hanya ingin mencari daun sirih untuk istri raja kami, itu saja"
"Ohh begitu, maaf saya begitu lancang tadi"
"Lalu bagaimana dengan prajurit ku? dia terkena dari serangan mu itu" ucap Chen Farzan.
Lalu sang pendekar itu pun bergerak maju mendekati prajurit satu itu yang tergeletak di tanah. dan perlahan telapak tangan kanan nya bereaksi menghadap ke arah luka yang ada di tubuh nya.
...
Detik-detik final di antara Zhenglie dan Yiu Shang itu. waktu yang di paka saat ini hampir mendekati waktu finish, namun sayangnya sampai saat ini masih belum ada yang terkalahkan di antara nya.
Yiu Shang merancang cepat dengan cara menepuk pundak pria itu dan dengan cepat kaki nya mengelakkan betis pria tersebut dan otomatis pria itu kewalahan dan tumbang ke panggung itu.
Prok... prok...prok...
"Kau sudah mau menyerah?" ucap Yui Shang.
"Untuk apa aku menyerah aku hanya kewalahan melihat teknik aneh mu yang sebelumnya belum pernah guru-guru di sini latihan dengan cara itu!"
"Hm.. begitu? tapi kau kalah kali ini, lihat tuh waktunya sudah habis dan para penonton pun bertepuk tangan" ucap Yui smrik.
Lalu Pembawa acara itu menghampiri mereka berdua dan menyampaikan bahwa pertandingan di antara nya telah finish.
"Saudara Zheng dan juga Saudari Yiu, waktu pertandingan kalian sudah habis, dan ikut babak final selanjutnya ialah, Yiu Shang!"
Prok ...prok...prok..
__ADS_1
"Siapa wanita ini, seperti nya ada keturunan spekulatif pada tubuh wanita itu"
Karna waktu berjalan terus, mereka pun segera turun dari panggung dan menyaksikan kembali dengan babak selanjutnya.
•
•
•
Di tengah perjalanan pulang, Setelah dirinya merasa kalah dalam pertandingan itu, Zhenglie masih kepikiran dengan wanita muda itu yang tampaknya memiliki aura cukup berbeda dengan wanita biasanya.
Pria yang ada di sampingnya yang kini menemani untuk pulang balik, bernama Jing Yi itu menatap heran dengan ekspresi Zhenglie saat ini, mungkin Jing Yi mengira bahwa Zhenglie merasa frustasi karna dikalahkan oleh seorang wanita.
"Zhenglie, kau kenapa terlihat murung? kau merasa kalah ya sama wanita tadi itu? sudahlah lagian kan kau juga jago, tahu!"
"Bukan, aku cuman berfikir aja mengapa ada sosok wanita itu di kampung ini? dan dapat darimana ajaran teknik beladiri itu yang dia kuasai"
"Ohh, iya sih aku merasa aneh lihat dia itu lincah sangat! kira-kira dia asal mana ya?"
"Nah, Itu yang sedang ku pikirkan sekarang, Tapi ya sudahlah kita lupakan aja si wanita itu"
Di saat Zhenglie melangkah ke depan, tiba-tiba seorang wanita cantik itu yang ikut dalam peserta wushu tadi muncul di hadapan nya.
"Hai" ucap Yiu.
"Kau..?" heran dan terkaget.
"Oh iya, aku samperin kamu kesini ingin membagi hadiah untuk kamu, nih terima"
"Eh, gak usah. kan yang menang itu kamu, sudahlah gak usah berlebihan" ujar Zhenglie.
"Gak papa, ambil aja" senyum Yiu.
"Udah Zheng, ambil aja tuh. Mayan ada batang emas di tangan nya" bisik Jing Yi.
"Apa sih, aku gak ngincar hadiah" elak Zhenglie.
Namun wanita bernama Yiu Shang itu menarik pergelangan tangan Zhenglie dan menampung sebuah hadiah dari nya.
"Ya udah aku pergi dulu, bye" ucap Yiu Shang sembari melambaikan tangan ke arah mereka.
"Zheng, kalau di lihat-lihat gadis itu cantik juga ya" tersenyum goda.
"Hah, kau kalau mau Pepet ya silahkan" ujar Zhenglie lalu berjalan mendahului teman nya.
"Yaelah, tunggu Zheng!"
__ADS_1
...